Tuesday, August 25, 2026
27.3 C
Indonesia

Istana Buka Suara soal Penanganan Kasus Korupsi oleh Polri

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Istana Buka Suara soal Penanganan Kasus Korupsi oleh Polri yang sedang hangat diperbincangkan.


Jakarta,

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkap sikap Presiden Prabowo Subianto merespons proses hukum dan penyidikan tiga kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang sedang ditangani Kortas Tipikor Polri.

Ia meminta semua pihak menghormati proses hukum yang sedang berjalan serta tidak membangun spekulasi.



ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prasetyo mengatakan pemerintah menyerahkan sepenuhnya proses penegakan hukum kepada aparat penegak hukum (APH), sembari tetap menjunjung asas praduga tak bersalah.

“Kita semua menghormati setiap proses hukum yang sedang dilaksanakan oleh aparat penegak hukum, dalam hal ini Kepolisian. Kita juga menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah sehingga terhindar dari spekulasi maupun penilaian yang tidak produktif,” kata Prasetyo dalam keterangannya, Jumat (10/7).





Ia menegaskan Presiden Prabowo Subianto sejak awal memiliki komitmen kuat dalam pemberantasan korupsi. Karena itu, Prabowo disebut berulang kali mengingatkan seluruh jajaran pemerintahan, khususnya aparatur negara, agar segera melakukan pembenahan.

“Sejak awal, Bapak Presiden memiliki komitmen yang sangat kuat dalam pemberantasan korupsi. Beliau berulang kali mengingatkan seluruh jajaran pemerintahan, khususnya para aparatur negara, agar segera berbenah dan membersihkan diri sebelum tindakan penegakan hukum atau pembersihan itu dilakukan,” ucapnya.

Prasetyo mengatakan, Kepala Negara juga terus mengingatkan bahwa korupsi masih menjadi salah satu persoalan besar yang harus diselesaikan pemerintah.

Menurutnya, upaya tersebut perlu dibarengi dengan perbaikan tata kelola pemerintahan, penguatan integritas aparatur, serta menjaga persatuan dan stabilitas nasional.

“Korupsi merupakan salah satu pekerjaan rumah terbesar bangsa ini. Namun apa pun tantangan yang kita hadapi, kita tidak boleh menyerah dan tidak boleh patah semangat. Kita harus terus memperbaiki tata kelola, memperkuat integritas, dan membangun pemerintahan yang bersih,” katanya.

Ia menambahkan suasana yang kondusif dan saling percaya antarmasyarakat juga diperlukan agar berbagai persoalan bangsa dapat diselesaikan dan program-program pembangunan berjalan dengan baik.

Pernyataan Prasetyo itu disampaikan di tengah penyidikan kasus dugaan korupsi dan TPPU oleh Ditreskrimsus Polda Metro Jaya bersama Kortastipidkor Polri.

Kakortastipidkor Polri, Irjen Totok Suharyanto, menyebut kasus-kasus yang ditangani bersama Ditreskrimsus Polda Metro Jaya ialah dugaan korupsi di PLN terkait pengadaan batu bara memicu; kasus ASABRI; hingga kasus penyelesaian utang dari PT CBS kepada PT KNI yang merupakan anak perusahaan BUMN Krakatau Steel.

“Saat ini, Kortas Polri sedang melaksanakan dengan skema joint investigation dengan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya dalam penanganan perkara korupsi dan pencucian uang pada proses penanganan hukum terhadap perkara PLN BB, kemudian ASABRI tahun 2020 sampai 2025, dan perkara dugaan korupsi dalam proses penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI tahun 2020-2025,” ujarnya.

Dalam proses penyidikan kasus-kasus tersebut, polisi telah menggeledah sedikitnya 13 lokasi di Jakarta hingga Bogor. Penyidik menyita berbagai barang bukti, mulai dari uang tunai dalam mata uang rupiah, dolar AS, dan dolar Singapura, hingga emas batangan.

Nilai barang bukti yang disita dari salah satu lokasi di Sentul, Bogor, disebut mencapai sekitar Rp476 miliar.

Kejaksaan Agung sebelumnya juga menyatakan menghormati proses penyidikan yang dilakukan kepolisian dan mengimbau publik agar tidak terburu-buru mengaitkan perkara tersebut dengan pihak tertentu sebelum proses hukum selesai.

Sementara itu, TNI dan Kejaksaan Agung membantah kabar yang beredar di media sosial mengenai personel yang mendatangi Polda Metro Jaya terkait penanganan perkara tersebut.

(del/wis)


Add

as a preferred
source on Google



Sumber

Sedang Hangat

Terbongkar! Begini Modus Perusahaan Besar Bakar Lahan – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Terbongkar! Begini...

Hari Bebas Ganji-Genap Berlaku, Catat Tanggalnya & Wilayahnya

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Hari Bebas...

Kebakaran Lahan di Kulon Progo, Api Muncul di Bendungan Kamijoro

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kebakaran Lahan...

Ajaib Perkuat Edukasi Dana Pensiun Lewat PEKA BPJS Ketenagakerjaan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Ajaib Perkuat...

Cara Cek Kelayakan Bansos Online dan Syarat Penerimanya

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Cara Cek...

Topik Terbaru

Terbongkar! Begini Modus Perusahaan Besar Bakar Lahan – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Terbongkar! Begini...

Hari Bebas Ganji-Genap Berlaku, Catat Tanggalnya & Wilayahnya

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Hari Bebas...

Kebakaran Lahan di Kulon Progo, Api Muncul di Bendungan Kamijoro

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kebakaran Lahan...

Ajaib Perkuat Edukasi Dana Pensiun Lewat PEKA BPJS Ketenagakerjaan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Ajaib Perkuat...

Cara Cek Kelayakan Bansos Online dan Syarat Penerimanya

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Cara Cek...

Harga Rumah Ambruk! Bos Properti China Dipenjara Seumur Hidup – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Harga Rumah...

Ribut Gamelan Sekaten Keraton Solo, Kubu Purbaya Polisikan LDA

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Ribut Gamelan...

Trump Rombak Portofolio Investasi, Buang Saham Meta hingga Motorola

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Trump Rombak...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories