Wednesday, July 15, 2026
20.1 C
Indonesia

BEI Tambah Kriteria Baru untuk Deteksi Kepemilikan Saham Tinggi

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai BEI Tambah Kriteria Baru untuk Deteksi Kepemilikan Saham Tinggi yang sedang hangat diperbincangkan.


Jakarta,

Bursa Efek Indonesia (BEI) menambah kriteria baru dalam mendeteksi saham dengan indikasi high shareholding concentration atau kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi.

Kriteria baru tersebut menggunakan price impact ratio untuk saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp10 triliun.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan penambahan metodologi tersebut merupakan hasil evaluasi atas kriteria dan trigger factors yang selama ini digunakan.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Kami telah melakukan revisi atas metodologi high shareholding concentration. Kami menambahkan satu kriteria, yaitu kriteria price impact ratio atas seluruh saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp10 triliun,” ujar Jeffrey dalam konferensi pers di gedung BEI, Jakarta, Selasa (14/7).



Ia menjelaskan saham yang memiliki price impact ratio tinggi akan disaring untuk melihat ada atau tidaknya indikasi konsentrasi kepemilikan saham. Jeffery menjelaskan price impact ratio dihitung dari perubahan harga saham terhadap velocity-nya. Adapun velocity dihitung dari rata-rata volume transaksi terhadap jumlah saham yang ada di publik atau free float.

“Artinya, saham-saham yang aktivitas volume transaksinya rendah tentu akan menghasilkan velocity yang rendah. Dengan velocity yang rendah, tetapi dengan perubahan harga yang besar, tentu akan menghasilkan price impact ratio yang tinggi,” ujar Jeffrey.

[Gambas:Youtube]

Hingga saat ini, kata dia, hanya ada dua negara yang menerapkan metode ini, yaitu Hong Kong dan Indonesia.

Jeffrey mengatakan evaluasi menggunakan price impact ratio akan dilakukan secara berkala setiap tiga bulan mengikuti siklus evaluasi indeks utama BEI.

Sementara itu, trigger factors dari pengawasan itu tetap akan dilakukan atas seluruh saham dengan periode insidentil, yaitu tidak secara periodik.

Adapun dengan penambahan metodologi ini, BEI mengumumkan terdapat 37 saham baru yang masuk kategori high shareholding concentration. Dengan demikian, total saham dalam daftar tersebut kini menjadi 51 saham.

(dhz/ins)


Add

as a preferred
source on Google



Sumber

Sedang Hangat

Mendagri Ingatkan Kades Hati-hati Kelola Dana Desa: Kalau Salah, Ada Pidana

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Mendagri Ingatkan...

Dokter Spesialis di Unair Diduga Lakukan Plagiarisme Tesis

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Dokter Spesialis...

Sekjen PP AMPG Kritik Deddy Sitorus Soal Isu Batu Bara PLN dan ESDM – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Sekjen PP...

PTBA Dukung Kepolisian Ungkap Pelaku Penambang Batubara Ilegal – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai PTBA Dukung...

Di Depan Mahasiswa, Sarmuji Bicara Perlunya Adaptasi Nilai Pancasila di Era Digital

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Di Depan...

Topik Terbaru

Mendagri Ingatkan Kades Hati-hati Kelola Dana Desa: Kalau Salah, Ada Pidana

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Mendagri Ingatkan...

Dokter Spesialis di Unair Diduga Lakukan Plagiarisme Tesis

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Dokter Spesialis...

Sekjen PP AMPG Kritik Deddy Sitorus Soal Isu Batu Bara PLN dan ESDM – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Sekjen PP...

PTBA Dukung Kepolisian Ungkap Pelaku Penambang Batubara Ilegal – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai PTBA Dukung...

Di Depan Mahasiswa, Sarmuji Bicara Perlunya Adaptasi Nilai Pancasila di Era Digital

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Di Depan...

Bapanas Beber Harga Ayam dan Telur Pulih Imbas MBG-Berakhirnya Suro

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Bapanas Beber...

Karhutla Landa Kawasan Gunung Gombak Ponorogo, 15 Hektare Lahan Hangus

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Karhutla Landa...

Geger Aung San Suu Kyi Menghilang di Myanmar, Diduga Sudah Mati – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Geger Aung...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories