Saturday, October 10, 2026
17.9 C
Indonesia

Alasan Purbaya Mau Pungut Bea Keluar Batu Bara dan Emas: Tutup Defisit


Jakarta, —

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa berencana memungut bea keluar batu bara dan emas. Tujuannya untuk memaksimalkan penerimaan negara.

Bea keluar emas direncanakan sebesar 7,5 persen sampai 15 persen. Sementara, tarif bea masuk batu bara sebesar 1 persen sampai 5 persen. 

Ia berharap bisa mengumpulkan Rp23 triliun per tahun dari dua kebijakan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Rp3 triliun (dari emas) dan Rp20 triliun (dari batu bara),” ujar Purbaya ketika ditanya dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI, Senin (8/12).

Purbaya menekankan perkiraan pendapatan dari dua kebijakan ini belum dimasukkan dalam APBN 2026 karena tarifnya masih dalam kisaran.

Namun, ia menargetkan bisa terkumpul Rp23 triliun yang akan digunakan untuk menutup defisit tahun depan.

“Untuk menutup defisit dulu, mengurangi defisit kita,” katanya ketika ditanya.

Menurut Purbaya, penarikan bea keluar emas harus dilakukan karena cadangan dalam negeri mulai menipis. Dengan demikian, produk bisa dimaksimalkan untuk memenuhi permintaan dalam negeri terlebih dahulu.

“Sejalan dengan prioritas pengembangan ekosistem bullion bank Indonesia, kebutuhan pasokan emas domestik meningkat. Oleh karena itu diperlukan instrumen kebijakan bea keluar untuk mendukung ketersediaan suplai emas di Indonesia,” terangnya.

Sementara itu, penarikan bea keluar batu bara dilakukan karena selama ini kontribusinya ke negara tidak terlalu banyak, bahkan saat harga naik. Padahal, menurut Purbaya, saat harga turun selalu meminta restitusi kepada negara.

“Ini kan aneh. Ini orang kaya semua, untungnya banyak, saya subsidi kira-kira secara nggak langsung, makanya kenapa pajak saya turun tahun ini karena bayar restitusi cukup besar,” tegasnya.

(sfr/sfr)


Sumber

Sedang Hangat

Mentan Waswas RI Masuk Bulan Kritis, Bulog Diminta Lakukan Ini

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Mentan Waswas...

KPK Sita Jutaan Rupiah Diduga Hasil Pungli di Kasus ATR/BPN

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai KPK Sita...

Mendagri Dukung Digitalisasi Layanan Jemaah Haji – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Mendagri Dukung...

PDI Perjuangan Malang Segera Miliki Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai PDI Perjuangan...

Bulog Bidik Serapan Beras Tembus 130 Persen di Akhir 2026

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Bulog Bidik...

Topik Terbaru

Mentan Waswas RI Masuk Bulan Kritis, Bulog Diminta Lakukan Ini

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Mentan Waswas...

KPK Sita Jutaan Rupiah Diduga Hasil Pungli di Kasus ATR/BPN

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai KPK Sita...

Mendagri Dukung Digitalisasi Layanan Jemaah Haji – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Mendagri Dukung...

PDI Perjuangan Malang Segera Miliki Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai PDI Perjuangan...

Bulog Bidik Serapan Beras Tembus 130 Persen di Akhir 2026

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Bulog Bidik...

India Bakal Diguncang Demo Besar-Besaran, 20.000 Polisi Siaga – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai India Bakal...

Situasi Lapas Merauke Diklaim Sudah Terkendali, Napi Kabur Ditangkap

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Situasi Lapas...

Said Abdullah Berbagi Tali Asih, Tandai Pembangunan Sekolah Tahfidz Malang

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Said Abdullah...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories