Thursday, June 25, 2026
19.8 C
Indonesia

Drone China Buat AS Kalah Telak di Medan Perang

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Drone China Buat AS Kalah Telak di Medan Perang yang sedang hangat diperbincangkan.




Jakarta, – Amerika Serikat (AS) kembali berhadapan dengan China lewat teknologi militer. Beijing disebut berhasil mengalahkan AS dalam dominasi drone.

Jauh sebelumnya, drone yang ditemukan di Ukraina mengungkap komponen dari China mulai dari baterai, motor dan chip. Kemungkinan China juga ikut dalam pertarungan Iran melawan Israel dan AS dalam perang yang pecah beberapa waktu lalu.

Hingga kini memang belum diketahui seberapa besar bantuan China untuk pesawat nirawak yang digunakan Iran. Namun analis pertahanan dan pakar industri mengatakan kendalinya kemungkinan sama dengan yang dilakukan pada perang Rusia dan Ukraina.

“China sudah memenangkan Perang Dunia III karena semua berada di tangannya. Tidak seorang pun mampu mengubah itu dalam waktu dekat, bahkan jangka panjang,” jelas spesialis drone Bulava dengan nama samaran Udav, dikutip dari Wall Street Journal, Minggu (3/5/2026).

Tapi, AS dipastikan tak menyerah begitu saja. Washington menyiapkan cara untuk mematahkan dominasi China dalam industri drone.

Menteri Pertahanan Pete Hegseth telah menyiapkan program Dominasi Drone bernilai US$1,1 miliar. Tujuan proyek adalah meningkatkan produksi drone dalam negeri dan menurunkan biaya dengan perjanjian membeli lebih banyak dari pemasok AS.

Meski begitu, tak mudah mengalahkan China. Wall Street Journal mencatat China unggul dalam skala produksi dengan harga murah.

Berbeda dengan AS. Qudcopter bernilai lebih dari US$15 ribu atau tiga kali lipat harga drone yang setaran buatan China.

Selain itu, AS perlu menemukan solusi untuk mematahkan dominasi China pada baterai dan motor. Pemerintahan Donald Trump mencoba melakukannya.

AS diketahui memberikan investasi miliaran dolar kepada perusahaan lokal untuk memproduksi mineral, yang penting bagi pembuatan motor dan baterai. Di sisi lain, sejumlah ahli mengingatkan membangun infrastruktur kompleks dengan produksi massal butuh waktu hingga satu dekade atau lebih.

Masalah lainnya tak banyak permintaan drone AS. Klien perusahaan setempat hanya berasal dari militer, sebaliknya DJI yang merupakan raksasa teknologi China bekerja untuk produsen konten, agen real estat, inspektur pabrik hingga departemen kepolisidan dan pemadam kebakaran AS.

Pentagon berupaya untuk merangsang pertumbuhan rantai pasok dengan program Drone Dominance. Yakni menjanjikan membeli 340 ribu drone FPV.

Segala upaya yang dilakukan disebut mantan ahli rantai pasokan di Unit Inovasi Pertahanan Pentagon, Trent Emeneker sudah bergerak ke arah yang benar. Namun dia mengakui cukup lambat.

“Ini sulit karena Anda harus menciptakan kembali industri yang sudah ada, dengan kualitas tinggi dan biaya rendah,” ucapnya.

(fsd/fsd)



Add


as a preferred

source on Google



Sumber

Sedang Hangat

Siaga Perang 2 Raksasa Asia, China Ngamuk ke Jepang – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Siaga Perang...

Pupuk Indonesia Sukses Ekspor 47.250 Ton Pupuk Urea ke Australia

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Pupuk Indonesia...

Wamen Stella Target Portal Beasiswa Satu Pintu Diluncurkan September

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Wamen Stella...

Data BPS RI Impor Jagung Sejak 1973 dan 2026 Setop, Polri Buat Sejarah

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Data BPS...

ESDM Gandeng Kampus Benahi Tambang Emas Gunung Botak – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai ESDM Gandeng...

Topik Terbaru

Siaga Perang 2 Raksasa Asia, China Ngamuk ke Jepang – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Siaga Perang...

Pupuk Indonesia Sukses Ekspor 47.250 Ton Pupuk Urea ke Australia

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Pupuk Indonesia...

Wamen Stella Target Portal Beasiswa Satu Pintu Diluncurkan September

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Wamen Stella...

Data BPS RI Impor Jagung Sejak 1973 dan 2026 Setop, Polri Buat Sejarah

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Data BPS...

ESDM Gandeng Kampus Benahi Tambang Emas Gunung Botak – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai ESDM Gandeng...

Kejagung Sebut Tersangka Pelaku Utama Korupsi MBG – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kejagung Sebut...

Daftar Kecamatan di Jabodetabek dengan Pemain Judol Terbanyak

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Daftar Kecamatan...

Barang-barang Eks Hotel Sultan Dikirim ke Cikarang

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Barang-barang Eks...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories