Sunday, May 3, 2026
20.2 C
Indonesia

Ekonomi Iran Tercekik Perang, Pengangguran Naik-Semua Serba Mahal

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Ekonomi Iran Tercekik Perang, Pengangguran Naik-Semua Serba Mahal yang sedang hangat diperbincangkan.




Jakarta, – Harga berbagai kebutuhan di Iran melonjak tajam seiring dampak perang dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Konflik berkepanjangan ini tak hanya memicu inflasi tinggi, tetapi juga menyebabkan jutaan pekerjaan hilang atau terhenti.

Pada awal pekan ini, harga makanan, obat-obatan, mobil, peralatan listrik, hingga produk petrokimia dilaporkan meningkat signifikan dibandingkan pekan sebelumnya. Kondisi ini diperparah oleh kombinasi salah urus domestik, serangan terhadap infrastruktur, sanksi Amerika Serikat, blokade laut, serta pemadaman internet hampir total yang telah berlangsung selama 64 hari di Teheran.

Nilai tukar mata uang Iran, rial, juga terpuruk ke level terendah sepanjang masa di pasar terbuka, yakni 1,84 juta rial per dolar AS. Angka tersebut mencerminkan pelemahan tajam daya beli masyarakat.

Ketidakpastian pasar membuat aktivitas jual beli tersendat. Banyak pelaku usaha dan konsumen memilih menahan transaksi karena khawatir harga akan terus bergejolak dan pasokan barang tidak terjamin.

Sejumlah barang bahkan mengalami lonjakan harga ekstrem. iPhone 17 Pro Max 256GB yang dibanderol US$1.200 (sekitar Rp20,4 juta) di Amerika Serikat, kini dijual hampir 5 miliar rial atau sekitar US$2.750 (Rp46,75 juta) di Teheran. Beberapa toko bahkan menolak menjual produk tersebut karena ketidakpastian harga.

Sementara itu, mobil Peugeot 206 yang diproduksi lokal kini mencapai harga 30 miliar rial atau sekitar US$16.500 (Rp280,5 juta). Mobil impor semakin langka dan dijual hingga lebih dari lima kali lipat harga di negara tetangga seperti Uni Emirat Arab.

Media pemerintah mengakui adanya kenaikan harga harian di pasar otomotif, namun menyebut faktor “psikologis” dan praktik “harga palsu” oleh pedagang sebagai penyebab utama.

Di sisi lain, tekanan ekonomi sangat dirasakan masyarakat. Upah minimum bulanan saat ini kurang dari 170 juta rial atau sekitar US$92 (Rp1,56 juta), meski telah dinaikkan sekitar 60% sejak Maret lalu. Pemerintah juga memberikan subsidi kebutuhan pokok kurang dari US$10 per bulan per orang (sekitar Rp170 ribu).

“Anda melihat harga dan gaji, dan Anda melihat angka-angkanya tidak sesuai,” ujar seorang warga Teheran yang enggan disebutkan namanya, seperti dikutip Al Jazeera, Minggu (3/5/2026).

“Tidak banyak yang bisa Anda lakukan selain mengubah sedikit yang Anda miliki menjadi sesuatu yang tidak mengalami penyusutan nilai atau membeli sesuatu yang Anda butuhkan yang mungkin tidak mampu Anda beli nanti,” tambahnya.

Pemerintah Presiden Masoud Pezeshkian belum merinci jumlah pekerja yang kehilangan pendapatan. Namun, laporan menunjukkan banyak perusahaan, mulai dari sektor teknologi di Teheran hingga industri baja di Isfahan, melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Dalam pernyataan resminya, Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menyatakan negara harus mampu mengalahkan musuh tidak hanya di medan militer, tetapi juga dalam bidang ekonomi dan budaya.

Ia juga meminta perusahaan untuk menahan diri dari melakukan PHK. “Iran sedang menempuh jalan menuju puncak kemajuan dan perkembangan,” katanya.

 

(luc/luc)



Add


as a preferred

source on Google



Sumber

Hot this week

Drone China Buat AS Kalah Telak di Medan Perang

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Drone China...

Peringati Hardiknas 2026, Toto Widyanto, SH : Pendidikan Hukum dan Adaptasi Teknologi Adalah Kunci Kemajuan Sumatera Utara

Publikpos.com - MEDAN – Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas)...

Pramono Undang Prabowo Resmikan Rasuna Said Bebas Tiang Monorel Juni Depan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Pramono Undang...

BPJPH & Yaman Perkuat Hubungan dan Kerja Sama Bilateral Produk Halal

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai BPJPH &...

China Mendadak Bangun ‘Hong Kong’ Baru di Dekat RI Bernilai Rp1.760 T

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai China Mendadak...

Topics

Drone China Buat AS Kalah Telak di Medan Perang

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Drone China...

Pramono Undang Prabowo Resmikan Rasuna Said Bebas Tiang Monorel Juni Depan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Pramono Undang...

BPJPH & Yaman Perkuat Hubungan dan Kerja Sama Bilateral Produk Halal

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai BPJPH &...

China Mendadak Bangun ‘Hong Kong’ Baru di Dekat RI Bernilai Rp1.760 T

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai China Mendadak...

Tambang Ilegal hingga Prostitusi di Pulau Buru, 16 WN China Dibekuk

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Tambang Ilegal...

Mau Pakai EV, Akses Listrik-Jalan Tambang Nikel Jadi Tantangan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Mau Pakai...

Kronologi Kecelakaan Maut Bus Wisata Terguling, 11 Orang Tewas – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kronologi Kecelakaan...
spot_img

Related Articles

Popular Categories

spot_imgspot_img