Tuesday, October 27, 2026
21.6 C
Indonesia

Ketua KPK Soroti Predikat WBK di Kementerian, Harap Tak Sekadar Jadi Simbol


Jakarta –

Ketua KPK Setyo Budianto menyoroti predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) di sejumlah kementerian dan lembaga. Dia meminta agar Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi untuk merumuskan pemaknaan ulang WBK agar tak disalahartikan.

“(Tulisan WBK) sering dipasang di beberapa tempat artinya sepenuhnya itu adalah sebuah simbol. Sama seperti tulisan dilarang merokok, di tempat itu kita tidak boleh merokok tapi di tempat lain boleh,” kata Setyo saat menyampaikan sambutan dalam acara puncak Hakordia 2025 di Komplek Kepatihan Yogyakarta, Selasa (9/12/2025).

“Jangan kemudian dikonotasikan di saat ada tulisan WBK di situ tidak boleh korupsi, di situ tidak boleh transaksional, harus kemudian ngomong sama partnernya, bro ini daerah wilayah bebas korupsi kita harus cari tempat di mana? Cari cafe, cari restoran-restoran wah rame ini banyak hotel, cari tempat mana? Ke kamar hotel bukan,” tambahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setyo berharap setiap orang tidak melakukan korupsi bukan karena ada tulisan, melainkan atas keinginan sendiri. Perilaku antikorupsi, kata Setyo, seharusnya ada pada diri setiap orang.

“Makanya kalau perlu dari Kementerian PANRB mungkin kita bisa merumuskan kembali istilah-istilah WBK itu wilayah bebas korupsi mungkin ya itu sebagai pengingat lah, symbol, tapi setidaknya itu masuk dalam sanubari dan kalbu kita untuk tidak lagi melakukan bukan karena ada tulisan tapi memang karena memang perilakunya sudah baik, sudah tidak ada lagi keinginan untuk melakukan hal-hal tersebut,” sebutnya.

Setyo berharap istilah WBK tidak lagi digunakan di kemudian hari. Dia menegaskan bahwa WBK ini hanyalah sebuah simbol.

“Ya, sekali lagi simbol, tapi simbol yang tertulis, yang ada di beberapa tempat, ya, untuk menggugah dan mengingatkan. Ya, saya berharap bahwa simbol ini suatu saat nanti nggak perlu lagi, suatu saat, gitu,” pungkasnya.

Diketahui, puncak perayaan Hakordia 2025 yang digelar KPK berlangsung hari ini di Yogyakarta. Turut hadir sejumlah tokoh hingga Menteri diantaranya Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi, Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno.

(ial/ygs)

Sumber

Sedang Hangat

Menlu Tata Tegaskan RI Dukung Singapura Pimpin ASEAN 2027, Harap Tetap Solid

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Menlu Tata...

DPR Bahas ‘Illicit Enrichment’ di RUU Perampasan Aset, Ada yang Kontra

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai DPR Bahas...

Menko Pangan Tegaskan Dua Fungsi KDKMP bagi Kebutuhan Warga Desa

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Menko Pangan...

Mitsubishi Pajero Rilis SUV Terbaru, Harga Termurah Rp800-an Juta

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Mitsubishi Pajero...

Yorrys Sebut Kinerja DPD Alami Tren Positif: Patut Diapresiasi

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Yorrys Sebut...

Topik Terbaru

Menlu Tata Tegaskan RI Dukung Singapura Pimpin ASEAN 2027, Harap Tetap Solid

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Menlu Tata...

DPR Bahas ‘Illicit Enrichment’ di RUU Perampasan Aset, Ada yang Kontra

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai DPR Bahas...

Menko Pangan Tegaskan Dua Fungsi KDKMP bagi Kebutuhan Warga Desa

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Menko Pangan...

Mitsubishi Pajero Rilis SUV Terbaru, Harga Termurah Rp800-an Juta

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Mitsubishi Pajero...

Yorrys Sebut Kinerja DPD Alami Tren Positif: Patut Diapresiasi

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Yorrys Sebut...

Yusril Buka Kans UU Tipikor Atur Penindakan Korupsi Sektor Swasta

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Yusril Buka...

Rupiah Lanjut Loyo ke Rp18.156 per Dolar AS Selasa Sore

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Rupiah Lanjut...

Sahroni Dukung Under Invoicing Masuk RUU Tipikor: Jangan Ada Ruang Abu-abu

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Sahroni Dukung...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories