Monday, June 29, 2026
18.7 C
Indonesia

Horor Selat Hormuz Jadi Medan Perang, 60 Kapal Prancis Terjebak

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Horor Selat Hormuz Jadi Medan Perang, 60 Kapal Prancis Terjebak yang sedang hangat diperbincangkan.




Jakarta, – Eskalasi perang besar yang melibatkan Iran, Amerika Serikat (AS), dan Israel kini melumpuhkan jalur perdagangan dunia. Sebanyak kurang lebih 60 kapal komersial milik atau berbendera Prancis dilaporkan terjebak di kawasan Teluk dan tidak dapat bergerak akibat ancaman keamanan yang sangat tinggi di Selat Hormuz.

Direktur Jenderal Armateurs de France, Laurent Martens, mengungkapkan bahwa puluhan kapal tersebut saat ini sedang dalam kondisi tertahan. Langkah ini diambil menyusul instruksi langsung dari otoritas militer guna menghindari risiko fatal di tengah berkecamuknya pertempuran di jalur laut strategis tersebut.

“Kapal-kapal tersebut telah diperintahkan oleh angkatan laut Prancis untuk mencari perlindungan yang aman,” ujar Laurent Martens kepada AFP, sebagaimana dikutip Senin (2/3/2026).

Meskipun terjebak di zona konflik, Martens menjelaskan bahwa armada komersial ini bukanlah sasaran utama dari pihak-pihak yang bertikai. Prioritas saat ini adalah memastikan keselamatan seluruh awak kapal yang berada di dalam armada yang tertahan di berbagai pelabuhan sekitar Teluk.

“Kapal-kapal ini bukan target prioritas dalam konflik dan anggota kru mereka berlindung di dalam kapal, di pelabuhan,” tambah Martens menjelaskan kondisi terkini para pelaut.

Kondisi genting ini juga dikonfirmasi oleh Ketua Armateurs de France, Edouard Louis-Dreyfus. Ia menegaskan bahwa akses keluar masuk melalui Selat Hormuz, yang merupakan urat nadi transportasi energi dunia, saat ini sudah tidak mungkin lagi untuk ditembus oleh kapal-kapal komersial.

“Sekitar 60 kapal yang terjebak di Teluk tidak bisa melewati Selat Hormuz,” tegas Edouard Louis-Dreyfus saat berbicara kepada radio France Inter.

Selat Hormuz, yang lebarnya hanya 50 kilometer di titik tersempit, kini menjadi titik panas pertempuran setelah Garda Revolusi Iran mulai menghubungi kapal-kapal untuk menginformasikan bahwa jalur tersebut ditutup. Ketegangan semakin memuncak pada hari Minggu setelah dua kapal dilaporkan diserang di lepas pantai Oman dan Uni Emirat Arab (UEA).

“Kapal-kapal yang tertahan telah diperintahkan untuk tidak bergerak, tidak mencoba untuk pergi, dan kapal-kapal lain telah diperingatkan untuk menjauh sejauh mungkin dari wilayah tersebut,” kata Louis-Dreyfus mengenai instruksi darurat yang dikeluarkan.

Situasi kian mencekam lantaran pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat yang menjadi target rudal Iran terletak sangat dekat dengan pelabuhan-pelabuhan utama di negara-negara Teluk. Hal ini menimbulkan kekhawatiran luar biasa bagi industri pelayaran global karena risiko kerusakan kolateral yang sangat tinggi.

“Situasi ini adalah masalah yang sangat mengkhawatirkan bagi perusahaan pelayaran, mengingat pangkalan AS-yang menjadi sasaran rudal Iran-berada di sebagian besar negara Teluk ini dan dekat dengan pelabuhan,” papar Louis-Dreyfus.

Sebagai langkah antisipasi, Armateurs de France kini tengah berupaya mengurangi jumlah kru di atas kapal hingga ke tingkat minimum dan melakukan repatriasi atau pemulangan kru jika memungkinkan. Langkah drastis ini juga diikuti oleh raksasa pelayaran dunia seperti MSC dan Maersk yang telah menangguhkan pelayaran melalui Selat Hormuz dan Terusan Suez demi alasan keamanan.

(tps/luc)












Add


as a preferred

source on Google





Sumber

Sedang Hangat

Cerita Warga Tasikmalaya Bertahan Hidup dari Air Masjid Saat Kemarau

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Cerita Warga...

GP Nasdem Gelar Turnamen Padel Jelang Kongres, Ingin Bidik Pemilih Gen Z

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai GP Nasdem...

Investor Jangan Takut, Lapor Satgas Jika Ada Gangguan – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Investor Jangan...

Iran Peringatkan Jalur Alternatif Hormuz Bisa Picu Ketegangan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Iran Peringatkan...

Said Iqbal Ungkap Raksasa Otomotif Jepang yang Batal Cabut dari RI

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Said Iqbal...

Topik Terbaru

Cerita Warga Tasikmalaya Bertahan Hidup dari Air Masjid Saat Kemarau

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Cerita Warga...

GP Nasdem Gelar Turnamen Padel Jelang Kongres, Ingin Bidik Pemilih Gen Z

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai GP Nasdem...

Investor Jangan Takut, Lapor Satgas Jika Ada Gangguan – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Investor Jangan...

Iran Peringatkan Jalur Alternatif Hormuz Bisa Picu Ketegangan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Iran Peringatkan...

Said Iqbal Ungkap Raksasa Otomotif Jepang yang Batal Cabut dari RI

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Said Iqbal...

Prabowo Perintahkan Tambah Anggaran Rp4 Triliun Perkuat Riset Nasional

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Prabowo Perintahkan...

Megawati Tutup Bulan Bung Karno di Bali, PDIP Singgung soal Kekuatan Partai

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Megawati Tutup...

1.000 Pekerja Migas Kena Lockout, Produksi Minyak Wilayah Ini Terancam – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai 1.000 Pekerja...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories