Medan, Publikpos.com – Momentum Bimbingan Teknis (Bimtek) Anggota DPRD Fraksi PKB se-Sumatera Utara yang digelar di Hotel Grand Mercure, Medan, pada 14 Februari lalu, rupanya memantik semangat pergerakan yang luar biasa di akar rumput. Di balik konsolidasi politik tersebut, mencuat kesiapan barisan tokoh muda pengurus DPW PKB Sumut periode 2026–2031 yang langsung “tancap gas” mengeksekusi program pemberdayaan masyarakat. Langkah progresif ini menjadi strategi konkret untuk memperkokoh kepercayaan publik terhadap Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Sumatera Utara.
Wajah-wajah segar yang kini mengisi pos strategis di DPW PKB Sumut itu di antaranya adalah Toto Widyanto, SH dari Legal Guardian Law Firm, Dr. Reni Maysyarah yang merupakan akademisi Universitas Panca Budi, serta Titik Anggriyani (Anggi), seorang praktisi UMKM. Pergerakan taktis mereka turut diperkuat oleh Putri, SH, selaku Kepala Sekretariat Legal Guardian Law Firm di Medan.
Tidak sekadar menebar janji, Toto Widyanto, SH langsung mengambil langkah nyata di jalur hukum. Mewakili napas pembelaan PKB terhadap wong cilik, ia dan timnya kini tengah mengawal ketat kasus sengketa agraria yang membelit masyarakat di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura). Kasus pelik ini bermula dari dugaan penyerobotan lahan berstatus tanah ulayat yang awalnya diperuntukkan bagi pertanaman padi masyarakat, namun secara sepihak dialihfungsikan menjadi perkebunan kelapa sawit oleh pihak perusahaan.
Sebagai bentuk perlawanan hukum yang terukur, Toto Widyanto, SH memastikan bahwa gugatan masyarakat telah resmi didaftarkan ke Pengadilan Negeri (PN) Rantau Prapat, sekaligus melaporkan dugaan tindak pidana dalam persoalan tersebut ke Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara.
“Kami ingin membuktikan bahwa kehadiran PKB Sumut itu nyata di denyut nadi masyarakat, bukan sekadar basa-basi saat momentum pemilu tiba. Pendampingan kasus sengketa agraria ini adalah wujud mutlak dari komitmen kami dalam memberdayakan dan membela hak-hak fundamental rakyat kecil,” tegas Toto Widyanto, SH dalam perbincangan khusus dengan publikpos.com, Kamis (19/2/2026).
Di sektor ekonomi kerakyatan, gebrakan yang tak kalah inspiratif ditunjukkan oleh Titik Anggriyani. Mengusung semangat kemandirian finansial, Anggi sukses merangkul kaum perempuan dan generasi muda—khususnya dari komunitas pemuda Pujakesuma di Deli Serdang—untuk membesarkan ekosistem UMKM makanan ringan yang kini produknya mulai merambah berbagai kantin di Kota Medan.
Sementara itu, di sektor pendidikan, peran sentral diambil alih oleh Dr. Reni Maysyarah. Dosen Universitas Panca Budi ini memfokuskan programnya untuk memfasilitasi pemuda berprestasi dari keluarga prasejahtera agar tetap bisa mengenyam pendidikan di perguruan tinggi melalui pendampingan akses beasiswa KIP Kuliah.
Dalam diskusinya bersama publikpos.com, ketiga tokoh penggerak ini menyadari bahwa keberhasilan program kerakyatan membutuhkan sinergi yang solid dari atas ke bawah. Oleh karena itu, mereka memastikan akan terus berkoordinasi secara intensif dengan Ketua DPW PKB Sumut yang juga Anggota DPR RI, H. Ashari Tambunan, serta Sekretaris Wilayah Zeira Salim Ritonga yang menjabat sebagai Ketua Fraksi PKB DPRD Sumut. Dukungan penuh dari pimpinan partai dinilai esensial agar ruang gerak pemberdayaan ini semakin luas.
Dengan perpaduan apik antara kerja-kerja advokasi hukum, penguatan UMKM, pendidikan, serta dukungan penuh dari para legislator PKB hasil rumusan Bimtek tempo hari, Toto Widyanto, SH beserta kolega sangat meyakini bahwa langkah organik ini akan mengantarkan PKB merebut simpati mayoritas masyarakat Sumatera Utara pada kontestasi Pemilu 2029 mendatang.





