Wednesday, August 19, 2026
24.3 C
Indonesia

Kremlin Bantah Rusak Perisai Penahan Radiasi Chernobyl


Jakarta,

Perisai baja raksasa yang melindungi lokasi bekas bencana nuklir Chernobyl di Ukraina kini tidak lagi bisa menahan limbah radioaktif setelah terkena serangan drone pada Februari lalu.

Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Jumat (5/12) mengatakan bagian pelindung bernama New Safe Confinement (NSC) itu mengalami kerusakan parah dan kehilangan fungsi utamanya, termasuk menahan radiasi agar tidak menyebar.

Melansir CNN, Ukraina menuduh Rusia melakukan serangan pada 14 Februari di Chernobyl, tetapi Kremlin membantah tudingan tersebut. Serangan itu menyebabkan kebakaran dan merusak lapisan luar pelindung baja tersebut.


ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IAEA merekomendasikan perbaikan besar pada struktur pelindung yang dibangun sejak 2010 hingga 2019 itu.

“Perbaikan sementara sudah dilakukan, tapi pemulihan total sangat penting untuk mencegah kerusakan lebih lanjut,” kata Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi.

Meski begitu, Grossi memastikan tidak ada kerusakan permanen pada rangka utama atau sistem pemantauan radiasi. IAEA, yang memiliki tim permanen di lokasi, sambungnya, akan terus melakukan segala upaya untuk mendukung pemulihan penuh keselamatan dan keamanan nuklir.

Ini bukan pertama kalinya Chernobyl menjadi sorotan selama hampir empat tahun perang Rusia-Ukraina. Pasukan Rusia sempat merebut pembangkit nuklir dan wilayah sekitarnya pada awal invasi besar-besaran Moskow pada Februari 2022, serta menahan staf di dalamnya sebelum akhirnya mundur dan menyerahkan kendali kembali ke pihak Ukraina sebulan kemudian.

NSC adalah struktur baja besar berbentuk lengkung yang dibangun di lokasi Chernobyl untuk menutupi reaktor nomor empat yang hancur dan menampung bahan radioaktifnya. NSC dirancang untuk bertahan selama 100 tahun serta memainkan peran penting dalam mengamankan lokasi tersebut.

Pada 26 April 1986, ledakan dahsyat mengguncang reaktor nomor 4 di Chernobyl yang saat itu masih berada di bawah Uni Soviet. Ledakan menyebarkan material radioaktif ke wilayah luas di Ukraina, Belarus, Rusia, hingga Eropa bagian lain.

Lebih dari 30 orang tewas di kota terdekat, Pripyat, sementara banyak lainnya menderita akibat paparan radiasi. Tingkat cacat lahir dan kasus kanker di kawasan terdampak radiasi masih tinggi hingga kini.

(fby/mik)


Sumber

Sedang Hangat

Mantan Kepala BPN Sumbawa Divonis 15 Bulan Penjara Kasus Lahan MXGP

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Mantan Kepala...

Gus Ipul Minta Humas Sekolah Rakyat Jadi Mata, Telinga & Suara Lembaga

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Gus Ipul...

Pemerintah Kucurkan Rp44 M untuk Penanganan Awal Pascagempa NTT

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Pemerintah Kucurkan...

RI Produsen Timah Terbesar Dunia, Tapi Tak Bisa Tentukan Harga Sendiri – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai RI Produsen...

Warga RI Banyak Ngadu Soal Pertanahan-Kereta Api, Ini Respons AHY

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Warga RI...

Topik Terbaru

Mantan Kepala BPN Sumbawa Divonis 15 Bulan Penjara Kasus Lahan MXGP

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Mantan Kepala...

Gus Ipul Minta Humas Sekolah Rakyat Jadi Mata, Telinga & Suara Lembaga

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Gus Ipul...

Pemerintah Kucurkan Rp44 M untuk Penanganan Awal Pascagempa NTT

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Pemerintah Kucurkan...

RI Produsen Timah Terbesar Dunia, Tapi Tak Bisa Tentukan Harga Sendiri – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai RI Produsen...

Warga RI Banyak Ngadu Soal Pertanahan-Kereta Api, Ini Respons AHY

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Warga RI...

Benahi Tata Kelola Timah, Pemerintah Siapkan Peraturan Presiden – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Benahi Tata...

Wakapolri Beri 1.000 Paket Bansos untuk Gapoktan Bawang Putih Cianjur

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Wakapolri Beri...

Saudi Blokir Dana DP Haji RI 14 Juta Riyal, Kemenhaj Kirim Nota Diplomatik

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Saudi Blokir...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories