Friday, November 6, 2026
32.2 C
Indonesia

BI Guyur Bank Insentif KLM Rp458,5 T hingga Oktober 2026

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai BI Guyur Bank Insentif KLM Rp458,5 T hingga Oktober 2026 yang sedang hangat diperbincangkan.


Jakarta, —

Bank Indonesia (BI) menyalurkan insentif Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) ke perbankan sebesar Rp458,5 triliun hingga pekan pertama Oktober 2026.

Insentif tersebut disalurkan melalui pembiayaan perbankan dan pendalaman pasar uang.

Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan dari total insentif tersebut, alokasi melalui KLM financing channel mencapai Rp336,4 triliun. Sementara itu, alokasi melalui KLM Pendalaman Pasar Uang (PPU) tercatat sebesar Rp122,1 triliun.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Hingga minggu pertama Oktober 2026, insentif KLM yang diperoleh bank tercatat sebesar Rp458,5 triliun dengan alokasi pada KLM financing channel sebesar Rp336,4 triliun, serta alokasi pada KLM Pendalaman Pasar Uang (PPU) sebesar Rp122,1 triliun,” ujar Destry dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Selasa (3/11).



Secara sektoral, insentif KLM disalurkan kepada sejumlah sektor prioritas.

Sektor tersebut meliputi pertanian, industri dan hilirisasi, jasa termasuk ekonomi kreatif, konstruksi, real estat dan perumahan, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), koperasi, inklusi, dan berkelanjutan.

Destry mengatakan implementasi KLM melalui jalur pendalaman pasar uang juga mendorong redistribusi likuiditas di perbankan. Kebijakan tersebut sekaligus meningkatkan transaksi di pasar uang rupiah.

Selain realisasi penyaluran insentif, BI menetapkan besaran insentif KLM sebesar 5 persen yang akan berlaku efektif mulai 1 Desember 2026.

Dalam ketentuan tersebut, insentif melalui financing channel ditetapkan paling tinggi sebesar 3 persen dari dana pihak ketiga (DPK).

Insentif ini diberikan melalui perluasan kredit atau pembiayaan perbankan kepada sektor usaha yang mendukung penciptaan lapangan kerja.

Sementara itu, insentif melalui jalur pendalaman pasar uang atau PPU ditetapkan paling tinggi sebesar 2 persen.

Penguatan insentif PPU diarahkan untuk mendorong redistribusi likuiditas di perbankan sekaligus meningkatkan intermediasi perbankan.

(lau/sfr)

Sumber

Sedang Hangat

UMKM Binaan Pertamina Tumbuh dan Buka Peluang Ekonomi Masyarakat

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai UMKM Binaan...

Kapolri Tegaskan Pengusutan Penyadapan Presiden Tak Terkait Isu Persaingan Internal

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kapolri Tegaskan...

Jokowi Ditunjukkan Album Alumni UGM oleh Kubu Roy: Belum Pernah Lihat

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Jokowi Ditunjukkan...

IHSG Anjlok 16,7 Persen pada Oktober, Asing Tarik Dana Rp16,88 T

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai IHSG Anjlok...

Kala Jokowi Tunjukkan Ijazah di Sidang tapi Roy Suryo Tetap Tak Percaya

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kala Jokowi...

Topik Terbaru

UMKM Binaan Pertamina Tumbuh dan Buka Peluang Ekonomi Masyarakat

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai UMKM Binaan...

Kapolri Tegaskan Pengusutan Penyadapan Presiden Tak Terkait Isu Persaingan Internal

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kapolri Tegaskan...

Jokowi Ditunjukkan Album Alumni UGM oleh Kubu Roy: Belum Pernah Lihat

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Jokowi Ditunjukkan...

IHSG Anjlok 16,7 Persen pada Oktober, Asing Tarik Dana Rp16,88 T

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai IHSG Anjlok...

Kala Jokowi Tunjukkan Ijazah di Sidang tapi Roy Suryo Tetap Tak Percaya

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kala Jokowi...

Kita Hormati Hak di Konstitusi

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kita Hormati...

Investor Pasar Modal RI Tembus 33,55 Juta, Tambah 1,38 Juta Sebulan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Investor Pasar...

Ajudan Jokowi Jadi Saksi di Sidang dr Tifa 12 November

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Ajudan Jokowi...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories