Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Sejarah! Tekuk Tim Trump, Pria Ini Jadi Muslim Pertama Lolos Senat AS yang sedang hangat diperbincangkan.
Jakarta, – Kandidat Demokrat sayap kiri Abdul El-Sayed berhasil memenangkan pemilihan Senat di negara bagian Michigan yang menjadi medan pertempuran sengit. Kemenangan ini mencatatkan namanya dalam sejarah sebagai senator Muslim pertama di Amerika Serikat (AS).
Mengutip BBC, Rabu (4/11/2026), El-Sayed sukses mengalahkan kandidat dari Partai Republik, Mike Rogers. Kemenangan ini diraih usai ia bertahan dari rentetan serangan kotor dan perselisihan tajam di internal partainya sendiri.
Rogers yang didukung langsung oleh Presiden Donald Trump sempat menggambarkan El-Sayed sebagai seorang komunis yang berbahaya. Lawannya itu juga terus menyerang pendirian El-Sayed terhadap Israel serta keyakinan agama yang dianutnya.
Mantan administrator kesehatan masyarakat itu berkampanye dengan platform sayap kiri, termasuk layanan kesehatan universal dan pajak kekayaan bagi miliarder. Kemenangan ini datang hanya beberapa hari usai rival utamanya di Demokrat, Haley Stevens, justru berbalik mendukung Rogers.
Pendukung ‘Bangga’ Atas Kemenangan
Para pendukung El-Sayed langsung bersorak kegirangan saat ia naik ke atas panggung perayaan. Lautan ponsel pintar terlihat diangkat ke udara untuk mengabadikan momen bersejarah terpilihnya seorang pria Muslim ke Senat AS.
Beberapa orang di kerumunan tampak berpelukan penuh haru sembari mengulang-ulang slogan kampanye andalannya. Slogan tersebut menuntut uang agar keluar dari politik dan kembali ke saku rakyat, serta jaminan kesehatan untuk semua pihak.
Saat berkampanye, putra imigran Mesir ini secara terbuka menyebut tindakan Israel di Gaza sebagai bentuk genosida. Ia pun dengan tegas menyerukan penghentian segera seluruh bantuan militer AS ke negara tersebut.
Isu ini sangat bergema di Michigan yang merupakan rumah bagi populasi Arab-Amerika terbesar kedua di AS. Hal tersebut turut memicu ketegangan dengan Stevens yang kampanyenya menerima dukungan jutaan dolar AS dari komite pro-Israel (AIPAC).
Pada Rabu dini hari, El-Sayed mengucapkan terima kasih kepada kerumunan pendukungnya. Ia bersyukur mereka mau mengambil kesempatan pada kandidat yang dinilai paling tidak mungkin untuk menang.
“Mereka mempertaruhkan segalanya pada salah satu kampanye paling buruk yang pernah kita lihat dalam waktu yang lama. Mereka menyerang saya karena nama saya dan keyakinan saya,” papar El-Sayed.
“Mereka menginginkan Amerika yang terlalu kecil untuk sebagian dari kita. Kita tahu bahwa ini adalah Amerika yang cukup besar untuk kita semua,” pungkasnya.
Sejarah Baru
Sepanjang kampanyenya, El-Sayed getol menyalurkan rasa frustrasi akar rumput terhadap politik Washington, kebijakan peningkat biaya ala Trump, dan hubungan AS dengan Israel. Ia juga tak segan berkampanye langsung dengan pemimpin sayap kiri vokal seperti Bernie Sanders dan Alexandria Ocasio-Cortez.
Kemenangan pria berusia 42 tahun dari generasi pascatragedi 9/11 ini menjadi tonggak sejarah bagi warga Muslim Amerika usai tokohnya terus diserang retorika Islamofobia. Seorang Muslim Arab-Amerika, Roula Allouch, mengaku merinding melihat kesuksesan kampanye tersebut.
“Saya bangga dengan Abdul, kampanye yang dijalankannya, keluarganya atas ketekunan mereka melalui semua kebencian, retorika Islamofobia yang dilontarkan kepadanya sepanjang kampanye ini,” ungkap Allouch.
Seorang wanita Muslim lainnya di kerumunan juga mengaku sangat terharu dengan pencapaian El-Sayed yang berjanji akan berjuang untuk kaumnya.
“Ia membuat kami sangat bangga dan itu membuat kami merasa dapat berdiri sedikit lebih tegak,” tuturnya.
Dalam pidato kemenangannya, ia turut menggunakan ungkapan bahasa Arab ‘Alhamdulillah’. Ia lantas menyindir Partai Republik dengan menjelaskan bahwa frasa itu hanya berarti segala puji bagi Tuhan.
Kursi Senat Michigan sebelumnya dipegang oleh pensiunan politikus Demokrat, Gary Peters. Pemilihan kali ini dianggap oleh para analis sebagai salah satu persaingan paling ketat dalam pemilu sela hari Selasa lalu.
Kemenangan El-Sayed dipastikan semakin memperkuat kendali Demokrat atas Senat AS. Keberhasilan ini mengukuhkan gelombang kemenangan partai tersebut, termasuk di wilayah-wilayah yang selama ini menjadi basis kuat Republik.
Dalam pemilihan presiden, Michigan sendiri dikenal sebagai salah satu negara bagian persaingan utama. Negara bagian ini pernah memilih Joe Biden pada tahun 2020 namun beralih dikuasai oleh Trump pada 2024.
Banyak pihak yang awalnya mempertanyakan dampak dukungan menit terakhir Stevens kepada kubu Republik. Pimpinan Demokrat menyebut langkah itu sebagai pengkhianatan tercela yang memicu mundurnya staf Stevens secara massal.
(tps/tps)




