Monday, October 26, 2026
26.7 C
Indonesia

China Wanti-Wanti Perang Baru Ancam Bumi, Minta PBB Bertindak

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai China Wanti-Wanti Perang Baru Ancam Bumi, Minta PBB Bertindak yang sedang hangat diperbincangkan.




Jakarta, – China memperingatkan meningkatnya risiko perlombaan senjata dan potensi konflik bersenjata di antariksa seiring pesatnya perkembangan teknologi serta aktivitas eksplorasi luar angkasa. Beijing mendesak negara-negara di dunia memperkuat tata kelola global untuk menjaga antariksa tetap damai dan aman.

Hal ini terungkap dalam dokumen berjudul China’s Position on Strengthening Outer Space Governance, dilihat , Senin (26/11/2026). China menilai aturan hukum internasional yang mengatur aktivitas antariksa saat ini semakin tertinggal dibandingkan pesatnya perkembangan teknologi dan meningkatnya kegiatan eksplorasi, pengembangan, serta pemanfaatan luar angkasa.

“Risiko perlombaan senjata di antariksa dan kecenderungan menjadikan antariksa sebagai medan konflik baru telah menjadi ancaman dan tantangan terbesar bagi keamanan antariksa,” demikian pernyataan China dalam dokumen tersebut yang dirilis Jumat, dimuat juga oleh Xinhua.

Beijing menilai penguatan tata kelola antariksa global kini menjadi persoalan mendesak bagi umat manusia. Ini pun sekaligus menjadi tanggung jawab bersama seluruh negara.

China juga menyoroti ketimpangan kemampuan teknologi antariksa antarnegara. Terbatasnya akses negara-negara berkembang terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi luar angkasa dinilai dapat menghambat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Menurut China, antariksa tidak hanya berkaitan dengan eksplorasi ilmiah, tetapi juga berpengaruh terhadap pembangunan ekonomi, keamanan nasional, kemajuan teknologi, dan kesejahteraan masyarakat dunia.

Karena itu, hasil eksplorasi antariksa seharusnya memberikan manfaat bagi seluruh negara, bukan hanya segelintir negara yang memiliki kemampuan teknologi tinggi.

China Tolak Antariksa Jadi Medan Perang

Dalam dokumen tersebut, China menekankan pentingnya mempertahankan pemanfaatan antariksa untuk tujuan damai dan menentang upaya menjadikan luar angkasa sebagai arena konflik militer. Beijing menyerukan agar negara-negara menentang kebijakan militer ofensif di antariksa serta mengambil langkah-langkah yang memungkinkan untuk mencegah perlombaan senjata di luar angkasa.

China juga mendorong penyusunan instrumen hukum internasional mengenai pengendalian senjata di antariksa. Negara-negara diminta kembali menegaskan prinsip untuk tidak mengancam atau menggunakan kekuatan dalam hubungan internasional, termasuk terhadap objek-objek antariksa.

Selain itu, China menilai hukum internasional, termasuk Traktat Antariksa Luar (Outer Space Treaty), harus menjadi dasar pengaturan aktivitas di luar angkasa. Beijing juga menyatakan tidak boleh ada negara yang menyalahgunakan hukum domestiknya untuk menciptakan hambatan atau menjatuhkan sanksi sepihak terhadap aktivitas antariksa negara lain.

Minta Negara Berkembang Diberi Akses

China turut mendorong pemerataan akses terhadap teknologi dan pemanfaatan antariksa. Negara-negara diminta meningkatkan kerja sama penelitian, pertukaran teknologi, serta pelatihan tenaga ahli, terutama untuk membantu negara berkembang memperkuat kapasitasnya.

Menurut dokumen tersebut, teknologi antariksa juga perlu dimanfaatkan untuk kebutuhan yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, seperti mitigasi bencana, bantuan darurat, dan penanganan perubahan iklim. China juga mendukung pengembangan inovasi di bidang layanan perbaikan dan pemeliharaan satelit di orbit, eksplorasi antariksa jauh, serta pertahanan terhadap asteroid yang mendekati Bumi.

Di sisi lain, aktivitas antariksa komersial dinilai perlu diatur melalui sistem regulasi nasional yang memastikan kepatuhan terhadap hukum nasional dan internasional. Pengaturan tersebut diperlukan agar kegiatan komersial tidak melanggar hak dan kepentingan sah negara lain, termasuk dengan menghindari keterlibatan yang melanggar hukum dalam konflik bersenjata maupun urusan dalam negeri negara lain.

PBB Jadi Jalur Utama 

Untuk memperkuat keamanan di luar angkasa, China mendorong peningkatan transparansi dan komunikasi antarnegara guna mengurangi risiko kesalahpahaman. Langkah yang diusulkan mencakup pertukaran informasi mengenai kebijakan dan aktivitas antariksa, pemberitahuan peluncuran, peringatan potensi tabrakan, serta informasi mengenai masuknya kembali objek antariksa ke atmosfer, termasuk sampah antariksa.

China juga menyerukan penguatan koordinasi internasional dalam pengelolaan lalu lintas antariksa dan mitigasi sampah antariksa. Dalam tata kelola global, Beijing menempatkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai jalur utama untuk menyusun dan memperkuat aturan mengenai aktivitas luar angkasa.

China turut mendorong peningkatan keterwakilan dan peran negara-negara berkembang dalam proses pengambilan keputusan, serta menentang pengaturan yang diskriminatif dan eksklusif. Secara keseluruhan, China mengusulkan tata kelola antariksa yang terbuka, adil, dan efektif melalui partisipasi luas, kerja sama internasional, serta penghormatan terhadap hukum internasional.

Sebenarnya, dokumen tersebut menegaskan posisi Beijing bahwa perkembangan aktivitas antariksa harus diimbangi dengan aturan yang memadai. Hal ini penting agar kemajuan teknologi tidak meningkatkan risiko konflik dan ancaman terhadap keamanan global.

(sef/sef)

Sumber

Sedang Hangat

Para Istri Pejabat Tulungagung Pelesiran Pakai APBD Bertajuk Studi Referensi

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Para Istri...

Eks Bupati Gowa Sitti Husniah Ditahan Kasus Pemerasan dan TPPU

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Eks Bupati...

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp18.135 per Dolar AS Sore Ini

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Rupiah Ditutup...

Guru Besar Unhas Sebut Illicit Enrichment Tak Perlu Masuk RUU Perampasan Aset

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Guru Besar...

Ledakan Diduga Tabung Gas di Surabaya, Belasan Rumah Hancur

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Ledakan Diduga...

Topik Terbaru

Para Istri Pejabat Tulungagung Pelesiran Pakai APBD Bertajuk Studi Referensi

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Para Istri...

Eks Bupati Gowa Sitti Husniah Ditahan Kasus Pemerasan dan TPPU

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Eks Bupati...

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp18.135 per Dolar AS Sore Ini

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Rupiah Ditutup...

Guru Besar Unhas Sebut Illicit Enrichment Tak Perlu Masuk RUU Perampasan Aset

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Guru Besar...

Ledakan Diduga Tabung Gas di Surabaya, Belasan Rumah Hancur

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Ledakan Diduga...

BEI Gaet Investor Asing di Komite HSC

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai BEI Gaet...

Pramono Sebut JRF dan Konser Ye Hasilkan Dampak Ekonomi Rp 625 M

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Pramono Sebut...

Pria di Madiun Bunuh Istri Siri-Anak, Jasad Dibakar dan Digiling Mesin

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Pria di...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories