Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Ledakan Diduga Tabung Gas di Surabaya, Belasan Rumah Hancur yang sedang hangat diperbincangkan.
Jakarta, —
Ledakan dahsyat diduga akibat kebocoran tabung gas 12 kilogram menghancurkan belasan bangunan di Jalan Kupang Segunting, Kelurahan Dr Soetomo, Kecamatan Tegalsari, Surabaya, Senin (26/10) pagi. Insiden ini mengakibatkan dua lansia terluka.
Ketua Tim Kerja Operasional Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya, Arif Sunandar, mengatakan peristiwa ini terjadi sekitar pukul 07.22 WIB.
Kuatnya tekanan ledakan membuat atap dan bagian dalam rumah korban hancur berantakan. Efek ledakan juga merusak sejumlah rumah warga di sekitarnya dengan tingkat kerusakan mulai dari ringan hingga berat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Enam rumah rusak berat hingga sedang, enam rumah lain rusak ringan,” kata Arif.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Surabaya, Linda Novanti, mengatakan kejadian ledakan mengakibatkan dua lansia terluka. Para korban langsung dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan medis darurat.
“Jumlah korban luka dua jiwa dengan rincian, inisial JL [54] luka bakar 75 persen serta RLOA [84] terkena serpihan kaca di bagian tangan sebelah kiri,” ucap Linda.
Dugaan kebocoran gas ini diperkuat oleh keterangan saksi mata, Agus Pramono (51). Ia menyebut warga sekitar sempat mencium bau gas yang sangat menyengat sebelum terdengar bunyi ledakan keras.
“Sekitar jam 7.25 WIB tadi, ada suara teriakan dari rumah itu. Ternyata tabung gas di rumah milik korban bocor, lalu ada percikan api listrik dan langsung meledak,” ujar Agus.
Di tengah proses evakuasi bangunan yang hancur, petugas sempat menyelamatkan empat ekor anak anjing peliharaan yang terjebak di lantai dua rumah korban.
Inafis Polrestabes Surabaya bersama kepolisian setempat telah memasang garis polisi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mendalami penyebab pasti ledakan.
“Personel BPBD Surabaya melakukan pembersihan puing-puing di lokasi bangunan yang terdampak, juga menghalau warga agar tidak mendekat ke lokasi kejadian,” ujar Linda menambahkan.
(frd/har)




