Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Cak Imin Mau Warga Miskin RI Naik Kelas Lewat Usaha Pertanian yang sedang hangat diperbincangkan.
Jakarta, —
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menyiapkan program pemberdayaan masyarakat miskin melalui usaha pertanian, mulai dari penanaman cabai dan singkong hingga peternakan ayam.
Program tersebut akan menyasar 88 kabupaten/kota prioritas kemiskinan yang tersebar di seluruh Indonesia.
Cak Imin mengatakan pemerintah akan menentukan lokasi, komoditas, dan model usaha yang sesuai untuk mempercepat penanganan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Penanggulangan kemiskinan yang paling efektif dan tepat adalah melalui pemberdayaan,” kata Cak Imin usai rapat koordinasi bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Jakarta Selatan, Senin (19/10).
Menurut Cak Imin, pemberdayaan ditujukan untuk membantu masyarakat meningkatkan taraf ekonomi sehingga jumlah penerima bantuan sosial (bansos) dapat berkurang.
Pengurangan tersebut diharapkan dapat memberikan ruang bagi anggaran untuk kembali digunakan dalam program pemberdayaan.
[Gambas:Youtube]
Komoditas yang dibahas untuk program tersebut antara lain cabai, singkong, kopi, dan peternakan ayam. Pemerintah akan menentukan pilihan berdasarkan lokasi dan potensi usaha yang dapat dikembangkan di wilayah sasaran.
“Selain lokasinya yang miskin, kita juga komoditasnya, serta model-model pemberdayaan yang cepat. Misalnya peternakan, penanaman komoditas misalnya kopi, cabai, singkong, peternakan ayam,” tutur dia.
Cak Imin menyebut terdapat 88 kabupaten/kota prioritas penanganan kemiskinan di seluruh Indonesia. Pemerintah akan memilah wilayah yang paling membutuhkan penanganan untuk dijadikan proyek percontohan atau piloting, dengan mempertimbangkan anggaran yang tersedia.
Menko PM mengatakan program pemberdayaan akan mencakup proses dari hulu hingga hilir, mulai dari penyiapan lahan, penanaman atau peternakan, pengolahan produk, pengemasan, hingga pemasaran.
Untuk jangka pendek, pemerintah akan mendorong usaha yang dapat segera dikembangkan, seperti peternakan. Sementara itu, penyiapan lahan menjadi salah satu fokus jangka menengah.
“Jangka pendeknya, gimana peternakan cepat tumbuh di situ. Gimana produknya terserap, gimana kemasan dari produk singkong supaya bisa ke pasar, langsung,” imbuh Cak Imin.
Untuk jangka panjang, pemerintah akan mendorong hilirisasi pertanian dan industri berbasis sumber daya alam. Cak Imin mencontohkan pengolahan kelapa menjadi produk yang telah menembus pasar ekspor sebagai model pemberdayaan yang dapat diperluas.
Ia mengatakan pelaksanaan program membutuhkan koordinasi lintas kementerian. Kementerian terkait akan berperan sesuai bidangnya, termasuk dalam pengolahan dan pengemasan produk, pemberdayaan desa, serta pengaturan perdagangan agar produk lokal dapat terserap pasar.
Terkait pendanaan, Cak Imin menjelaskan alokasi anggaran berada di masing-masing kementerian. Sementara itu, Kemenko PM bertugas mengoordinasikan dan memfokuskan penggunaan anggaran pada target program.
“Kalau Menko kan cuma mengoordinir. Semua alokasi ada di kementerian-kementerian. Di antara alokasi anggaran di kementerian itu kita arrangement, kita perkuat, kita focusing, menjadi target utama,” ujar Cak Imin.
(del/ins)




