Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Potret Kabut Asap Oranye Pekat Akibat Karhutla Selimuti Kalteng yang sedang hangat diperbincangkan.
BPBD setempat mencatat sebanyak 27.878 titik api telah terdeteksi di kabupaten tersebut sejak Januari.
Warga menaiki perahu kayu di Sungai Kahayan saat kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah, Minggu (18/10/2026). (REUTERS/Arief Rahman Septian Prathama)
Kabut asap akibat karhutla terus berlangsung menyelimuti sebagian wilayah Kalteng, termasuk Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat. Kondisi ini mengganggu aktivitas sehari-hari dan merugikan dunia usaha. REUTERS/Soepriyadi Gunawan)
Warga menuturkan bahwa situasi telah memburuk setelah hampir tiga bulan terpapar asap dan menyebabkan kualitas udara di Kabupaten Kotawaringin Barat terus berada pada tingkat yang tidak sehat berbahaya, selama berbulan-bulan akibat kebakaran yang tak kunjung padam. (REUTERS/Arief Rahman Septian Prathama)
“Kami sudah merasakan dampak kabut asap ini selama hampir tiga bulan, tetapi kondisinya menjadi jauh lebih parah dalam beberapa minggu terakhir,” ujar Wahyudi, seorang penjual gorengan berusia 37 tahun di Pangkalan Bun. Ia menambahkan bahwa kini semakin sedikit orang yang berani keluar rumah karena khawatir dengan asap tersebut. (REUTERS/Soepriyadi Gunawan)
Di wilayah-wilayah terpencil di Kabupaten Kotawaringin Barat, kebakaran terus melanda kawasan hutan. Medan yang sulit serta minimnya sumber air di sekitar lokasi menyulitkan upaya untuk menjangkau sejumlah titik api. (REUTERS/Arief Rahman Septian Prathama)
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat sebanyak 27.878 titik api telah terdeteksi di kabupaten tersebut sejak Januari. Pihak berwenang telah melaksanakan 614 operasi pemadaman dan menangani kebakaran yang mencakup lahan seluas 2.902 hektare. (REUTERS/Arief Rahman Septian Prathama)




