Tuesday, October 6, 2026
20.1 C
Indonesia

DBH Migas Siak Anjlok, Pertemuan Bupati dan Kemenkeu Deadlock

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai DBH Migas Siak Anjlok, Pertemuan Bupati dan Kemenkeu Deadlock yang sedang hangat diperbincangkan.


Jakarta, —

Pertemuan antara Bupati Siak Afni Zulkifli dan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Nufransa Wira Sakti terkait anjloknya alokasi Dana Bagi Hasil (DBH) Minyak dan Gas Bumi (Migas) berujung buntu (deadlock).

Afni mengungkap audiensi yang digelar pada Senin (5/10) tersebut hanya mengurai akar permasalahan tanpa menghasilkan solusi konkret bagi daerah.

“Jadi bisa dikatakan agak deadlock, hanya bisa menerima tanpa tahu solusinya itu seperti apa,” ujar Afni dalam unggahan di akun Instagram pribadinya @afni.zulkifli pada Senin (5/10).

Dalam pertemuan yang turut dihadiri jajaran pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Siak itu, Afni mempertanyakan proyeksi DBH Migas Kabupaten Siak pada 2027 yang merosot drastis.






Alokasi yang sebelumnya pernah menembus angka Rp600 miliar kini diproyeksikan anjlok tajam menjadi hanya Rp36 miliar pada tahun depan.

Penyusutan drastis tersebut dilatarbelakangi postur APBN 2027. Kemenkeu menjelaskan pemerintah pusat dan DPR RI hanya menyetujui total pagu DBH sebesar Rp63,3 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp59,3 triliun dialokasikan untuk DBH reguler, sedangkan porsi untuk mencicil utang kurang bayar kepada daerah hanya dipatok Rp4 triliun.

[Gambas:Youtube]

Angka pelunasan tersebut dinilai sangat timpang dari total kewajiban utang pusat yang mencapai Rp70 triliun sejak 2023. Alokasi terbatas sebesar Rp4 triliun itu kemudian dibagi rata secara proporsional ke berbagai daerah penghasil.

Menurut Afni, dari kucuran Rp4 triliun yang dibagi secara proporsional ke berbagai daerah penghasil tersebut, Kabupaten Siak hanya menerima pelunasan tunggakan sebesar Rp143 miliar.

Selain persoalan DBH Migas, Afni juga menyoroti fiskal daerah akibat penarikan anggaran gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) daerah ke pusat.

Meski di atas kertas Kabupaten Siak mendapat surplus sekitar Rp10 miliar dari kebijakan itu, realisasinya mereka tetap kehilangan alokasi hingga Rp100 miliar.

Kondisi keuangan daerah kian terjepit lantaran Pemerintah Kabupaten Siak masih harus menanggung utang lebih dari Rp300 miliar kepada pihak ketiga atas proyek yang telah rampung, termasuk tunggakan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) selama dua bulan.

Guna mengatasi kondisi tersebut, Afni mengungkap sebenaranya sudah ditawari Kemenkeu untuk memanfaatkan program pembiayaan dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI bila ingin mendanai pembangunan infrastruktur.

Namun, Afni menolak tawaran tersebut karena daerah tidak mungkin mengambil proyek utang baru ketika tagihan infrastruktur sebelumnya belum terlunasi.

Lebih jauh, ia mempertanyakan asas keadilan dalam skema pembagian porsi kekayaan alam tersebut. Ia menyoroti pembagian hasil lifting migas yang sangat timpang, di mana Kabupaten Siak sebagai daerah penghasil hanya menerima porsi 6,5 persen, sedangkan 84 persen sisanya disetorkan ke pemerintah pusat.

“Kami akan terus berjuang semampu kami untuk meyakinkan bahwa DBH Migas ini adalah jantungnya sumber pendapatan daerah,” ujar Afni.

Dikonfirmasi terpisah, Nufransa Wira Sakti mengatakan pertemuannya dengan Bupati Siak juga membahas soal alternatif skema pembayaran kurang bayar DBH melalui operator investasi pemerintah yang telah direncanakan dalam Undang-Undang APBN 2027.

Namun, Nufransa belum dapat menjelaskan secara rinci mekanisme pembayaran tersebut. Ia mengatakan aturan mengenai skema tersebut masih dalam tahap pembahasan.

(dhz/ins)

Sumber

Sedang Hangat

Prabowo Minta Suahasil Nambah Anggaran Demi Target 70.000 Polisi Hutan – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Prabowo Minta...

Video: Satgas PRR: Ekonomi Sumatera Mulai Bangkit

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Video: Satgas...

BEM UI soal Dugaan Pengeroyokan Hafidz: Dipukul hingga Diancam Dibunuh

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai BEM UI...

Gus Ipul Berikan Sanksi ke ASN Kemensos yang Terlibat Judol

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Gus Ipul...

Prabowo Cerita Ada yang Coba Menyogok Dirinya – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Prabowo Cerita...

Topik Terbaru

Prabowo Minta Suahasil Nambah Anggaran Demi Target 70.000 Polisi Hutan – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Prabowo Minta...

Video: Satgas PRR: Ekonomi Sumatera Mulai Bangkit

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Video: Satgas...

BEM UI soal Dugaan Pengeroyokan Hafidz: Dipukul hingga Diancam Dibunuh

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai BEM UI...

Gus Ipul Berikan Sanksi ke ASN Kemensos yang Terlibat Judol

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Gus Ipul...

Prabowo Cerita Ada yang Coba Menyogok Dirinya – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Prabowo Cerita...

Puan Respons Gugatan Syarat Cawapres Gibran di MK

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Puan Respons...

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Rp 13,24 T Hasil Rampasan Satgas PKH

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Prabowo Hadiri...

BPK Ungkap Hasil Audit 20 Tahun, Rp163 T Uang Negara Bisa Diselamatkan – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai BPK Ungkap...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories