Sunday, October 4, 2026
29.4 C
Indonesia

Biaya Produksi Naik, Pedagang Terpaksa Perkecil Ukuran Tahu Tempe

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Biaya Produksi Naik, Pedagang Terpaksa Perkecil Ukuran Tahu Tempe yang sedang hangat diperbincangkan.


Jakarta, —

Wakil Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) Kusnoto mengungkapkan para perajin terpaksa memperkecil ukuran tahu dan tempe di pasaran untuk menghindari lonjakan harga jual di tengah himpitan biaya produksi yang kian mencekik.

“Kalau sekarang bukan hanya kedelai saja. Plastik naik, minyak goreng naik, daya beli juga seperti ini,” kata Kusnoto dikutip detikcom, Sabtu (3/10).

Kusnoto membeberkan bahwa tekanan ekonomi yang dihadapi perajin saat ini dipicu oleh membengkaknya berbagai komponen biaya produksi secara bersamaan. Lonjakan utama berasal dari harga kedelai impor yang meroket dari Rp9.500 menjadi Rp11.600 hingga Rp12.000 per kilogram (kg).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, beban perajin semakin berat akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), lonjakan harga plastik kemasan dari kisaran Rp20.000-Rp25.000 menjadi Rp35.000-Rp45.000 per kg, dan kurs dolar AS yang naik dari kisaran Rp14.500-Rp15.500 pada 2022 menjadi Rp18.000 pada 2026.

Kemudian, perajin juga terbebani oleh mahalnya harga minyak goreng seperti Minyakita yang naik dari HET Rp14.000 menjadi Rp15.700 per liter, serta melejitnya ongkos logistik.



Menghadapi situasi ini, para perajin terpaksa memutar otak agar dagangan mereka tetap laku. Data Gakoptindo mencatat harga jual tempe ukuran 250 gram dan tahu 500 gram saat ini sengaja ditahan di angka Rp5.000 saja. Langkah ini diambil karena perajin sangat khawatir jika harga dinaikkan, pembeli akan kabur dan pelanggan setia mereka pindah ke lain hati.

Sebagai contoh, jika seorang perajin menggunakan 1 kuintal kedelai dalam sehari, mereka biasanya bisa menghasilkan 22 batang tempe. Jika satu batang dijual Rp10 ribu, tempe yang sebelumnya dipotong menjadi enam bagian kini harus diiris menjadi tujuh bagian dalam satu batang dengan harga jual yang tetap sama.

Meski ukuran diperkecil dan harga ditahan, margin keuntungan perajin kini semakin sangat tipis. Sebagian besar produsen terpaksa mengurangi skala produksi, bahkan satu dua perajin sudah mulai menghentikan produksinya alias gulung tikar akibat tidak sanggup menanggung beban operasional yang membengkak.

Di sisi lain, Gakoptindo menilai program stabilisasi dan subsidi kedelai sekitar 250 ribu ton senilai Rp500 miliar yang disiapkan pemerintah belum mampu dirasakan manfaatnya secara langsung oleh para perajin di lapangan.

Menurut Kusnoto, skema bantuan tersebut baru bisa digunakan ketika harga kedelai menembus Rp12.500-Rp13.000 per kg, sehingga dinilai belum menjawab secara menyeluruh persoalan kenaikan komponen biaya produksi di luar kedelai.

“Kalau harga terus naik yang pasti bagi mereka yang punya modal akan tetap berproduksi walaupun katakanlah kedelai sampai harga Rp 15.000/kg, karena orang punya duit berapapun tempe harganya pasti di beli, namun juga enggak sedikit perajin yang bisa bertahan produksi, alias ya akan gulung tikar,” tuturnya.

(fln/isn)

Sumber

Sedang Hangat

3 Desa Terdampak Parah, Rumah Ibadah Rusak

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai 3 Desa...

Oktober Baru Hitungan Hari, RI Dilanda Berbagai Bencana

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Oktober Baru...

Legislator Dukung Kepemimpinan Jenderal Suyudi, Yakin SDM Polri Meningkat

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Legislator Dukung...

Daftar Lengkap Pejabat di Lingkaran Prabowo: Jumlahnya 166 Orang – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Daftar Lengkap...

Rumah Warga dan Sekolah Rusak Imbas Gempa M6,1 Guncang Sumba

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Rumah Warga...

Topik Terbaru

3 Desa Terdampak Parah, Rumah Ibadah Rusak

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai 3 Desa...

Oktober Baru Hitungan Hari, RI Dilanda Berbagai Bencana

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Oktober Baru...

Legislator Dukung Kepemimpinan Jenderal Suyudi, Yakin SDM Polri Meningkat

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Legislator Dukung...

Daftar Lengkap Pejabat di Lingkaran Prabowo: Jumlahnya 166 Orang – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Daftar Lengkap...

Rumah Warga dan Sekolah Rusak Imbas Gempa M6,1 Guncang Sumba

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Rumah Warga...

Kemenhub Bakal Larang Truk ODOL Beli Tiket Kapal Penyeberangan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kemenhub Bakal...

Era Baru Penyaluran Bansos RI, Data Digital Bisa Ungkap Aset-Kelayakan – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Era Baru...

Bukan Sebagai Penentu Penerima Bansos – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Bukan Sebagai...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories