Friday, October 2, 2026
19.1 C
Indonesia

BRI Paparkan Tiga Kunci UMKM Indonesia Tembus Pasar Global

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai BRI Paparkan Tiga Kunci UMKM Indonesia Tembus Pasar Global yang sedang hangat diperbincangkan.


Jakarta, —

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI memastikan diri tetap mendukung pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia untuk naik kelas hingga mampu menembus pasar global, yang dilakukan lewat pembiayaan, penguatan kapasitas dan literasi keuangan, serta pembukaan akses bisnis dan pasar internasional.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Commercial Banking BRI Alexander Dippo Paris Y. S. dalam Indonesia Economic Forum 2026 bertema “The Future of Indonesia’s Exports: Transforming Towards Value-Added, Competitive and Sustainable Growth”, yakni forum yang membahas strategi memperkuat daya saing ekspor Indonesia dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Komisi XI DPR RI Misbakhun, Direktur Utama DSI Luke Thomas Mahony dan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Fajarini Puntodewi.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dippo menyampaikan, ada tiga tantangan utama agar semakin banyak UMKM Indonesia mampu masuk ke pasar ekspor. Masing-masing adalah kapasitas usaha dan kualitas produksi, literasi keuangan, serta akses bisnis.

“Berangkat dari tiga hal tersebut, kami memberikan pembiayaan untuk membantu kapasitas, kami memberikan program pendampingan untuk membantu literasi, dan kami membuka sebesar-besarnya akses yang kami miliki untuk membantu akses bisnis dari UMKM,” ujar Dippo.



Menurutnya, pembiayaan menjadi fondasi awal bagi UMKM untuk meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produknya. Kemampuan memperoleh modal memungkinkan pelaku usaha memperbesar skala bisnis, meningkatkan kapasitas produksi, serta memenuhi standar yang dibutuhkan pasar yang lebih luas.

Komitmen tersebut terwujud dari portofolio kredit BRI. Hingga akhir triwulan II 2026, kredit kepada segmen UMKM mencapai Rp1.235,4 triliun, tumbuh 8,6% secara tahunan (year-on-year/yoy). Dengan capaian tersebut, sekitar 75,1% dari keseluruhan portofolio kredit dan pembiayaan BRI Group disalurkan kepada segmen UMKM.

Dippo mengingatkan, akses pembiayaan saja belum cukup untuk membawa UMKM menembus pasar global. Pelaku usaha juga perlu memiliki literasi keuangan dan tata kelola usaha yang baik, mengingat pasar ekspor memiliki tuntutan yang lebih kompleks, termasuk transparansi keuangan dan kemampuan memenuhi standar calon buyer.

“Ekspor itu bukan hanya menjual barang. Buyer di luar negeri juga menuntut adanya transparansi keuangan. Kemampuan dari produsen menjelaskan bagaimana cara memproduksi, bagaimana keuangannya, sumbernya dari mana, itu juga penting untuk dilihat dari sisi buyer,” tuturnya.

Untuk itu, BRI mengembangkan ekosistem pemberdayaan UMKM berdampingan dengan pembiayaan. Hingga Juni 2026, Desa BRILiaN telah menjangkau lebih dari 5.700 desa binaan, sementara Klasterku Hidupku telah menjangkau lebih dari 44 ribu klaster usaha.

Di sisi digital, LinkUMKM telah menjangkau sekitar 17,3 juta pelaku UMKM, sedangkan pendampingan melalui Rumah BUMN telah melibatkan sekitar 596 ribu pelaku UMKM.

“Yang paling berat adalah bagaimana secara pelan-pelan kita meningkatkan skala mereka, literasi mereka sampai mereka bisa diakses secara internasional. Ini tidak boleh dibalik. Kalau hari ini kita kasih akses tapi literasinya belum dapat, maka akses itu akan sia-sia juga,” tambah Dippo.

Setelah kapasitas dan kesiapan usaha diperkuat, tantangan berikutnya adalah mempertemukan UMKM dengan pasar. Dalam hal ini, BRI memanfaatkan ekosistem nasabah dari berbagai segmen melalui pendekatan One BRI Solution, yang memungkinkan pelaku UMKM terhubung dengan nasabah korporasi maupun komersial dan membuka peluang integrasi ke dalam rantai nilai yang lebih besar.

Pendekatan ini juga diwujudkan melalui BRI UMKM EXPO(RT). Pada penyelenggaraan 2025, ajang tersebut menghadirkan lebih dari 1.000 UMKM dengan realisasi commitment deal melalui business matching sebesar USD90,6 juta atau sekitar Rp1,5 triliun. Kegiatan tersebut juga mempertemukan UMKM dengan 506 pembeli terdaftar dari 34 negara.

Dippo mencontohkan potensi tersebut melalui pengembangan UMKM di sektor perikanan dan industri kayu di Jawa Timur. Menurutnya, BRI tidak bekerja sendiri dalam membuka akses pasar internasional, melainkan memanfaatkan ekosistem nasabah korporasi dan komersial yang telah memiliki hubungan bisnis dengan buyer di berbagai negara.

“Ketika mereka berhasil menjual produknya, mereka tidak sendiri. BRI tidak memberikan akses itu sendiri. Kita menggunakan nasabah-nasabah korporasi dan komersial kita yang kebetulan juga memiliki buyer di negara-negara tersebut. Jadi kolaborasi ini contohnya,” tutup Dippo.

(rea/rir)

Sumber

Sedang Hangat

Negara-Negara Arab Kecam Serangan ke Madinah, Provokasi ke Islam – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Negara-Negara Arab...

Kasus 1.048 Ton Udang Impor, Petambak Pesan Ini ke Pemerintah – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kasus 1.048...

Tak Terima Diusir, Ahli Pihak Gibran Laporkan Saldi Isra-Arsul ke MKMK

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Tak Terima...

Komisi D DPRD Harap Dana Cadangan DKI untuk Penanganan Banjir dan Perumahan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Komisi D...

Zulhas Pastikan Gaji Manajer Kopdes dari APBN: Melalui Agrinas

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Zulhas Pastikan...

Topik Terbaru

Negara-Negara Arab Kecam Serangan ke Madinah, Provokasi ke Islam – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Negara-Negara Arab...

Kasus 1.048 Ton Udang Impor, Petambak Pesan Ini ke Pemerintah – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kasus 1.048...

Tak Terima Diusir, Ahli Pihak Gibran Laporkan Saldi Isra-Arsul ke MKMK

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Tak Terima...

Komisi D DPRD Harap Dana Cadangan DKI untuk Penanganan Banjir dan Perumahan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Komisi D...

Zulhas Pastikan Gaji Manajer Kopdes dari APBN: Melalui Agrinas

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Zulhas Pastikan...

Singapura Punya Senjata Keamanan Baru, Bobotnya 2.700 Ton – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Singapura Punya...

Musim Liburan Berakhir, Tingkat Hunian Hotel Kembali Merosot

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Musim Liburan...

Profil Syahganda Nainggolan, Aktivis Jadi Kepala Bakom Gantikan Qodari

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Profil Syahganda...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories