Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kemendagri Dorong Pemda Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik yang sedang hangat diperbincangkan.
Jakarta –
Kualitas pelayanan publik menjadi salah satu tolok ukur penting dalam keberhasilan pembangunan daerah. Pemerintah daerah (pemda) tidak hanya dituntut meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh layanan yang mudah, cepat, terintegrasi, dan tepat sasaran.
Pelayanan publik mencakup berbagai kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari administrasi kependudukan, kesehatan, pendidikan, hingga akses terhadap berbagai program pemerintah. Seiring perkembangan teknologi, transformasi digital menjadi salah satu upaya yang terus didorong untuk meningkatkan kualitas layanan tersebut.
Menteri Dalam Negeri RI (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian membeberkan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat infrastruktur digital guna mendukung implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) atau e-government.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu fokusnya adalah memperkuat integrasi identitas digital melalui kolaborasi antarlembaga. Dalam konteks tersebut, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) terus didorong untuk meningkatkan integrasi layanan dengan kementerian dan lembaga (K/L) lainnya, termasuk Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes).
Salah satu bentuk implementasinya adalah integrasi layanan administrasi akta kelahiran secara daring. Melalui sistem yang terhubung, informasi mengenai kelahiran anak di fasilitas kesehatan dapat diteruskan kepada Dukcapil sehingga dokumen administrasi kependudukan dapat diproses secara lebih cepat.
“Sekarang kami mau integrasikan dengan Kemenkes, nanti launching hari Jumat. Yaitu, setiap anak-anak yang lahir di fasilitas kesehatan Kementerian Kesehatan, baik di rumah sakit pusat, rumah sakit daerah, Puskesmas, kita connect,” ujar Tito, beberapa waktu lalu.
“Begitu dia lahir, maka nanti Dukcapil, dari Kemenkes menyampaikan informasi pada Dukcapil, Dukcapil nanti akan mengeluarkan langsung surat akta kelahirannya online,” sambungnya.
Integrasi tersebut diharapkan dapat memangkas proses administratif yang harus dilakukan masyarakat secara terpisah. Dengan sistem yang saling terhubung, pelayanan dapat dilakukan secara lebih cepat dan efisien.
Tito menilai inovasi digital harus diikuti dengan kesiapan infrastruktur dan sistem yang memadai. Menurutnya, kualitas pelayanan publik akan sangat bergantung pada keandalan sistem digital yang digunakan.
Karena itu, jajaran Ditjen Dukcapil maupun Dinas Dukcapil (Disdukcapil) di daerah diminta memastikan layanan digital dapat berjalan secara optimal. Gangguan pada sistem, menurut Tito, dapat berdampak langsung terhadap masyarakat yang membutuhkan pelayanan.
Pemerintah pun terus memperkuat berbagai aspek pendukung, mulai dari jaringan dan kapasitas bandwidth, sistem keamanan, backup system, hingga sumber daya manusia (SDM) yang mengelola layanan digital.
Aspek keamanan juga menjadi perhatian untuk memastikan data kependudukan yang digunakan dalam berbagai layanan pemerintah tetap terlindungi.
“Oleh karena itu, sistem security-nya juga diperkuat. Menggunakan standar ISO 27001 yang merupakan standar BSSN, Badan Siber dan Sandi Negara,” kata Tito.
Penguatan pelayanan publik juga menjadi bagian dari Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Sulawesi, yang digelar detikcom bersama Kemendagri. Ajang ini memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah dengan kinerja terbaik dalam sejumlah bidang, termasuk pengelolaan sampah dan lingkungan asri, peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan, perluasan akses pendidikan, serta implementasi Program 3 Juta Rumah.
Sebelumnya, acara ini digelar di berbagai kota, seperti Batam (Regional Sumatera), Bali (Regional Jawa dan Bali) dan Balikpapan (Regional Kalimantan). Melalui penghargaan tersebut, pemda diharapkan semakin terdorong untuk menghadirkan inovasi, memperkuat kolaborasi, dan menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.
Gelaran Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Sulawesi diharapkan dapat mendorong pemda untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan menghadirkan berbagai terobosan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Selain itu, penghargaan ini juga diharapkan dapat memacu persaingan positif antardaerah dalam menghadirkan kinerja pemerintahan yang semakin baik. Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Sulawesi akan digelar pada hari ini, pukul 19.00 WITA.
Acara ini bisa disaksikan secara langsung di detikcom dan detikSulsel. Yuk, jadi saksi dari berbagai inovasi dan inspirasi bagi daerah lain dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih mudah, cepat, terintegrasi, dan berkualitas!
(akn/ega)




