Friday, September 18, 2026
28.3 C
Indonesia

Cerita Prabowo ‘Izinkan’ KPK Lanjut Proses Anak Buah yang Korupsi

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Cerita Prabowo ‘Izinkan’ KPK Lanjut Proses Anak Buah yang Korupsi yang sedang hangat diperbincangkan.


Jakarta,

Presiden Prabowo Subianto menceritakan momen Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta izin melanjutkan proses hukum dugaan korupsi yang dilakukan jajarannya.

Prabowo menyebut KPK menanyakan kepadanya apakah mereka dapat melanjutkan proses hukum yang berjalan terhadap pejabat tersebut.

Ia menyatakan tak pandang bulu terhadap penegakan hukum. Jika memang KPK memiliki cukup bukti, ia meminta mereka untuk melanjutkan proses hukum tetap berjalan.



ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Ada, tahu-tahu KPK ada datang ke saya bilang, ‘Pak, ini’, ya kan. ‘Pejabat ini begini, begini, begini’. Ya gimana saya ya kan. ‘Apa kami diizinkan untuk menahan?” kata Prabowo dalam Program Presiden Menjawab, Kamis (18/9).

“You ada bukti? Kalau ada bukti silahkan’, saya bilang. Tahu-tahu ada kejadian ya. Ada, wamen saya, ya itu tanggung jawab dia,” lanjutnya.





Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyatakan bahwa ia tak pandang bulu dalam menegakkan kasus korupsi, termasuk bagi orang dekatnya yang disebut juga tak kebal hukum.

Ia bahkan kembali menyinggung kasus dugaan korupsi yang menjerat Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) sekaligus mantan anggota tim suksesnya, Dadan Hindayana.

“Saya sudah buktikan. Pak Dadan itu tim sukses saya, tim pakar saya. Saya yang angkat di Kepala BGN. Saya juga yang serahkan ke kejaksaan,” kata dia.

Selama hampir dua tahun kepemimpinan Prabowo, terdapat setidaknya dua wakil menteri Kabinet Merah Putih yang diproses hukum oleh KPK.

Pertama adalah eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer alias Noel dan eks Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim.

Noel dijerat dalam kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), sedangkan Silmy dalam kasus dugaan pemerasan serta gratifikasi terkait pengurusan izin tinggal warga negara asing.

(mnf/fra)

Sumber

Sedang Hangat

Soal Kelola Keuangan Negara, RI Bisa Tiru Selandia Baru – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Soal Kelola...

Heboh Botol Miras dan Pungli Parkir di Kalijodo

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Heboh Botol...

Bos BGN Buka Peluang Sekolah Tolak MBG, Ini Syaratnya

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Bos BGN...

Penampakan Desa Berpenduduk 400 Orang Mau Merdeka dari Inggris – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Penampakan Desa...

Pansus DPD Dorong Peta Jalan Penanganan Konflik di Papua

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Pansus DPD...

Topik Terbaru

Soal Kelola Keuangan Negara, RI Bisa Tiru Selandia Baru – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Soal Kelola...

Heboh Botol Miras dan Pungli Parkir di Kalijodo

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Heboh Botol...

Bos BGN Buka Peluang Sekolah Tolak MBG, Ini Syaratnya

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Bos BGN...

Penampakan Desa Berpenduduk 400 Orang Mau Merdeka dari Inggris – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Penampakan Desa...

Pansus DPD Dorong Peta Jalan Penanganan Konflik di Papua

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Pansus DPD...

Arahan Presiden, Mendagri Akan Kumpulkan Kepala Daerah Gencarkan Indonesia ASRI

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Arahan Presiden,...

Induk Daily Mirror PHK 220 Wartawan di Tengah Gempuran AI

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Induk Daily...

Negara Ini Krisis Nasional karena HIV, Kasus Melonjak 27% – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Negara Ini...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories