Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Fadli Zon Umumkan Galeri Nasional Segera Direvitalisasi, Akan Ada Koleksi Istana yang sedang hangat diperbincangkan.
Jakarta –
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengumumkan rencana revitalisasi Galeri Nasional Indonesia. Pengumuman itu disampaikannya saat pembukaan pameran perupa almarhum Nasirun.
Pameran bertajuk ‘Nasirun (1965-2026): Bersimpuh di Kaki Para Guru Mengabulkan Keinginan Nasirun yang Belum Sempat Terwujud’ itu digelar di Galeri Nasional, Jakarta Pusat, Sabtu (12/9/2026) malam.
“Sekaligus pada malam hari ini saya juga mengumumkan bahwa ini adalah pameran terakhir sebelum Galeri Nasional direvitalisasi,” kata Fadli Zon dalam sambutannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menerangkan, pameran penghormatan bagi maestro Nasirun ini akan digelar selama sekitar satu bulan. Setelah itu, revitalisasi Galnas akan langsung langsung dilakukan.
“Jadi pameran ini akan berlangsung kurang lebih satu bulan, setelah itu Galeri Nasional akan direvitalisasi. Jadi akan lebih representatif,” ucapnya.
Politikus Partai Gerindra itu menjelaskan bahwa nantinya penataan ulang tersebut akan memperluas area ruang pamer serta menyediakan ruang untuk pameran tetap. Bahkan, kata dia, memproyeksikan Gedung A menjadi etalase utama karya-karya terbaik koleksi negara dan istana kepresidenan.
“Ruang pamer akan semakin banyak dan akan menjadi pameran tetap. Dan ke depan nanti Gedung A ini akan menjadi pameran tetap untuk koleksi nasional, termasuk koleksi Istana akan kita tampilkan juga di sini secara permanen,” jelasnya.
Fadli Zon mengatakan pameran kali ini disiapkan khusus sebagai wujud penghormatan bagi Nasirun yang berpulang beberapa waktu lalu.
Pameran ini juga menjadi ikhtiar para kurator serta insan seni untuk mengabulkan impian Nasirun yang belum tuntas, yakni memamerkan karyanya berdampingan langsung dengan karya para gurunya.
“Beberapa hari yang lalu saya juga hadir di dalam kegiatan 40-harian Nasirun di kediaman beliau di Yogyakarta. Memang kepergian yang sangat mendadak. Begitu juga dengan pameran ini adalah juga pameran yang mendadak karena kepergian Mas Nasirun,” turur Fadli.
Dalam kesempatan itu, dia turut mengapresiasi para kurator yang berhasil menyusun dialog artistik antara karya Nasirun dengan deretan karya pelukis senior idolanya. Nasirun dikenal sangat menghormati pendahulunya.
“Ini merupakan satu conversation antara Nasirun dengan guru-gurunya. Ada karya-karya Mas Nasirun, ada karya-karya guru-guru beliau. Kita memang kehilangan seorang figur besar di dalam dunia seni rupa Indonesia yang tidak kalah dari nama-nama guru beliau,” ucap Fadli Zon.
Pembukaan pameran itu turut dihadiri Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo serta ulama sekaligus budayawan KH. D. Zawawi Imron tersebut. Dia mengapresiasi kehadiran kedua tokoh dalam acara seni.
“Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih. Pak Kapolri khususnya nih, jarang-jarang Pak Kapolri ini hadir untuk melihat sebuah pameran seni rupa. Mudah-mudahan ke depan semakin sering,” imbuh Fadli Zon.
|
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri pembukaan Pameran Nasirun bertajuk ‘Bersimpuh di Kaki Para Guru’ di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat. (Dok. Istimewa)
|
Dia kemudian berbicara tentang amanat konstitusi Pasal 32 UUD 1945 terkait kewajiban negara memajukan kebudayaan nasional. Dia menyatakan bahwa memajukan kebudayaan nasional Indonesia itu adalah tugas kita bersama.
“Amanat konstitusi yang selalu saya kutip di berbagai tempat, Pasal 32 UUD 1945 bunyinya adalah ‘Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kemerdekaan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya.’ Jadi ini luar biasa perintah konstitusi kita,” pungkasnya.
(ond/fca)




