Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Prabowo Hadiri KTT ke-18 BRICS di India, Disambut Pelukan Hangat PM Modi yang sedang hangat diperbincangkan.
Jakarta –
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 BRICS di New Delhi, India. Kedatangan Prabowo disambut langsung oleh Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi.
Dilihat detikcom melalui YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo tiba di Bharat Mandapam, New Delhi, Sabtu (12/9/2026) siang waktu setempat. Prabowo tampak mengenakan setelan jas abu-abu tua, dasi biru, dan peci hitam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setibanya di lokasi, Prabowo disambut pasukan jajar kehormatan yang telah berbaris di area acara. Prabowo kemudian berjalan melewati karpet merah menuju lokasi penyelenggaraan KTT BRICS.
Di area penyambutan, Prabowo bertemu langsung dengan PM Modi. Keduanya saling memberikan salam namaste sebelum kemudian berpelukan hangat.
|
Prabowo disambut langsung pelukan hangat PM India Narendra Modi. (Foto: YouTube Setpres)
|
Prabowo dan Modi lalu bersalaman dan berfoto bersama dengan latar belakang logo BRICS. Keduanya juga sempat berbincang singkat sebelum Modi mengantarkan Prabowo menuju area acara.
Sejumlah pemimpin negara anggota dan mitra BRICS turut hadir dalam KTT ini, termasuk Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Indonesia menjadi anggota penuh BRICS pada 1 Januari 2025 dan untuk pertama kalinya berpartisipasi sebagai anggota penuh dalam KTT BRICS ke-17 di Rio de Janeiro pada Juli 2025. Kehadiran Presiden Prabowo Subianto pada KTT BRICS ke-18 di New Delhi menandai partisipasi kedua Indonesia dalam BRICS sebagai anggota penuh.
Dalam keterangan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI), Indonesia akan membawa 5 agenda kepentingan nasional sekaligus yang sejalan dengan prioritas keketuaan BRICS India 2026.
Pertama, Indonesia mendorong penguatan tata kelola global dan reformasi sistem perdagangan dunia yang inklusif, terbuka, dan non-diskriminatif dengan WTO sebagai fondasi utama.
Kedua, Indonesia mendorong penguatan kerja sama dalam menghadapi perubahan iklim dan mewujudkan keadilan ekologis global. Dalam forum BRICS 2026, Indonesia menekankan bahwa perlindungan ekosistem dan ketahanan iklim merupakan bagian penting dari pembangunan berkelanjutan.
Ketiga, Indonesia mendukung penguatan New Development Bank (NDB) dan masih menyelesaikan proses internal untuk bergabung sebagai anggota NDB. Keempat, Indonesia aktif dalam agenda kekayaan intelektual. Indonesia membawa inisiatif mengenai tata kelola royalti digital global dan sebelumnya telah memperkenalkan Protokol Jakarta dalam forum BRICS Intellectual Property Offices.
Kelima, kerja sama BRICS juga mencakup bidang ketahanan pangan, pertanian, kesehatan, pendidikan, pembangunan perkotaan, energi, serta perdagangan dan investasi.
(eva/idh)




