Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Adam Foroughi, Imigran Iran Berharta Rp197 T yang Sukses di AS yang sedang hangat diperbincangkan.
Jakarta, —
Adam Foroughi adalah salah satu imigran asal Iran tersukses di Amerika Serikat (AS). Kekayaan konglomerat berusia 46 tahun ini berasal dari raksasa teknologi periklanan, AppLovin.
Forbes mencatat, per Minggu (23/8), total kekayaan Foroughi mencapai US$11,2 milar atau sekitar Rp197,67 triliun (asumsi kurs Rp17.649 per dolar AS).
Tumpukan hartanya itu membuat Forbes menempatkan Foroughi pada peringkat ke-10 pada Daftar Imigran Terkaya di AS pada 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas bagaimana kisah hidup Foroughi hingga bisa sukses di Negeri Paman Sam?
Dilansir dari berbagai sumber, Foroughi lahir di Teheran, Iran pada 1980. Saat Foroughi masih kecil, keluarganya pindah ke California, AS untuk melarikan diri dari Perang Iran-Irak. Di sana, ayahnya sukses mendirikan perusahaan konstruksi.
Setelah lulus dari Aliso Niguel High School, Foroughi melanjutkan studi ekonomi di salah satu kampus terbaik AS, University of California, Berkeley.
Lulus dari Berkeley, Foroughi sempat bekerja sebagai pedagang instrumen investasi derivatif sebelum akhirnya mendirikan dua bisnis pemasaran.
Pada 2012, Foroughi mendirikan perusahaan gim seluler dan periklanan digital, AppLovin, bersama dua orang rekannya, John Krystinak dan Andrew Karam, di Palo Alto. Ia ditunjuk sebagai CEO.
|
Adam Foroughi adalah salah satu imigran Iran tersukses di AS dengan harta menembus US$11,2 miliar. Kekayaannya berasa dari perusahaan iklan digital, AppLovin. (Getty Images via AFP/NEILSON BARNARD).
|
Melihat potensi bisnis yang besar, perusahaan pun dilirik oleh sejumlah investor. Salah satu yang terbesar adalah perusahaan ekuitas KKR yang berinvestasi sekitar US$400 juta (sekitar Rp7 triliun).
Di tangan Foroughi, perusahaan kian memantapkan posisinya sebagai raksasa industri pemasaran aplikasi.
Tak sampai satu dekade, AppLovin berhasil melantai di Bursa Saham Nasdaq AS dengan harga penawaran awal US$80 pada 15 April 2021. Kala itu, total valuasi pasar AppLovin menembus US$24 miliar atau berkisar Rp423,5 triliun.
Keberhasilan tersebut membuat kekayaan Foroughi pun melesat hingga menyentuh US$2 miliar (Rp35,3 triliun). Diketahui, Foroughi mengempit sekitar 11 persen saham perusahaan.
Setelah IPO, nilai pasar AppLovin terus meningkat. Kapitalisasi pasar AppLovin kini berada di kisaran US$102,33 miliar hingga US$104 miliar atau sekitar Rp1.590 triliun hingga Rp1.617 triliun.
Perusahaan juga dikenal memberikan kompensasi yang besar pada eksekutifnya. Pada 2023 saja, Foroughi mengantongi US$83,4 juta (Rp1,47 triliun) per tahun. Angka itu membuat Foroughi menjadi CEO yang mendapat bayaran tertinggi ke-8 di AS.
“Aset terbesar yang saya miliki-karena saya tidak pernah merasa sebagai orang paling cerdas di sebagian besar situasi yang saya hadapi-adalah bekerja lebih keras daripada orang-orang di sekitar saya,” ujar Foroughi saat menghadiri Goldman Sachs Builders and Innovators Summit pada Kamis (16/10/2025) lalu.
“Hal ini berarti bekerja berjam-jam setiap harinya secara konsisten selama 15-20 tahun terakhir, dan tentu saja, hal itu membuka jalan bagi terciptanya nilai yang besar,” sambungnya.
Pada 2025, saham AppLovin melonjak hingga menyentuh level tertinggi sepanjang masa US$745,61. Lonjakan saham terjadi setelah perusahaan mencatatkan kinerja keuangan yang melampaui ekspektasi seiring tingginya permintaan iklan digital dan gim seluler.
Salah satu keunggulan AppLovin adalah memanfaatkan mesin kecerdasan buatan Axon AI yang membantu mencocokkan iklan dengan pengguna yang paling tepat. Teknologi ini bisa meningkatkan jumlah instalasi dan konversi pengguna.
Saat ini, Foroughi tinggal di Truckee, California, AS bersama istrinya, Jaclyn Foroughi.
Jaclyn adalah lulusan Sekolah Bisnis Universitas Stanford yang aktif menjadi angel investor untuk sejumlah perusahaan teknologi rintisan (startup).
(sfr)




