Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kecelakaan Maut Bus Rombongan Study Tour Terguling, 20 Anak Tewas yang sedang hangat diperbincangkan.
Jakarta, – Tragedi memilukan terjadi di Uganda setelah sebuah bus yang mengangkut rombongan siswa mengalami kecelakaan saat perjalanan pulang dari kunjungan edukasi (study tour) ke kawasan air terjun di bagian timur negara itu. Sedikitnya 20 anak sekolah tewas dalam insiden tersebut, mendorong pemerintah mengambil langkah darurat dengan melarang seluruh kegiatan wisata dan studi lapangan sekolah hingga waktu yang belum ditentukan.
Kecelakaan maut itu terjadi pada Kamis (16/7/2026) malam ketika bus milik King David Junior School yang berbasis di ibu kota Kampala sedang dalam perjalanan kembali dari kunjungan pendidikan ke Sipi Falls.
Kepolisian Uganda mengatakan bus tersebut mengalami kecelakaan di Desa Chekwatit, Distrik Kapchorwa, Uganda timur. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kecelakaan diduga terjadi setelah sopir kehilangan kendali atas kendaraan.
“Penyelidikan awal menunjukkan pengemudi kehilangan kendali, dan bus keluar dari jalan lalu terguling setelah menghantam sebuah batu besar,” kata kepolisian Uganda melalui unggahan di platform X.
Selain menewaskan 20 siswa, kecelakaan itu juga merenggut nyawa seorang penumpang dewasa.
Pemerintah Uganda menyatakan sedikitnya tiga orang dewasa lainnya bersama sejumlah anak mengalami luka-luka akibat kecelakaan tersebut.
Korban luka langsung dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis, sementara aparat masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti insiden tersebut.
Warga ramai menyampaikan belasungkawa melalui media sosial, sementara banyak pihak mendesak pemerintah memperketat standar keselamatan transportasi sekolah.
Merespons kecelakaan itu, Menteri Pendidikan Uganda Chrysostom Muyingo langsung mengambil langkah tegas.
Melalui badan komunikasi pemerintah pada Jumat (17/7/2026), pemerintah mengumumkan seluruh kegiatan wisata sekolah maupun kunjungan edukasi dihentikan sementara.
Chrysostom Muyingo telah “menghentikan seluruh perjalanan dan kegiatan wisata sekolah, berlaku segera hingga pemberitahuan lebih lanjut,” demikian pernyataan badan komunikasi pemerintah Uganda.
Kebijakan tersebut diberlakukan sambil pemerintah mengevaluasi prosedur keselamatan dalam penyelenggaraan perjalanan sekolah.
Adapun kecelakaan lalu lintas merupakan salah satu persoalan besar di Uganda.
Para ahli selama ini menilai tingginya angka kecelakaan di negara tersebut dipicu oleh sejumlah faktor, mulai dari kondisi kendaraan yang kurang terawat hingga minimnya penerangan jalan pada malam hari.
Sebelumnya, pada Oktober tahun lalu, sedikitnya 46 orang tewas dalam kecelakaan bus di salah satu jalan raya utama Uganda yang menghubungkan ibu kota Kampala dengan Kota Gulu di bagian utara negara itu.
Â
(luc/luc)
Add
as a preferred
source on Google




