Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai 4 Fakta Sejauh Ini Terkait Bupati Boltara Kena OTT KPK yang sedang hangat diperbincangkan.
Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Sirajudin Lasena, terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK. OTT ini berkaitan dengan dugaan proyek jalan.
Dirangkum detikcom, Selasa (22/9/2026), OTT tersebut dilakukan pada Senin (21/9). Ada belasan orang yang diamankan dalam operasi tersebut.
KPK memiliki 1×24 jam untuk menentukan status hukum dari para pihak yang ditangkap. Berikut fakta-fakta sejauh ini terkait OTT Bupati Boltara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Bupati Boltara Ditangkap di Jakarta
Jubir KPK Budi Prasetyo mengatakan para pihak yang terjaring OTT diamankan di sejumlah lokasi. Bupati Sirajudin sendiri ditangkap di Jakarta
“Di mana dalam peristiwa tangkap tangan ini, tim mengamankan sejumlah total 14 orang, yakni 5 orang diamankan di Jakarta, salah satunya adalah Bupati Bolaang Mongondow Utara atau Bolmut,” ujar Budi kepada wartawan, Senin (21/9).
Selain Bupati Sirajudin, penyidik menangkap 13 orang lain. Empat orang di Jakarta bersama Bupati, delapan orang di Boltara, dan satu orang di Gorontalo.
“Lima orang diamankan di Jakarta, salah satunya adalah Bupati Bolaang Mongondow Utara atau Bolmut, salah satu kabupaten di wilayah Sulawesi Utara. Kemudian, delapan orang diamankan di wilayah Sulawesi Utaranya, di antaranya di Kabupaten Bolmut itu sendiri, dan satu orang lainnya diamankan di wilayah Gorontalo,” ungkpa Budi.
2. Sita Duit Ratusan Juta
KPK juga menyita bukti uang dari OTT Bupati Boltara ini. Duit yang diamankan berjumlah ratusan juta rupiah.
“Dalam peristiwa tangkap tangan ini, tim juga mengamankan barang bukti di antaranya uang tunai dalam bentuk rupiah dengan total senilai ratusan juta rupiah,” kata Budi.
3. Kepala Dinas hingga ASN Diamankan
Total ada 14 orang diamankan dalam OTT Bupati Boltara. Para pihak yang terjaring ini terdiri dari Kepala Dinas, ASN hingga swasta.
“Untuk pihak-pihak yang diamankan ada Bupati, Kepala Dinas, kemudian ASN lain, dan juga pihak-pihak swasta,” ujar Budi.
KPK belum memerinci lebih jauh mengenai identitas para pihak yang diamankan ini. Mereka masih dalam pemeriksaan intensif oleh penyelidik KPK.
“Nanti detailnya kami akan update karena memang ada yang diamankan di wilayah Sulawesi Utara, ada juga yang diamankan di wilayah Gorontalo ya. Nanti kami akan sampaikan detailnya,” sambung Budi.
4. Dugaan Suap Terkait Proyek Jalan
Sejauh ini, KPK baru menjelaskan OTT Bupati Boltara ini berkaitan dengan dugaan suap proyek jalan. Dugaan korupsi terjadi di proyek yang dilakukan Dinas PUPR Boltara.
“Berkaitan dengan proyek-proyek di kabupaten tersebut. Untuk proyeknya di antaranya terkait dengan pembangunan infrastruktur jalan di Dinas PUPR,” kata Budi.
Para pihak yang diamankan ini masih berstatus terperiksa. KPK memiliki 1×24 jam untuk menentukan status hukum mereka.
Halaman 2 dari 2
(ygs/yld)




