Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Stasiun TV Oposisi Digerebek, Siaran Diputus & Pengelola Diambil Alih yang sedang hangat diperbincangkan.
Jakarta, – Otoritas Turki menggerebek kantor stasiun televisi oposisi Halk TV di Istanbul pada Rabu. Siaran stasiun televisi tersebut dihentikan, sementara pemerintah menunjuk pengelola sementara untuk mengambil alih operasional perusahaan di tengah penyelidikan dugaan korupsi.
Mengutip AFP, AP, Reuters, dan DW, Kamis (15/10/2026), polisi mengepung kantor Halk TV sejak dini hari. Petugas kejahatan keuangan menggeledah sejumlah ruangan dan komputer, sementara teknisi memutus siaran langsung televisi tersebut, termasuk tayangan di YouTube.
Momen penghentian siaran terekam dalam video yang beredar di internet. Tayangan berita langsung yang saat itu sedang menyiarkan wawancara mengenai skandal dana investasi besar tiba-tiba terputus dan digantikan film klasik Turki produksi 1973.
Halk TV mengumumkan penggerebekan tersebut melalui akun X resminya. “Penggerebekan polisi di kantor pusat Halk TV! Seorang pengelola sementara telah ditunjuk, siaran dihentikan,” tulis stasiun televisi tersebut.
Kantor Kejaksaan Istanbul menyatakan pemilik Halk TV, Cafer Mahiroglu, tengah diselidiki atas dugaan penyuapan, pengaturan tender, dan pencucian aset yang berasal dari tindak kejahatan. Pengelola sementara juga ditunjuk untuk mengambil alih Halk TV serta sejumlah perusahaan lain milik Mahiroglu.
Jaksa menyebut sebanyak 17 surat perintah penahanan telah diterbitkan, dengan 11 orang telah ditahan. Mahiroglu, yang tinggal di luar negeri, saat ini dicari oleh aparat penegak hukum.
Mahiroglu membantah tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Dalam sebuah video yang diunggah ke X, ia menyebut tindakan tersebut sebagai “hari kelam bagi Turki” dan menilai tuduhan terhadapnya tidak berdasar.
Ia juga menuding pemerintah menggunakan proses hukum untuk membungkam media yang kritis. “Hak masyarakat untuk memperoleh informasi dirampas karena alasan politik,” ujarnya.
Stasiun TV Oposisi Kembali Diambil Alih
Pengambilalihan Halk TV memicu kritik dari kelompok oposisi dan organisasi pembela kebebasan pers. Mereka menilai langkah tersebut mempersempit ruang bagi media independen untuk memberitakan isu-isu yang sensitif bagi pemerintah.
Ozgur Ozel, pemimpin partai oposisi utama, mengecam penggerebekan tersebut sebagai penyalahgunaan kekuasaan. Ia juga menyoroti waktu pelaksanaan operasi yang berdekatan dengan agenda pembelaan Wali Kota Istanbul Ekrem Imamoglu, yang tengah menghadapi persidangan besar terkait dugaan korupsi.
Imamoglu merupakan salah satu tokoh oposisi yang paling menonjol dalam menentang Presiden Recep Tayyip Erdogan.
Asosiasi Jurnalis Kontemporer yang berbasis di Ankara turut mengecam penunjukan pengelola sementara dan penghentian siaran Halk TV. Organisasi tersebut menilai tindakan itu merupakan intervensi serius terhadap kebebasan pers dan kebebasan berekspresi.
Veysel Ok, salah satu pimpinan organisasi pemantau hak media MLSA, mengatakan pengambilalihan Halk TV menjadi salah satu langkah penting dalam upaya pemerintah mengendalikan arus informasi.
Halk TV merupakan salah satu saluran berita yang banyak ditonton masyarakat Turki. Menurut Ok, pengambilalihan tersebut berisiko membatasi akses masyarakat terhadap pemberitaan dari berbagai sudut pandang.
Kasus ini menambah daftar media Turki yang ditempatkan di bawah pengelolaan sementara. Sebelumnya, tindakan serupa dilaporkan terjadi pada Flash TV, Eko Turk, Haberturk, dan Tele1.
Kebebasan Pers Turki Jadi Sorotan
Pemerintahan Erdogan telah lama menghadapi kritik terkait kebebasan pers. Kelompok pembela kebebasan media menilai tekanan terhadap jurnalis dan media kritis meningkat selama lebih dari dua dekade kepemimpinannya.
Dalam indeks kebebasan pers dunia terbaru yang dirujuk dalam laporan tersebut, Turki menempati peringkat ke-163 dari 180 negara.
Pelapor Parlemen Eropa untuk Turki, Nacho Sanchez Amor, turut mengkritik pengambilalihan Halk TV. Ia menyindir bahwa pemerintah tidak cukup hanya mengendalikan sebagian besar media, tetapi dinilai ingin memperluas kendali hingga mencakup seluruh lanskap media.
Pengambilalihan Halk TV kini menambah kekhawatiran mengenai ruang gerak media oposisi di Turki, terutama ketika proses hukum terhadap pemilik perusahaan digunakan sebagai dasar untuk mengganti pengelolaan dan menghentikan siaran.
(sef/sef)



