Tuesday, August 25, 2026
24.1 C
Indonesia

Putin Tolak Nego Damai dengan Ukraina, Rencanakan Eskalasi Besar

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Putin Tolak Nego Damai dengan Ukraina, Rencanakan Eskalasi Besar yang sedang hangat diperbincangkan.




Jakarta, – Presiden Rusia Vladimir Putin dilaporkan secara tegas menolak segala bentuk seruan untuk menegosiasikan perdamaian dengan Kyiv. Hal ini terjadi saat Ukraina masih terus melancarkan serangan ke kilang minyak Moskow yang membuat Negeri Beruang Putih Krisis BBM.

Dua sumber anonim menyebutkan adanya probabilitas yang sangat tinggi bahwa Putin akan meluncurkan eskalasi militer besar-besaran dalam beberapa bulan ke depan guna memecah kebuntuan perang yang kini telah memasuki tahun kelima. Sementara itu, tiga sumber yang dekat dengan Kremlin mengungkapkan bahwa rentetan serangan pesawat tanpa awak (drone) Ukraina yang sukses menghancurkan kilang minyak dan pelabuhan Rusia justru kian mempertebal ambisi Putin untuk terus mengobarkan peperangan.

Fokus utama dari rencana eskalasi militer Putin saat ini difokuskan penuh untuk merebut sisa wilayah Donbas di Ukraina timur yang ia posisikan sebagai harga mati untuk sebuah kemenangan prinsipil bagi Rusia. Guna memuluskan target tersebut, pakar militer Rusia bahkan mulai mendiskusikan opsi perluasan target serangan udara secara radikal, termasuk potensi menggempur pangkalan-pangkalan NATO di negara-negara Baltik dan Rumania yang berisiko menyeret aliansi barat ke dalam konfrontasi bersenjata secara langsung.

Di sisi lain, laporan intelijen senior Ukraina menunjukkan bahwa pergerakan Moskow belakangan ini sama sekali tidak mencerminkan persiapan menuju meja perundingan. Militer Rusia justru terindikasi sedang memobilisasi pasukan untuk menggelar operasi baru yang diprediksi bisa meluas hingga ke luar perbatasan Ukraina.

“Para orang Rusia tidak akan menargetkan perang dengan NATO. Tetapi hal itu dapat digunakan untuk memecah belah NATO tentang bagaimana merespons,” ungkap Jack Watling dari Royal United Services Institute (RUSI) London.

Langkah keras Moskow ini mencuat tepat setelah Trump mengklaim bahwa resolusi perdamaian sudah berada di depan mata pasca-melakukan panggilan telepon terpisah dengan Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Sejauh ini, Moskow masih membuka gestur untuk memperluas serangan.

“Rusia siap untuk penyelesaian damai tetapi memiliki kemampuan yang cukup untuk bertindak secara indenpenden dan melanjutkan operasi militer khusus,” tegas Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov.

Perang Urat Syaraf di Garis Depan

Di medan tempur darat, jalannya peperangan masih berlangsung sangat sengit dan melelahkan di sepanjang 1.200 kilometer garis depan akibat efektivitas drone Ukraina yang mampu meredam keunggulan jumlah personel militer Rusia.

Konfrontasi bersenjata belakangan ini berpusat di kota Kostiantynivka, sebuah benteng pertahanan krusial di wilayah Donetsk, di mana Putin sempat mengklaim pasukannya telah menguasai kota tersebut pada hari Jumat (03/07/2026) namun langsung dibantah keras oleh pihak militer Kyiv.

Berdasarkan estimasi dari Center for Strategic & International Studies (CSIS), total korban jiwa, luka-luka, dan hilang dari kedua belah pihak sejak awal invasi telah menembus angka fantastis sekitar 2 juta tentara, dengan 1,4 juta di antaranya berasal dari kubu Rusia.

Guna mengejar target penguasaan penuh sisa wilayah Donetsk, beberapa analis militer barat memprediksi Putin pada akhirnya harus berani mengambil keputusan politik yang tidak populer secara domestik, yakni menerapkan wajib militer massal bagi para pria di Rusia.

(tps/sef)



Add


as a preferred

source on Google



Sumber

Sedang Hangat

Satu PT Jadi Tersangka Karhutla Kalbar, 1 Lagi Dibidik

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Satu PT...

Dokumen Warga Hilang Pascagempa, Dukcapil Buka Layanan Gratis

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Dokumen Warga...

Momen Prabowo Resmikan PLTS Berkapasitas 100 GWp di Bali

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Momen Prabowo...

TNI AU Buka Suara soal Sukhoi Tergelincir di Lanud Hasanuddin Sulsel

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai TNI AU...

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR Latih Siswa Hadapi Soal Studi Kasus

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Lomba Cerdas...

Topik Terbaru

Satu PT Jadi Tersangka Karhutla Kalbar, 1 Lagi Dibidik

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Satu PT...

Dokumen Warga Hilang Pascagempa, Dukcapil Buka Layanan Gratis

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Dokumen Warga...

Momen Prabowo Resmikan PLTS Berkapasitas 100 GWp di Bali

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Momen Prabowo...

TNI AU Buka Suara soal Sukhoi Tergelincir di Lanud Hasanuddin Sulsel

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai TNI AU...

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR Latih Siswa Hadapi Soal Studi Kasus

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Lomba Cerdas...

Guyon Bahlil di Peluncuran PLTS Bali: Eksekusinya di Kandang Merah

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Guyon Bahlil...

43.805 Warga RI Kena PHK, Buruh dan Pengusaha Ungkap Hal Tak Terduga – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai 43.805 Warga...

Karhutla ‘Kepung’ IKN, Kebakaran Wilayah Penyangga Terus Melebar

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Karhutla 'Kepung'...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories