Wednesday, October 21, 2026
28.5 C
Indonesia

Prancis Mencekam! Militer Turun Gunung Redam Kerusuhan Massal – Publik Pos Update

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Prancis Mencekam! Militer Turun Gunung Redam Kerusuhan Massal yang sedang hangat diperbincangkan.



Daftar Isi



Jakarta, – Pemerintah Prancis akan memperkuat barisan kepolisian dengan mengerahkan pasukan militer dalam operasi keamanan besar-besaran untuk mengantisipasi protes lanjutan pada hari Sabtu. Langkah drastis ini diambil setelah pemerintah secara terbuka mengakui kegagalan mereka dalam meredam gelombang kekerasan dan penjarahan pada akhir pekan lalu.

Mengutip Reuters, Rabu (21/10/2026), Perdana Menteri Sebastien Lecornu menyebut bahwa prioritas mendesak saat ini adalah memulihkan ketertiban setelah kerusuhan massal meluluhlantakkan Paris, Marseille, Lyon, dan berbagai kota lainnya pada 17 Oktober.

“Pengerahan pada Sabtu depan akan sangat masif,” tegasnya.

Dalam sebuah perdebatan yang sengit, Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez mengonfirmasi bahwa militer akan diturunkan berdampingan dengan aparat kepolisian. Pemerintah juga berjanji untuk merombak total taktik mereka usai dihujani kritik tajam karena membiarkan pusat-pusat kota berada dalam kondisi rentan dan tanpa perlindungan memadai.

Jam Malam Efektif Pulihkan Ketenangan

PM Lecornu yang menyebut krisis ini sebagai pilihan antara “kekerasan atau Republik”, secara langsung menyalahkan kelompok sayap kiri radikal atas kerusuhan tersebut. Sebaliknya, kelompok itu menuding pemerintah meremehkan kemarahan publik atas meroketnya biaya hidup dan merosotnya layanan publik.

Skala kerusuhan ini sukses mengejutkan Prancis dan memanaskan suhu politik menjelang pemilihan presiden tahun depan. Tak hanya itu, protes di negara Eropa lain seperti Italia dan Albania turut menambah kecemasan bahwa amarah warga atas standar hidup berisiko menjalar ke seluruh benua.

Kondisi malam yang relatif tenang akhirnya berhasil dicapai usai pemerintah memberlakukan jam malam yang ditargetkan di beberapa area yang paling parah dilanda kekacauan. Polisi menyatakan bahwa jam malam lokal tersebut, yang beberapa di antaranya secara spesifik menyasar anak-anak dan remaja di bawah usia 18 tahun, akan terus diperpanjang hingga Selasa malam.

Meski demikian, Lecornu tetap mengakui adanya kelemahan intelijen dari pihak negara, penempatan polisi yang terlalu statis, serta kesalahan otoritas yang tidak membatalkan cuti kepolisian yang telah direncanakan sebelumnya.

“Saya sangat menyesalkan apa yang terjadi dan saya menerima bagian tanggung jawab saya,” ucap Nunez.

Pelaku Pembakaran Balai Kota Limoges Ditangkap

Sebagai tindak lanjut, Parlemen Prancis tengah membentuk komisi penyelidikan khusus, sementara pihak berwenang telah menugaskan 200 penyelidik untuk melacak para pelaku kekerasan jalanan tersebut. Pada Selasa, polisi berhasil menangkap seorang pria yang diduga kuat memicu kebakaran yang menghancurkan balai kota bersejarah di Limoges.

Pejabat setempat membeberkan bahwa pelaku rupanya sudah berada dalam daftar pengawasan keamanan dan tergabung dalam kelompok sayap kiri ultra.

Deputi Renaisans untuk Paris, Sylvain Maillard, turut menyoroti pergeseran taktik para perusuh.

“Beberapa aplikasi telah menjadi sistem walkie-talkie untuk para perusuh dan penjarah,” tutur Maillard.

Kekacauan ini langsung mengguncang perekonomian negara. Biaya pinjaman Prancis melonjak tajam pada hari Selasa karena investor cemas akan prospek kerusuhan lanjutan, yang membuat imbal hasil obligasi pemerintah bertenor 10 tahun menyentuh level tertingginya sejak 2002. Rantai supermarket raksasa Carrefour juga melaporkan kerugian hingga puluhan juta euro akibat maraknya pencurian dan perusakan.

Walau situasi kian tegang, serikat mahasiswa utama Prancis (UNEF) mengancam akan menggelar protes lanjutan pada hari Sabtu untuk terus menekan pemerintahan Macron atas sistem pendidikan yang dinilai kekurangan dana. Selain itu, kelompok “Rompi Kuning” (Gilets Jaunes) juga menyerukan aksi turun ke jalan untuk memprotes kenaikan harga bahan bakar. Kelompok yang lahir pada 2018 akibat protes pajak bensin ini siap untuk kembali menggelar blokade seperti di masa lalu.

“Kami akan terus maju,” ungkap perwakilan UNEF di media sosial.

Italia Hadapi Bentuk Kerusuhan Baru

Kekacauan rupanya tidak hanya berpusat di Prancis. Kota-kota di Italia utara, termasuk pusat keuangan Milan, juga diguncang kerusuhan akhir pekan lalu. Meski skalanya tidak sebesar di Prancis, kerusuhan ini sukses mengejutkan pemerintahan Perdana Menteri Giorgia Meloni yang diperkirakan akan segera merilis langkah-langkah keamanan baru.

Menteri Pertahanan Guido Crosetto menggambarkan kerusuhan ini sebagai bentuk “perang hibrida” yang dikoordinasikan melalui media sosial seperti TikTok dan YouTube.

“Peristiwa di Milan dan di tempat lain di Italia secara mendasar berbeda dari yang terlihat di era lain,” paparnya.

“Barat belum menyadari hal ini atau mengambil tindakan bermakna sebagai tanggapan.”

Imbas kerusuhan di pusat Corso Vittorio Emanuele II Milan, toko ritel pakaian olahraga On dan toko Levi’s terpaksa beroperasi dengan papan penutup kayu, sementara sejumlah toko mewah baru berani memajang kembali barang dagangan mereka di etalase setelah sebelumnya disembunyikan demi keamanan.

Di belahan Eropa lainnya, para demonstran di Albania juga dilaporkan bersiap membanjiri jalanan Tirana untuk hari ketujuh berturut-turut guna menggulingkan pemerintahan Perdana Menteri Edi Rama.

(tps/luc)

Sumber

Sedang Hangat

DEN Prediksi Ekspor Hilirisasi RI Tembus Rp899 T Tahun Ini

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai DEN Prediksi...

Potret Terkini Perang Timur Tengah, Kota Taiz Jadi Medan Perang

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Potret Terkini...

PDIP Sentil Jokowi soal Operasi Politik Ijazah Gibran

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai PDIP Sentil...

Atasi Dampak Banjir Padang, Menteri PU Libatkan Warga Lewat Padat Karya

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Atasi Dampak...

Luhut Siapkan Usulan Ekosistem Pengadaan BBM ke Prabowo

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Luhut Siapkan...

Topik Terbaru

DEN Prediksi Ekspor Hilirisasi RI Tembus Rp899 T Tahun Ini

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai DEN Prediksi...

Potret Terkini Perang Timur Tengah, Kota Taiz Jadi Medan Perang

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Potret Terkini...

PDIP Sentil Jokowi soal Operasi Politik Ijazah Gibran

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai PDIP Sentil...

Atasi Dampak Banjir Padang, Menteri PU Libatkan Warga Lewat Padat Karya

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Atasi Dampak...

Luhut Siapkan Usulan Ekosistem Pengadaan BBM ke Prabowo

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Luhut Siapkan...

Presiden Prabowo akan Pimpin Sidang Kabinet Paripurna Sore Nanti – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Presiden Prabowo...

Alumni UNS Gugat Syarat Bukti Ijazah SMA Capres-Cawapres ke MK

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Alumni UNS...

Andra Soni Usulkan Dinas PUPR Banten Dipisah Jadi Bina Marga dan SDA

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Andra Soni...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories