Friday, October 9, 2026
17.8 C
Indonesia

Makin Chaos! Demo Siswa Prancis Makin Membara-Paris Mau Dikepung – Publik Pos Update

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Makin Chaos! Demo Siswa Prancis Makin Membara-Paris Mau Dikepung yang sedang hangat diperbincangkan.




Jakarta, – Gelombang protes besar-besaran pelajar sekolah tingkat lycee, semacam SMA, yang menuntut perbaikan sistem pendidikan di Prancis masih terus terjadi, Kamis (8/10/2026). Para siswa bahkan mengesampingkan seruan pemerintah untuk meredakan krisis yang telah mengguncang negara itu selama beberapa hari.

Mengutip AFP, para siswa telah memblokir akses masuk ke ratusan sekolah menengah di seluruh negeri sejak akhir September. Bahkan, aksi protes tersebut sesekali berujung pada bentrokan keras dengan polisi antihuru-hara.

Dalam update hari ini, para pemimpin serikat siswa juga menyerukan mobilisasi massa baru di seluruh Prancis. Mereka menyebut rencana unjuk rasa di ibu kota Paris serta permintaan mogok kerja nasional dari serikat pekerja pendidikan sebagai bentuk dukungan.

Ketua asosiasi mahasiswa FAGE, Suzanne Nijdam, mengatakan bahwa mereka tidak mendapatkan kesepakatan sekecil apa pun setelah pertemuan dengan Menteri Pendidikan Tinggi Philippe Baptiste, yang telah terjadi sebelumnya. Ia menyerukan agar aksi protes terus berlanjut.

“Unjuk rasa berskala lebih besar pekan depan,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Edouard Geffray dijadwalkan mengunjungi sebuah sekolah menengah di Reims untuk mengikuti “dialog” dengan para siswa. Siswa meminta pertemuan langsung dengan Perdana Menteri (PM) Sebastien Lecornu untuk memaparkan apa yang mereka sebut sebagai “proposal dengan rincian biaya” untuk memenuhi tuntutan mereka.

Sebelumnya, para siswa mengeluhkan kekurangan guru, jadwal pelajaran yang terlalu padat, ruang kelas yang rusak, serta bangunan sekolah yang tidak mampu menahan kenaikan suhu udara. Kegiatan belajar-mengajar dihentikan sebagian atau seluruhnya di 375 sekolah di seluruh negeri pada Kamis pagi.

Meskipun banyak unjuk rasa berlangsung damai, sebagian pengunjuk rasa sempat membakar benda, merusak halte bus, atau terlibat bentrokan dengan polisi antihuru-hara. Di mana serikat pekerja, kelompok hak asasi manusia, dan para siswa menuduh polisi menggunakan kekuatan yang berlebihan.

Rabu, dalam pidato yang disiarkan televisi pada Rabu malam, Lecornu berupaya meredakan ketegangan dengan menjanjikan rencana penanganan krisis yang akan disampaikan pada akhir Oktober. Lecornu membantah adanya perintah untuk menghadapi para remaja tersebut.

Meski demikian, seorang siswa berusia 18 tahun, Hanaa, mengatakan bahwa ia merasa “kecewa dan tidak yakin” dengan pernyataan Lecornu. Siswa lain Salyna, 17 tahun, menyebut dirinya “mengharapkan lebih dari Lecornu”.

Sebelumnya, seorang remaja berusia 15 tahun kehilangan tangannya pada hari Senin setelah polisi menembakkan granat kejut (stun grenade), dan Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez mengatakan kepada stasiun radio RTL pada Rabu pagi bahwa ia telah menangguhkan penggunaan granat kejut oleh polisi sebagai tanggapan atas insiden tersebut.

Gejolak ini meletus hanya beberapa bulan menjelang pemilihan umum tahun 2027 untuk memilih penerus Presiden berhaluan tengah Emmanuel Macron, di mana kandidat veteran sayap kanan Marine Le Pen mencatatkan elektabilitas tinggi dalam jajak pendapat meskipun pernah divonis bersalah atas kasus korupsi. Gelombang protes ini awalnya bermula dari Saint-Denis, kawasan pinggiran kota Paris yang terpinggirkan dengan tingkat kemiskinan lebih dari dua kali lipat rata-rata nasional.

Wali Kota Turun Tangan Lindungi Pelajar

Dalam sebuah video yang viral di media sosial, Wali Kota Saint-Denis Bally Bagayoko terlihat berdiri menghadapi polisi dalam pawai di Paris pada hari Selasa, menjadi tameng untuk melindungi pengunjuk rasa muda seraya berteriak “berhenti”. Bagayoko, yang merupakan politisi partai sayap kiri ekstrem France Unbowed (LFI), mengaku turun tangan secara langsung untuk meminta aparat agar tidak menyerang.

“Mereka telah memutuskan untuk menyerang dan secara efektif mengejar para siswa, yang banyak di antaranya tidak menunjukkan perilaku agresif sama sekali terhadap petugas polisi,” ucap Bagayoko.

Namun pada akhirnya, polisi tetap menembakkan gas air mata ke arah kelompok tersebut, termasuk mengenai sang wali kota. Bagayoko mendesak pemerintah untuk memprioritaskan investasi dalam pendidikan dan mengenakan pajak yang lebih berat pada para miliarder.

(tps/sef)

Sumber

Sedang Hangat

Sungai Cimanceuri Tercemar, DLHK Tangerang Selidiki 190 Perusahaan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Sungai Cimanceuri...

Panja RUU Pemilu Bahas E-Accounting, Nyoblos di Bilik tapi Hitung Elektronik

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Panja RUU...

Bank Mega Gelar Travel Fair 2026, Tiket Pesawat Diskon Rp6,5 Juta

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Bank Mega...

Potret Wali Kota Lindungi Siswa yang Demo Tuntut Pendidikan Lebih Baik – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Potret Wali...

Cari Sumber Cuan Baru, Fortu Digital Gaet Pengusaha Digital Printing

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Cari Sumber...

Topik Terbaru

Sungai Cimanceuri Tercemar, DLHK Tangerang Selidiki 190 Perusahaan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Sungai Cimanceuri...

Panja RUU Pemilu Bahas E-Accounting, Nyoblos di Bilik tapi Hitung Elektronik

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Panja RUU...

Bank Mega Gelar Travel Fair 2026, Tiket Pesawat Diskon Rp6,5 Juta

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Bank Mega...

Potret Wali Kota Lindungi Siswa yang Demo Tuntut Pendidikan Lebih Baik – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Potret Wali...

Cari Sumber Cuan Baru, Fortu Digital Gaet Pengusaha Digital Printing

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Cari Sumber...

Billboard di Tel Aviv Serukan Mamdani untuk ‘Pulang ke Gaza’

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Billboard di...

Kebakaran di Penjaringan Jakut, 36 Rumah dan Lapak Hangus

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kebakaran di...

Trump ‘Ganggu’ Mahasiswa Asing, Kena Rp1,25 M untuk Kerja – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Trump 'Ganggu'...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories