Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Luhut Siapkan Usulan Ekosistem Pengadaan BBM ke Prabowo yang sedang hangat diperbincangkan.
Jakarta, —
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pihaknya akan menyiapkan usulan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk membangun ekosistem pengadaan bahan bakar minyak (BBM) yang lebih baik.
Luhut mengatakan usulan tersebut disiapkan berdasarkan pengalaman dan kajian untuk memperbaiki sistem pengadaan serta mengurangi risiko gangguan pasokan BBM secara nasional.
“Kita juga sedang menyiapkan usulan kepada Presiden (Prabowo) bagaimana membangun ekosistem pengadaan bahan bakar dan sebagainya, dengan pengalaman yang ada dan studi yang dilakukan, sehingga dengan demikian akan mengurangi kemungkinan-kemungkinan terjadinya kelangkaan secara nasional,” kata Luhut dalam keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (20/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Luhut mengatakan pemerintah perlu memperbaiki sejumlah aspek dalam sistem pengadaan dan distribusi BBM.
“Kita juga mengusulkan tadi mengenai ekosistem bagaimana untuk mengatasi hal ini tidak terjadi lagi ke depan. Dan memang ada kekhawatiran kita, ya mungkin di kita sendiri perlu ada perbaikan di sana-sini,” ujarnya.
Selain itu, Luhut menyinggung perkembangan harga minyak dunia dan produk energi dalam pembahasan bersama pemerintah. Namun, ia belum merinci bentuk ekosistem pengadaan BBM yang diusulkan maupun langkah teknis yang akan ditempuh untuk merealisasikannya.
Antrean BBMÂ sempat terjadi di sejumlah daerah, antara lain Jember, Jawa Timur, Makassar, Sulawesi Selatan, serta Klungkung, Bali.
Pertamina menyebut perubahan pola distribusi, penyesuaian jadwal pengiriman, dan peningkatan permintaan menjadi sejumlah faktor yang memengaruhi antrean di beberapa wilayah.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebelumnya menyatakan ketahanan stok BBM nasional berada di kisaran 16-18 hari.
Ia menyebut antrean di sejumlah daerah, khususnya Jawa Timur dan Bali, berkaitan dengan kendala distribusi melalui kapal. Bahlil pun meminta Pertamina menambah armada kapal untuk mempercepat pengiriman BBM.
(del/pta)




