Tuesday, October 13, 2026
20.3 C
Indonesia

Kemenbud Gelar KMI 2026, Perkuat Ekosistem Musik Nasional yang Berdaulat

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kemenbud Gelar KMI 2026, Perkuat Ekosistem Musik Nasional yang Berdaulat yang sedang hangat diperbincangkan.


Jakarta –

Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menggelar Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2026 di Makassar, Sulawesi Selatan. Mengusung tema “Bergerak Bersama Mengimplementasikan Ekosistem Musik Indonesia yang Berdaulat”, acara ini berlangsung pada 27 Oktober – 1 November 2026.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan, pelaksanaan KMI 2026 bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk pelaksanaan amanat UUD 1945 Pasal 32 Ayat 1 yang mewajibkan negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia.

Melalui KMI 2026, pemerintah juga mendorong percepatan tindak lanjut rekomendasi strategis, penguatan kolaborasi lintas sektor, serta perluasan partisipasi pelaku ekosistem musik nasional, termasuk dari Indonesia Timur.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Konferensi Musik Indonesia juga merupakan bagian yang sangat penting untuk membangun serta mengembangkan ekosistem musik Indonesia sebagaimana telah dicanangkan. Termasuk melalui program Manajemen Talenta di Kementerian Kebudayaan, kita membangun ada lima ekosistem di bidang seni. Dan ekosistem musik yang ada di dalamnya berpotensi menjadi salah satu pilar utama kekuatan ekonomi kreatif nasional,” papar Fadli dalam keterangannya, Selasa (13/10/2026).

Hal tersebut disampaikan pada Taklimat Media Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2026 di Graha Utama Gedung A, Kementerian Kebudayaan, Senayan, Jakarta,

Fadli mengungkapkan KMI 2026 merupakan ruang bagi para musisi, produser, serta komunitas untuk menunjukkan keragaman musik Nusantara. Sebagai negara cultural megadiversity, Indonesia mempunyai potensi musik tradisi yang luar biasa, di mana seluruh etnis di Indonesia mempunyai musik masing-masing.

Ia menegaskan transformasi era digital telah membuka ruang ekspresi dan aksesibilitas bagi perkembangan musik Indonesia, mulai dari karya-karya klasik hingga karya kontemporer yang relevan dengan perkembangan zaman. Hal ini juga didukung pesatnya kemajuan teknologi informasi dan media komunikasi.

Menurut Fadli, keterbukaan akses tersebut menjadi peluang bagi ekosistem industri musik nasional untuk memperkenalkan musik Nusantara ke panggung global dan memajukan ekosistem budaya bangsa.

Fadli menegaskan perjalanan sejarah musik Indonesia juga tidak terlepas dari pesatnya kemajuan teknologi. Guna merespons tantangan serta peluang di era musik digital, KMI 2026 juga melibatkan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) serta kolaborasi antar Kementerian/Lembaga.

“KMI 2026 hadir karena melibatkan semua stakeholder dan secara kelembagaan juga melibatkan cukup banyak Kementerian dan lembaga, karena memang kemajuan kebudayaan itu bukan hanya tugas dari Kementerian Kebudayaan sendiri, tapi dilakukan kalau semua itu terlibat,” ungkap Fadli.

KMI 2026 Hadirkan Forum Inklusif hingga Festival Musik

Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2026 merupakan forum tahunan inisiasi Kementerian Kebudayaan untuk memperkuat nilai industri musik Tanah Air. Tahun ini, KMI 2026 dilaksanakan di Makassar, Sulawesi Selatan. Pemilihan Makassar sebagai lokus KMI 2026 bukan tanpa alasan, melainkan sebagai simpul ekosistem musik di Indonesia Timur yang menjangkau komunitas musik Timur seperti Papua, Manado dan Maluku.

KMI 2026 menghadirkan rangkaian forum yang inklusif, di antaranya konferensi utama, kelas intensif, sesi internasional, bincang publik, sesi dengar karya, lokakarya publik, serta festival musik, dan panggung karya yang mendorong pertumbuhan ekosistem musik dan budaya Indonesia.

Agenda KMI 2026 mencakup berbagai isu yang memengaruhi keberlanjutan ekosistem musik. Pembahasannya meliputi tata kelola royalti dan revisi regulasi hak cipta, etika penggunaan kecerdasan artifisial (AI), penambangan data (data mining), serta pengembangan basis data musik.

Selain itu, KMI 2026 akan membahas penyelarasan musik dan film, lisensi kekayaan intelektual, pendidikan musik, infrastruktur tempat pertunjukan (venue) dan perizinan acara, hingga potensi ekonomi industri musik.

Isu lain yang turut menjadi perhatian adalah perlindungan dan kesejahteraan pekerja musik, dukungan terhadap musik tradisi dan religi, kesetaraan perempuan di industri musik, serta pengembangan jalur ekspor musik Indonesia.

Di akhir sesi, Fadli menegaskan tema KMI 2026, yakni “Bergerak Bersama Mengimplementasikan Ekosistem Musik Indonesia yang Berdaulat”, sejalan dengan upaya membangun ekosistem musik nasional yang kuat dan berkelanjutan.

“Musik Indonesia harus menjadi tuan rumah di negara sendiri, berdaulat dulu di Indonesia. Artinya, kita tidak menjadi pasar dari produk-produk musik lain, namun tetap mengapresiasi seluruh jenis musik yang universal,” pungkas Fadli.

Sebagai informasi, turut hadir dalam Taklimat Media KMI 2026, yaitu Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpan Pinjam Indonesia, Anggito Abimanyu; Co-Founder Indonesia World Musik Series, Aristofani Fahm; Staf Ahli Walikota Makassar, Andi Fadly Arifuddin; komponis musik Indonesia, Otto Sidharta, musisi Gilang Ramadhan; perwakilan Danantara, Garuda Indonesia, dan Pertamina; serta asosiasi dan pegiat musik Tanah Air.

Turut hadir mendampingi Menteri Kebudayaan, di antaranya Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha Djumaryo; Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra; Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan; Inspektur Jenderal, Fryda Lucyana; Staf Khusus Menteri bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional, Annisa Rengganis, beserta jajaran pejabat Kementerian Kebudayaan.

(akd/ega)

Sumber

Sedang Hangat

Raline Shah Mundur dari Kursi Stafsus Menkomdigi

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Raline Shah...

14 Daftar Maskapai Batalkan Penerbangan ke Riyadh Imbas Serangan Rudal

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai 14 Daftar...

Ada OTT di BNPB, KPK Amankan Sejumlah Pihak – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Ada OTT...

Daftar Lengkap Mutasi Polri Gelombang 3 Suyudi: 14 Pati-Pamen Dirotasi

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Daftar Lengkap...

Rumah Anggota DPR Tiba-Tiba Digeledah Anak Buah Presiden, Ada Apa? – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Rumah Anggota...

Topik Terbaru

Raline Shah Mundur dari Kursi Stafsus Menkomdigi

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Raline Shah...

14 Daftar Maskapai Batalkan Penerbangan ke Riyadh Imbas Serangan Rudal

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai 14 Daftar...

Ada OTT di BNPB, KPK Amankan Sejumlah Pihak – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Ada OTT...

Daftar Lengkap Mutasi Polri Gelombang 3 Suyudi: 14 Pati-Pamen Dirotasi

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Daftar Lengkap...

Rumah Anggota DPR Tiba-Tiba Digeledah Anak Buah Presiden, Ada Apa? – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Rumah Anggota...

Kasus Dugaan Penganiayaan Koordinator BEM UI Naik ke Penyidikan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kasus Dugaan...

Pertamina Patra Niaga Kebut Pemulihan Pasokan BBM Bali 24 Jam

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Pertamina Patra...

Indonesia CS Kini Jadi Titik Terang Dunia, Begini Penjelasannya! – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Indonesia CS...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories