Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kapolri Suyudi Temui Jaksa Agung di Gedung Utama Kejagung, Bahas Apa? yang sedang hangat diperbincangkan.
Jakarta, – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menemui Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin di Gedung Utama Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Rabu (14/10/2026). Turut hadir dalam kesempatan itu antara lain Wakapolri Komisaris Jenderal Polisi Wahyu Hadiningrat serta jajaran Pejabat Utama Markas Besar Polri.
“Tentu kedatangan ke kami menjalin silaturahim sekaligus menyinergikan bahwa memang antara penyidik dan penuntut umum itu kesatuan yang tidak terpisah,” kata Burhanuddin usai pertemuan.
Menurut Burhanuddin, sinergi antardua institusi tersebut diperlukan untuk menghasilkan penyidikan yang baik untuk keadilan masyarakat.
“Hasil penyidikan yang bagus akan menghasilkan penuntutan yang bagus. Hasil penuntutan yang bagus akan menghasilkan putusan yang bagus,” tambahnya.
Di sisi lain, Suyudi mengatakan, selaku pejabat kepala Polri yang baru, perlu menjalin silaturahmi dengan mitra kerja. Menurutnya, penguatan hubungan kedua instansi diperlukan untuk memberikan kepastian hukum bagi masyarakat, khususnya dengan penguatan hubungan antara penyidik hingga kejaksaan di tingkat daerah.
“Kita, kepolisian senantiasa memberikan dukungan apapun kepada jajaran kejaksaan baik itu pengamanan sesuai dengan MoU yang kita bangun sehingga hubungan antara Polri dan Kejaksaan akan semakin lebih baik lagi,” kata Suyudi.
Terpisah, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Anang Supriatna mengatakan, dalam pertemuan itu dibahas mengenai sinergi hingga penyamaan persepsi dalam dalam penanganan perkara. Selain itu, Anang membenarkan dalam pertemuan itu juga dibahas terkait penanganan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara umum.
“Tapi disinggung tentang karhutla ada, tapi lebih terbatas. Nanti proses penanganan seperti apa supaya nanti bisa menghasilkan, bisa nanti seandainya naik ke penyidikan atau penuntutan, sehingga nanti bisa menghasilkan (putusan) yang berdampak,” katanya.
(miq/miq)




