Monday, October 26, 2026
21 C
Indonesia

Ditjen Dukcapil Diminta Lebih Agresif dalam Perekaman Data Penduduk


Jakarta, —

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meminta Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) lebih agresif dalam mempercepat perekaman data kependudukan.

Hal ini disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian karena tingkat perekaman saat ini baru mencapai 97 persen dari total penduduk Indonesia, sehingga perlu ditingkatkan.

“Harapan kita yang bisa terdata ya idealnya impian kita 100 persen warga negara Indonesia dan siapa pun yang tinggal di Indonesia dia terdata dalam server kita, itu target kita,” kata Tito dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kependudukan dan Pencatatan Sipil dengan Lembaga Pengguna 2025 di Pullman Jakarta Central Park, Selasa (9/12).


ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk itu, Tito meminta jajaran Dukcapil menyusun program yang dapat mendorong percepatan pendataan dengan lebih agresif.

Ia menegaskan agar seluruh Dinas Dukcapil kabupaten/kota menerapkan pendekatan jemput bola, terutama bagi kelompok masyarakat yang sulit dijangkau.
“Saya ingin agar lebih agresif untuk mengidentifikasi warga negara atau non-warga negara yang tinggal di Indonesia untuk mendaftar,” ujarnya.

Menurutnya, kelompok masyarakat adat di pedalaman, masyarakat prasejahtera, hingga tunawisma yang tidak memiliki domisili harus menjadi sasaran prioritas. Ia mengingatkan bahwa undang-undang menjamin pelindungan bagi seluruh masyarakat, termasuk mereka yang tergolong prasejahtera.

Tito juga menyoroti persoalan Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri yang kesulitan memperpanjang dokumen kependudukan karena harus pulang ke Indonesia. Ia mengapresiasi kerja sama Dukcapil dengan perwakilan Republik Indonesia di berbagai negara untuk mempermudah layanan bagi diaspora.

“Sedih kadang-kadang kalau misalnya mereka untuk memperpanjang KTP-nya, mereka harus pulang ke Indonesia. Berapa biayanya?” ujar Mendagri.

Selain itu, Tito menekankan pentingnya penguatan infrastruktur teknologi informasi Dukcapil, meliputi server, storage, bandwidth, hingga keamanan siber. “Tolong perkuat betul selain tata kelola adalah infrastruktur IT-nya,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa data kependudukan merupakan aset strategis negara yang perlu dilindungi. Data tersebut telah dimanfaatkan oleh berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta, dan menjadi basis penyusunan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sehingga penyaluran bantuan sosial dapat lebih tepat sasaran.

Di sisi lain, Tito juga memerintahkan jajaran Dukcapil untuk bergerak cepat memberikan layanan administrasi kependudukan (adminduk) bagi korban banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Ia memastikan masyarakat terdampak sangat membutuhkan layanan tersebut. Mendagri juga telah menginstruksikan Ditjen Dukcapil untuk segera menurunkan tim ke daerah bencana guna memberikan pelayanan langsung.

Turut hadir dalam Rakornas tersebut Direktur Jenderal (Dirjen) Dukcapil Kemendagri Teguh Setyabudi, perwakilan Bank Dunia Jonathan Marskell, Kepala Dinas Dukcapil se-Jabodetabek, serta pejabat terkait lainnya.

(inh)


Sumber

Sedang Hangat

Habiburokhman Apresiasi Kapolri Gas Pol Berantas Narkoba di Sumut dan Aceh

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Habiburokhman Apresiasi...

Jalan Mayor Oking Cibinong bak Sungai Saat Banjir, Banyak Motor Mogok

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Jalan Mayor...

Kebijakan Pertanian Tunjukkan Hasil, Daya Beli Petani Lampung Melonjak

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kebijakan Pertanian...

PKS Mau Bahas Polemik Ijazah Gibran di DPR, PDIP Siap Menyambut

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai PKS Mau...

Menkes Budi Soroti Bahaya Polusi PM2.5 di Palangka Raya

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Menkes Budi...

Topik Terbaru

Habiburokhman Apresiasi Kapolri Gas Pol Berantas Narkoba di Sumut dan Aceh

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Habiburokhman Apresiasi...

Jalan Mayor Oking Cibinong bak Sungai Saat Banjir, Banyak Motor Mogok

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Jalan Mayor...

Kebijakan Pertanian Tunjukkan Hasil, Daya Beli Petani Lampung Melonjak

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kebijakan Pertanian...

PKS Mau Bahas Polemik Ijazah Gibran di DPR, PDIP Siap Menyambut

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai PKS Mau...

Menkes Budi Soroti Bahaya Polusi PM2.5 di Palangka Raya

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Menkes Budi...

Jelang Nataru, Pemerintah Beri Diskon untuk 4 Moda Transportasi Ini

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Jelang Nataru,...

Setahun Sekolah Rakyat, Kemensos Tingkatkan Ruang Aman bagi Siswa

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Setahun Sekolah...

243 Individu dan 14 Korporasi Jadi Tersangka Biang Kerok Karhutla

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai 243 Individu...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories