Saturday, October 10, 2026
29.1 C
Indonesia

Banjir Besar Sumatra Dipicu Alih Fungsi Lahan Masif


Jakarta, —

Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin menyatakan bencana banjir besar dan tanah longsor yang menerjang wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, bukan fenomena alam biasa.

Burhanuddin menyebut banjir besar juga dipicu oleh alih fungsi lahan yang masif di hulu sungai daerah aliran sungai yang bertemu dengan curah hujan tinggi.

“Berdasarkan hasil klarifikasi Satgas PKH dan hasil analisa Pusat Riset Interdisipliner ITB, diperoleh temuan terdapat korelasi kuat bahwa bencana banjir besar di Sumatra bukan hanya fenomena alam biasa, melainkan terarah pada alih fungsi lahan yang masif di hulu sungai daerah aliran sungai yang bertemu dengan curah hujan yang tinggi,” kata Burhanuddin di Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta, Rabu (24/12).


ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Sehingga dampak hilangnya tutupan vegetasi di hulu daerah aliran sungai menyebabkan daya serap tanah berkurang, aliran air permukaan meningkat tajam, hujan ekstrem, dan banjir bandang akibat volume air meluber ke permukaan,” ujarnya menambahkan.

Burhanuddin mengatakan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) telah melakukan identifikasi dengan temuan yakni sejumlah besar entitas korporasi dan perorangan terindikasi kontribusi terhadap bencana bandang tersebut.

“Satgas PKH telah melakukan klarifikasi terhadap 27 perusahaan yang tersebar di tiga provinsi tersebut,” ujarnya.

Burhanuddin menyebut Satgas PKH akan melanjutkan proses investigasi terhadap seluruh subjek hukum yang dicurigai terlibat dalam alih fungi lahan di Aceh, Sumut, maupun Sumbar.

“Melibatkan seluruh stakeholder (Satgas PKH, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, Polri) guna menyelaraskan langkah menghindari tumpang tindih pemeriksaan dan percepatan penuntasan kasus secara efektif sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya.

“Hukum harus tegak dan penegakan hukum yang tegas diperlukan dalam rangka menjaga stabilitas nasional,” kata Burhanuddin menambahkan.

(fra/tfq/fra)


Sumber

Sedang Hangat

Trump Sanksi ICC Usai Eks Hakimnya Raih Nobel, Eropa Terancam Panas – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Trump Sanksi...

Wacana Pansus Ijazah Gibran Mulai Bergulir di DPR

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Wacana Pansus...

Mentan Waswas RI Masuk Bulan Kritis, Bulog Diminta Lakukan Ini

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Mentan Waswas...

KPK Sita Jutaan Rupiah Diduga Hasil Pungli di Kasus ATR/BPN

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai KPK Sita...

Mendagri Dukung Digitalisasi Layanan Jemaah Haji – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Mendagri Dukung...

Topik Terbaru

Trump Sanksi ICC Usai Eks Hakimnya Raih Nobel, Eropa Terancam Panas – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Trump Sanksi...

Wacana Pansus Ijazah Gibran Mulai Bergulir di DPR

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Wacana Pansus...

Mentan Waswas RI Masuk Bulan Kritis, Bulog Diminta Lakukan Ini

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Mentan Waswas...

KPK Sita Jutaan Rupiah Diduga Hasil Pungli di Kasus ATR/BPN

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai KPK Sita...

Mendagri Dukung Digitalisasi Layanan Jemaah Haji – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Mendagri Dukung...

PDI Perjuangan Malang Segera Miliki Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai PDI Perjuangan...

Bulog Bidik Serapan Beras Tembus 130 Persen di Akhir 2026

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Bulog Bidik...

India Bakal Diguncang Demo Besar-Besaran, 20.000 Polisi Siaga – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai India Bakal...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories