Thursday, October 8, 2026
28 C
Indonesia

Australia Mau Beli Kembali Senpi Warga usai Penembakan di Sydney


Jakarta, —

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese berencana meluncurkan skema pembelian kembali (payback) senjata warga usai penembakan di Pantai Bondi, Sydney, pada pekan lalu.

Albanese mengatakan rencana itu sebagai pembelian senjata terbesar di Australia sejak tragedi penembakan massal di Port Arthur pada 1996.


ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Sekarang, ada banyak senjata di Australia lebih dari saat insiden Port Arthur. Kita tak bisa membiarkan ini berlanjut,” kata Albanese pada Jumat (19/12), dikutip Al Jazeera.

Lebih lanjut, Albanese mengatakan saat ini lebih dari empat juta senjata ada di Australia.

PM itu juga menyebut pihak berwenang akan membeli senjata berlebih pemilik, senjata baru yang dilarang, dan senjata ilegal.

“Non-warga negara tak perlu memiliki senjata. Dan seseorang di pinggiran kota Sydney tak perlu memiliki enam senjata api. Peristiwa mengerikan di Bondi menunjukkan kami perlu menyingkirkan lebih banyak senjata api dari jalanan kita,” kata dia.

Albanese kemudian rincian soal skema itu. Nantinya, pihak berwenang di negara bagian akan mengumpulkan senjata dan memproses pembayaran untuk pengembalian tersebut.

Kepolisian Australia lalu akan bertugas untuk menghancurkan senjata-senjata yang sudah dikumpulkan.

“Kami menduga ratusan ribu senjata akan terkumpul dan dihancurkan di bawah skema ini,” ungkap PM Australia ini.

Pekan lalu, penembakan brutal kembali mengguncang Australia tepatnya di Sydney. Imbas insiden ini, 15 orang tewas.

Peristiwa itu mengingatkan tragedi penembakan di Port Arthur. Tasmania, pada 1996. Akibat peristiwa itu, 35 orang tewas.

Beberapa pekan usai penembakan tersebut, Australia melarang senapan dan shotgun otomatis serta semi-otomatis, memperkenalkan program pembelian kembali senjata api secara nasional, dan menerapkan masa tunggu 28 hari untuk pembelian senpi.

(isa/bac)


Sumber

Sedang Hangat

Seniman RI Raih Grand Prize di MR.D.I.Y. Regional Art Competition – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Seniman RI...

KPK Panggil Lagi Ketua DPRD Kuansing Jadi Saksi Kasus Suap Bupati Suhardiman

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai KPK Panggil...

Presiden Setujui Bantuan 30 Kg Beras untuk 33,2 Juta Penerima

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Presiden Setujui...

Eksekusi Mati Gagal, Terpidana Bangun-Bingung & Bilang Di Mana Saya? – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Eksekusi Mati...

Nakhoda KM Virgo Jadi Tersangka, Ditahan di Rutan Polda Kalsel

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Nakhoda KM...

Topik Terbaru

Seniman RI Raih Grand Prize di MR.D.I.Y. Regional Art Competition – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Seniman RI...

KPK Panggil Lagi Ketua DPRD Kuansing Jadi Saksi Kasus Suap Bupati Suhardiman

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai KPK Panggil...

Presiden Setujui Bantuan 30 Kg Beras untuk 33,2 Juta Penerima

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Presiden Setujui...

Eksekusi Mati Gagal, Terpidana Bangun-Bingung & Bilang Di Mana Saya? – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Eksekusi Mati...

Nakhoda KM Virgo Jadi Tersangka, Ditahan di Rutan Polda Kalsel

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Nakhoda KM...

DPR Tunjuk Bahtra Banong sebagai Ketua Panja RUU Pemilu

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai DPR Tunjuk...

Panja RUU Pemilu Bakal Tampung Masukan Saat Reses DPR, Semua Isu Dibahas

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Panja RUU...

Perpres Terbit, Potongan Ojol Maksimal 8 Persen Resmi Berlaku

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Perpres Terbit,...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories