Saturday, July 4, 2026
20.3 C
Indonesia

Alasan Kamboja Nyusup ke Thailand


Jakarta,

Sebanyak tujuh warga sipil meninggal dunia dan 20 lainnya luka-luka setelah konflik di perbatasan Kamboja dan Thailand pecah sejak Senin (8/12).

Eks Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen, mengatakan serangan itu merupakan “balas dendam” terhadap Thailand. Pernyataan itu setelah sebelumnya Kamboja membantah melakukan serangan balik selama dua hari.

Hun Sen juga mengeklaim negaranya membalas, setelah tetap “sabar selama lebih dari 24 jam untuk menghormati gencatan senjata dan memberi waktu untuk mengevakuasi warga ke tempat aman”.


ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Sekarang kami berjuang untuk mempertahankan diri lagi,” ungkap Hun Sen dalam unggahannya di Facebook.

Bentrokan pekan ini adalah yang paling mematikan sejak kedua negara tetangga terlibat konflik perbatasan selama lima hari pada Juli lalu, yang menewaskan puluhan orang dan menyebabkan sekitar 300 ribu orang mengungsi.

Kamboja menuduh pasukan Thailand menembaki sejumlah titik pada Senin (8/12) malam, yang menewaskan dua orang yang sedang bepergian di jalan nasional.

Kementerian Pertahanan Kamboja juga menuduh Thailand melanjutkan serangan sekitar pukul 5 pagi pada Selasa di wilayah perbatasan, termasuk di area kuil berusia berabad-abad seperti situs warisan dunia UNESCO, Kuil Preah Vihear.

Sementara itu juru bicara Angkatan Laut Thailand, Parat Rattanachaiphan mengatakan bahwa pasukan Thailand baru-baru ini mendeteksi pasukan Kamboja, permukiman, dan beberapa pangkalan senjata di wilayah pesisir Provinsi Trat yang disengketakan.

Parat menuduh Kamboja meningkatkan ketegangan dengan mengerahkan pesawat nirawak untuk memprovokasi pasukan Thailand.

Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, mengatakan kepada wartawan bahwa militer negaranya akan tetap teguh.

“Thailand harus berdiri teguh di belakang mereka yang melindungi kedaulatan kita. Kita tidak bisa berhenti sekarang,” imbuh Anutin.

Konflik Thailand dan Kamboja berpusat pada pertikaian yang telah berlangsung selama seabad, soal perbatasan yang dipetakan selama penjajahan Prancis di wilayah tersebut.

Pada konflik yang pecah Juli lalu, Amerika Serikat, China, dan Malaysia sebagai Ketua ASEAN tahun ini menengahi pertempuran kedua negara.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Uni Eropa, dan Perdana Menteri Malaysia telah mendesak kedua pihak untuk menahan diri untuk menghentikan konflik.

(dna)


Sumber

Sedang Hangat

Respons KPK soal Menhut Kembalikan Amplop dari Bupati Kuansing

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Respons KPK...

Penasihat Prabowo Nilai Bebas Pajak JHT Bisa Dongkrak Konsumsi Warga

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Penasihat Prabowo...

Penampakan Lamborghini Huracan di Deret Mobil TSK Kasus PT QSS, Disita – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Penampakan Lamborghini...

Kemenkes Terjun Tangani Warga ISPA Imbas Kebakaran TPA Jatiwaringin

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kemenkes Terjun...

2 Drone Serang Kedutaan Rusia di Negara NATO – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai 2 Drone...

Topik Terbaru

Respons KPK soal Menhut Kembalikan Amplop dari Bupati Kuansing

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Respons KPK...

Penasihat Prabowo Nilai Bebas Pajak JHT Bisa Dongkrak Konsumsi Warga

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Penasihat Prabowo...

Penampakan Lamborghini Huracan di Deret Mobil TSK Kasus PT QSS, Disita – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Penampakan Lamborghini...

Kemenkes Terjun Tangani Warga ISPA Imbas Kebakaran TPA Jatiwaringin

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kemenkes Terjun...

2 Drone Serang Kedutaan Rusia di Negara NATO – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai 2 Drone...

Info OTT di Langkat dan Kuansing Diduga Bocor, KPK Bakal Evaluasi

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Info OTT...

PLN Angkat Suara soal Ruko di Bekasi Curi Listrik Buat Tambang Kripto

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai PLN Angkat...

Flyover Latumenten Jakarta Barat Disebut Bisa Kurangi Macet 40 Persen

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Flyover Latumenten...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories