Saturday, August 15, 2026
29.2 C
Indonesia

Alasan dan Tujuan PFN Bikin Bioskop Negara Sinewara


Jakarta,

Direktur Utama PT Produksi Film Negara (PFN), Riefian Fajarsyah atau dikenal sebagai Ifan Seventeen, menjelaskan maksud dan tujuan bioskop negara Sinewara setelah dibombardir berbagai komentar skeptis netizen.

Dalam sebuah video yang diunggah di media sosial pada Senin (23/2), Ifan menjelaskan bahwa Sinewara yang merupakan bioskop negara pertama Indonesia itu dibangun didasarkan karena ketimpangan sebaran bioskop.


ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun di sisi lain, minat publik terhadap film Indonesia terus bertumbuh. Ifan mengutip data pada 2025, bahwa sebesar 70 persen film yang tayang di bioskop adalah film lokal dan total penonton mencapai 80,27 juta orang.

“Itu berarti, kita sudah menjadi tuan rumah di negara kita sendiri,” kata Ifan.


Ifan mengatakan Indonesia saat ini hanya memiliki sekitar 2.400 layar dan terpusat di kota-kota besar. Sementara untuk negara dengan populasi sebanyak dan seluas Indonesia, idealnya memiliki sekitar 10 ribu layar lebar.

“Karena itu kami di PFN menginisiasi Sinewara. Sinewara adalah bioskop negara yang fokus memutar film-film lokal saja, dan akan dibangun di kabupaten maupun kota yang selama ini belum punya bioskop. Cuma nanti, pilot project akan dibangun pertama kali di PFN, Otista,” kata Ifan.

Ifan juga menepis anggapan bahwa proyek Sinewara ini akan menghabiskan banyak dana negara. Ia menyebut bioskop khusus film lokal ini akan dibangun “melalui kolaborasi dengan kepala daerah, dana CSR, dan juga private sector.”

“Karena balik lagi, tujuannya bukan hanya membangun bioskop, tapi juga menciptakan creative hub agar industri film dan ekonomi kreatif tidak hanya tumbuh di kota besar saja tapi juga teman-teman yang ada di daerah bisa merasakannya,” kata Ifan.

Namun dalam video tersebut, Ifan belum menegaskan kapan proyek ini akan dibangun, bujet anggarannya, dan kapan ditargetkan untuk beroperasi.

Sudah sejak lama komunitas perfilman lokal menyuarakan kebutuhan Indonesia untuk memiliki bioskop lebih banyak, yang dipandang idealnya adalah 10 ribu layar.

Dengan situasi jumlah bioskop yang ada saat ini sementara produksi film lokal sudah mencapai 200 judul dalam setahun, maka seringkali film tidak dapat mencapai jumlah target penonton akibat persaingan yang sangat ketat bahkan terbilang kanibal.

Persaingan tersebut semakin ketat dengan keputusan bisnis jaringan bioskop untuk penayangan film, yakni film yang tak sanggup mendatangkan penonton –misalnya minimal 10 persen dari jumlah kursi per layar di hari kedua tayang– berisiko langsung diturunkan.

Hal itu disebut pengamat film Hikmat Darmawan mendorong para produser dan sineas melakukan “apa saja” agar filmnya tetap bertahan untuk bisa bertemu penonton yang biasanya datang ke bioskop pada akhir pekan, termasuk membeli sendiri tiket filmnya demi tidak diturunkan oleh bioskop.

“Masalah sebenarnya adalah infrastruktur: menambah jumlah layar dan memperbaiki sistem pemutaran. Mengenai poin tentang programming (penjadwalan), hal itu memang menjadi kunci masalahnya,” kata Hikmat dalam kesempatan terpisah beberapa waktu lalu.

“Infrastruktur yang dimaksud adalah akses yang lebih luas, jumlah layar bioskop yang lebih banyak, serta sistem yang tidak dikuasai oleh satu atau dua pemain besar saja, dan perbaikan-perbaikan lainnya,” katanya.

[Gambas:Instagram]

(end)


Sumber

Sedang Hangat

Dokter Terbang Hingga Guru Long Distance

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Dokter Terbang...

Rosan Beberkan Kabar Terbaru Soal Ekspor Batu Bara Cs Lewat DSI – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Rosan Beberkan...

Prabowo Mau Usut Kepemimpinan BUMN Hingga 30 Tahun ke Belakang – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Prabowo Mau...

Tiang Listrik Tumbang, Lantai Rumah Terbelah

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Tiang Listrik...

Bamsoet Dukung Pengngembangan UMKM Lewat Golf Tournament & UMKM Exhibition

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Bamsoet Dukung...

Topik Terbaru

Dokter Terbang Hingga Guru Long Distance

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Dokter Terbang...

Rosan Beberkan Kabar Terbaru Soal Ekspor Batu Bara Cs Lewat DSI – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Rosan Beberkan...

Prabowo Mau Usut Kepemimpinan BUMN Hingga 30 Tahun ke Belakang – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Prabowo Mau...

Tiang Listrik Tumbang, Lantai Rumah Terbelah

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Tiang Listrik...

Bamsoet Dukung Pengngembangan UMKM Lewat Golf Tournament & UMKM Exhibition

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Bamsoet Dukung...

‘Green SM is Listening’ Diluncurkan, Penumpang Bisa Diganjar Rp5 Juta

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai 'Green SM...

APBN 2027 Tembus Rp 4.097 Triliun, Cek 8 Program Prioritas Prabowo – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai APBN 2027...

Tsunami Hantam Sejumlah Daerah di NTT-Sulsel, Tinggi Hampir 1 Meter

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Tsunami Hantam...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories