Monday, July 27, 2026
19 C
Indonesia

Nuklirnya Diserang, Negara Arab Ini Emosi-Sebut Sudah ‘Kelewat Batas’ – Publik Pos Update

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Nuklirnya Diserang, Negara Arab Ini Emosi-Sebut Sudah ‘Kelewat Batas’ yang sedang hangat diperbincangkan.




Jakarta, – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali mencapai titik didih menyusul serangan pesawat tanpa awak (drone) misterius yang menyasar Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Barakah di Uni Emirat Arab (UEA). Serangan udara berbahaya ini langsung memicu kepanikan global hingga Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menggelar sidang darurat atas permintaan Bahrain guna merespons situasi yang kian kritis.

Mengutip laporan Arab News pada Rabu (20/05/2026), Duta Besar UEA untuk PBB Mohamed Abushahab mengutuk keras serangan teroris yang melanggar hukum dan tanpa provokasi tersebut di hadapan para anggota dewan. Abushahab mengeluarkan peringatan tegas bahwa serangan terhadap fasilitas nuklir sipil merupakan batas merah yang tidak boleh dilanggar karena dapat memicu eskalasi konflik yang jauh lebih merosot di kawasan yang sudah bergejolak.

“Serangan terhadap Barakah merupakan eskalasi berbahaya dalam lingkungan regional yang sudah tidak stabil,” ujar Mohamed Abushahab.

“Ancaman dan serangan seperti ini adalah garis merah bagi UEA, dan kami mempertahankan hak penuh dan inheren kami untuk melindungi wilayah dan penduduk kami sesuai dengan hukum internasional,” tegas Abushahab.

Kementerian Luar Negeri UEA menyatakan bahwa serangan drone yang merusak generator listrik di luar perimeter pembangkit tersebut diketahui berasal dari wilayah Irak, sehingga mereka mendesak pemerintah Irak untuk segera menghentikan semua tindakan permusuhan secara tanpa syarat. Meskipun menyebabkan kebakaran yang berhasil dilokalisasi, Abu Dhabi memastikan bahwa fasilitas Barakah saat ini tetap beroperasi secara aman dan stabil untuk memasok 25 persen kebutuhan listrik negara tersebut.

Kata Dunia.

Di sisi lain, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi menggambarkan insiden ini sebagai masalah yang sangat serius dan memperingatkan dampak fatal bagi umat manusia jika reaktor aktif terkena hantaman langsung. Grossi menjelaskan bahwa kerusakan pada jalur pasokan listrik akibat serangan dapat meningkatkan risiko melelehnya inti reaktor nuklir yang membutuhkan evakuasi massal serta pembagian tablet iodin hingga radius ratusan kilometer.

“Dalam kasus serangan terhadap pembangkit listrik nuklir Barakah, hantaman langsung dapat menyebabkan pelepasan radioaktivitas yang sangat tinggi ke lingkungan,” kata Rafael Grossi.

“Serangan terhadap fasilitas nuklir yang ditujukan untuk tujuan damai tidak dapat diterima,” tambah Grossi.

Duta Besar Bahrain untuk PBB Jamal Fares Alrowaiei ikut mengecam keras serangan itu dan menyebutnya sebagai pelanggaran mencolok terhadap Piagam PBB serta resolusi Dewan Keamanan. Alrowaiei memperingatkan bahwa rangkaian serangan sejak Februari lalu kini telah berkembang menjadi kebijakan sistematis yang mulai menyasar pabrik kimia, fasilitas nuklir, rute maritim, hingga menyandera pasar energi global.

“Serangan-serangan ini sekarang meluas melampaui target militer ke pabrik kimia, fasilitas nuklir, rute maritim, dan infrastruktur sipil,” tutur Jamal Fares Alrowaiei.

Sementara itu, Duta Besar AS untuk PBB Mike Waltz menyatakan bahwa dunia harus bersyukur karena serangan pesawat tanpa awak tersebut tidak berakhir pada bencana nuklir yang mengerikan. Waltz secara terbuka menuduh Iran mencoba mempersenjatai PLTN sipil tersebut melalui kelompok proksinya dan menyebut tindakan sekutu Teheran itu sebagai hal yang keterlaluan serta tidak dapat diterima oleh komunitas internasional.

“Ini bisa saja menjadi serangan di mana kita sedang mendiskusikan pelelehan reaktor nuklir,” ucap Mike Waltz.

Merespons hal yang sama, Duta Besar Rusia untuk PBB Vasily Nebenzia turut mengutuk keras insiden tersebut dan menegaskan bahwa segala bentuk serangan terhadap fasilitas nuklir damai dikategorikan tidak dapat diterima. Nebenzia mengingatkan seluruh anggota DK PBB bahwa serangan serampangan terhadap infrastruktur nuklir dapat menempatkan seluruh kawasan Timur Tengah berada di ambang bencana nuklir dan radiologi yang dahsyat.

“Serangan terhadap infrastruktur nuklir dapat menempatkan seluruh kawasan di ambang bencana nuklir dan radiologis,” pungkas Vasily Nebenzia.

(tps/tps)



Add


as a preferred

source on Google



Sumber

Sedang Hangat

Gelombang Kebencian di Malaysia Memuncak, 9 Sekolah Pengungsi Ditutup – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Gelombang Kebencian...

Usai Bertemu Teddy, Pram Spill Sejumlah Proyek Baru di DKI Segera Diresmikan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Usai Bertemu...

Bos BGN Ancam Pecat Kepala Dapur MBG yang Minta ‘Fee’ ke Mitra

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Bos BGN...

Daftar Siswa Terbaik 4 Matra yang Dilantik Jadi Prajurit Karier TNI

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Daftar Siswa...

Rancangan Penyeragaman Kemasan Rokok Ciptakan Ketidakpastian Hukum – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Rancangan Penyeragaman...

Topik Terbaru

Gelombang Kebencian di Malaysia Memuncak, 9 Sekolah Pengungsi Ditutup – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Gelombang Kebencian...

Usai Bertemu Teddy, Pram Spill Sejumlah Proyek Baru di DKI Segera Diresmikan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Usai Bertemu...

Bos BGN Ancam Pecat Kepala Dapur MBG yang Minta ‘Fee’ ke Mitra

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Bos BGN...

Daftar Siswa Terbaik 4 Matra yang Dilantik Jadi Prajurit Karier TNI

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Daftar Siswa...

Rancangan Penyeragaman Kemasan Rokok Ciptakan Ketidakpastian Hukum – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Rancangan Penyeragaman...

Didampingi Prananda, Megawati Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor PDIP

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Didampingi Prananda,...

Zulhas Ungkap DSI Kelola Devisa Rp216 T dalam Sebulan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Zulhas Ungkap...

11 Saksi Dimintai Keterangan Terkait Kematian Satpam Waduk Jatiluhur

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai 11 Saksi...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories