Tuesday, October 13, 2026
31.7 C
Indonesia

Tok! Komut Sritex Iwan Setiawan Lukminto Divonis 14 Tahun Penjara – Publik Pos Update

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Tok! Komut Sritex Iwan Setiawan Lukminto Divonis 14 Tahun Penjara yang sedang hangat diperbincangkan.




Jakarta, – Komisaris Utama PT Sritex Iwan Setiawan Lukminto, terdakwa kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas kredit yang merugikan negara Rp1,3 triliun divonis 14 tahun penjara. Namun, putusan yang dibacakan itu lebih ringan dari tuntutan jaksa selama 16 tahun.

Selain hukuman badan, terdakwa juga dijatuhi hukuman denda sebesar Rp1 miliar yang jika tidak dibayarkan akan diganti dengan kurungan selama 90 hari.

“Menyatakan terdakwa terbukti melanggar Pasal 603 KUHP tentang tindak pidana korupsi dan Pasal 607 KUHP tentang tindak pidana pencucian uang (TPPU),” kata Hakim Ketua Rommel Franciskus Tampubolon di Pengadilan Tipikor, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (6/5/2026).

Dalam pertimbangannya, hakim menyatakan terdakwa terbukti mengajukan pinjaman ke tiga bank daerah dengan menggunakan laporan keuangan tahun 2017, 2018 dan 2019 yang telah direkayasa.

Ia menjelaskan tujuan pinjaman ke tiga bank tersebut ditujukan untuk membayar tagihan kepada para pemasok PT Sritex. Namun, lanjut dia, PT Sritex membuat sendiri invois penagihan yang digunakan untuk pencarian pinjaman.

Kredit yang sudah cair ke rekening pemasok, kata dia, kemudian ditarik lagi ke rekening PT Sritex dengan nama akun Toko Wijaya.

“Pencairan pinjaman tidak sesuai peruntukan, invois yang digunakan untuk pencairan dibuat sendiri oleh PT Sritex,” katanya.

Hakim juga menyatakan terdakwa bersama Direktur Utama PT Sritex Iwan Kurniawan Lukminto dan Direktur Keuangan PT Sritex Alan Moran Saverino merekayasa pengajuan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU).

Terdakwa terbukti melakukan TPPU karena telah mengalihkan, menempatkan, atau mentransfer dana hasil pencairan pinjaman dari tiga bank pemerintah daerah itu tidak sesuai peruntukannya

Dana pencairan kredit tersebut yang masuk kembali kas PT Sritex dan bercampur dengan pendapatan perusahaan yang sah telah digunakan untuk membeli tanah, sawah, bangunan, properti, serta membayar utang.

Ia menyebut tindakan terdakwa itu merupakan perbuatan terstruktur dengan memanfaatkan nama besar Sritex sehingga sulit dideteksi.

Hakim menyatakan perbuatan terdakwa tersebut masuk dalam tindakan merugikan keuangan negara karena penempatan dana APBD sebagai modal di bank pemerintah daerah merupakan bagian dari keuangan negara.

Dalam pertimbangannya, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan KKN.

“Terdakwa tidak merasa bersalah, terdakwa tidak mengakui perbuatannya, kerugian negara yang terjadi cukup besar,” katanya.

Dalam putusan itu, hakim juga menjatuhkan hukuman tambahan berupa pembayaran uang pengganti kerugian negara sebesar Rp677 miliar yang jika tidak dibayarkan maka akan diganti dengan kurungan selama enam tahun.

Terhadap putusan tersebut, baik terdakwa maupun penuntut umum, masih menyatakan pikir-pikir.

Artikel selengkapnya >>> Klik di sini

(miq/miq)



Add


as a preferred

source on Google



Sumber

Sedang Hangat

Mutasi Lagi, Kapolri Ganti Direktur Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Mutasi Lagi,...

PKB Kritik Gubernur Kalteng Bercanda ‘Bercerai Kawin Lagi’ soal Karhutla

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai PKB Kritik...

PLN Batam Tegaskan Isu Pemadaman Listrik Terencana 3 Hari Hoaks

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai PLN Batam...

Oposisi India Gugat Revisi Daftar Pemilih – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Oposisi India...

Tak Ada Jemaah RI Jadi Korban Serangan Houthi di Riyadh

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Tak Ada...

Topik Terbaru

Mutasi Lagi, Kapolri Ganti Direktur Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Mutasi Lagi,...

PKB Kritik Gubernur Kalteng Bercanda ‘Bercerai Kawin Lagi’ soal Karhutla

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai PKB Kritik...

PLN Batam Tegaskan Isu Pemadaman Listrik Terencana 3 Hari Hoaks

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai PLN Batam...

Oposisi India Gugat Revisi Daftar Pemilih – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Oposisi India...

Tak Ada Jemaah RI Jadi Korban Serangan Houthi di Riyadh

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Tak Ada...

Eks Ketua KPU Vs Anggota DPR Doli Saling Sindir Perkara PKPU

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Eks Ketua...

Wamenko Dradjad Ungkap Inflasi Lebih Dipicu Masalah Pasokan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Wamenko Dradjad...

Prabowo Pimpin Rapat Penanganan Karhutla Senin Malam

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Prabowo Pimpin...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories