Sunday, August 16, 2026
28.2 C
Indonesia

Alasan dan Tujuan PFN Bikin Bioskop Negara Sinewara


Jakarta,

Direktur Utama PT Produksi Film Negara (PFN), Riefian Fajarsyah atau dikenal sebagai Ifan Seventeen, menjelaskan maksud dan tujuan bioskop negara Sinewara setelah dibombardir berbagai komentar skeptis netizen.

Dalam sebuah video yang diunggah di media sosial pada Senin (23/2), Ifan menjelaskan bahwa Sinewara yang merupakan bioskop negara pertama Indonesia itu dibangun didasarkan karena ketimpangan sebaran bioskop.


ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun di sisi lain, minat publik terhadap film Indonesia terus bertumbuh. Ifan mengutip data pada 2025, bahwa sebesar 70 persen film yang tayang di bioskop adalah film lokal dan total penonton mencapai 80,27 juta orang.

“Itu berarti, kita sudah menjadi tuan rumah di negara kita sendiri,” kata Ifan.


Ifan mengatakan Indonesia saat ini hanya memiliki sekitar 2.400 layar dan terpusat di kota-kota besar. Sementara untuk negara dengan populasi sebanyak dan seluas Indonesia, idealnya memiliki sekitar 10 ribu layar lebar.

“Karena itu kami di PFN menginisiasi Sinewara. Sinewara adalah bioskop negara yang fokus memutar film-film lokal saja, dan akan dibangun di kabupaten maupun kota yang selama ini belum punya bioskop. Cuma nanti, pilot project akan dibangun pertama kali di PFN, Otista,” kata Ifan.

Ifan juga menepis anggapan bahwa proyek Sinewara ini akan menghabiskan banyak dana negara. Ia menyebut bioskop khusus film lokal ini akan dibangun “melalui kolaborasi dengan kepala daerah, dana CSR, dan juga private sector.”

“Karena balik lagi, tujuannya bukan hanya membangun bioskop, tapi juga menciptakan creative hub agar industri film dan ekonomi kreatif tidak hanya tumbuh di kota besar saja tapi juga teman-teman yang ada di daerah bisa merasakannya,” kata Ifan.

Namun dalam video tersebut, Ifan belum menegaskan kapan proyek ini akan dibangun, bujet anggarannya, dan kapan ditargetkan untuk beroperasi.

Sudah sejak lama komunitas perfilman lokal menyuarakan kebutuhan Indonesia untuk memiliki bioskop lebih banyak, yang dipandang idealnya adalah 10 ribu layar.

Dengan situasi jumlah bioskop yang ada saat ini sementara produksi film lokal sudah mencapai 200 judul dalam setahun, maka seringkali film tidak dapat mencapai jumlah target penonton akibat persaingan yang sangat ketat bahkan terbilang kanibal.

Persaingan tersebut semakin ketat dengan keputusan bisnis jaringan bioskop untuk penayangan film, yakni film yang tak sanggup mendatangkan penonton –misalnya minimal 10 persen dari jumlah kursi per layar di hari kedua tayang– berisiko langsung diturunkan.

Hal itu disebut pengamat film Hikmat Darmawan mendorong para produser dan sineas melakukan “apa saja” agar filmnya tetap bertahan untuk bisa bertemu penonton yang biasanya datang ke bioskop pada akhir pekan, termasuk membeli sendiri tiket filmnya demi tidak diturunkan oleh bioskop.

“Masalah sebenarnya adalah infrastruktur: menambah jumlah layar dan memperbaiki sistem pemutaran. Mengenai poin tentang programming (penjadwalan), hal itu memang menjadi kunci masalahnya,” kata Hikmat dalam kesempatan terpisah beberapa waktu lalu.

“Infrastruktur yang dimaksud adalah akses yang lebih luas, jumlah layar bioskop yang lebih banyak, serta sistem yang tidak dikuasai oleh satu atau dua pemain besar saja, dan perbaikan-perbaikan lainnya,” katanya.

[Gambas:Instagram]

(end)


Sumber

Sedang Hangat

Polisi Bongkar Tambang Emas Ilegal WNA India di RI, Olah 30 Kg/Hari – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Polisi Bongkar...

Jatim Diklaim Tetap Kondusif Usai 2 Pos Polisi Dilempar Molotov

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Jatim Diklaim...

Yuk, Tebus Murah Alat Makan Belasan Ribu di Transmart Full Day Sale!

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Yuk, Tebus...

Negara sedang Gawat, Presiden Naikkan Gaji Tentara 80% per 1 September – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Negara sedang...

Bukan Timteng, AS Tiba-Tiba Siapkan Operasi Militer Besar di Sini – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Bukan Timteng,...

Topik Terbaru

Polisi Bongkar Tambang Emas Ilegal WNA India di RI, Olah 30 Kg/Hari – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Polisi Bongkar...

Jatim Diklaim Tetap Kondusif Usai 2 Pos Polisi Dilempar Molotov

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Jatim Diklaim...

Yuk, Tebus Murah Alat Makan Belasan Ribu di Transmart Full Day Sale!

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Yuk, Tebus...

Negara sedang Gawat, Presiden Naikkan Gaji Tentara 80% per 1 September – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Negara sedang...

Bukan Timteng, AS Tiba-Tiba Siapkan Operasi Militer Besar di Sini – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Bukan Timteng,...

Indonesia Diguncang 3 Gempa Dalam Sehari

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Indonesia Diguncang...

3 Siswa Madrasah Terpilih Jadi Paskibraka HUT Ke-81 RI di Istana

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai 3 Siswa...

RAPBN 2027, Purbaya Bidik Setoran Pajak-Bea Cukai Rp2.908 T

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai RAPBN 2027,...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories