Saturday, July 18, 2026
21.9 C
Indonesia

Prabowo Blak-blakan Sebut Penyakit Pengelolaan Kekayaan RI




Jakarta, – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kekayaan alam yang melimpah tidak otomatis menjamin kesejahteraan rakyat jika negara gagal mengelolanya dengan baik.

Ia menilai persoalan utama bukan terletak pada ketersediaan sumber daya, melainkan pada kualitas tata kelola dan keberanian untuk melakukan koreksi diri. Menurutnya, negara harus jujur melihat kelemahan internal agar tidak terus terjebak dalam kesalahan yang sama.

“Negara kita kaya, tapi kadang-kadang harus koreksi diri, kadang-kadang kurang pandai mengelola kekayaan. Kita sekarang harus menegakkan hukum, menegakkan peraturan. Negara harus hadir, negara harus bersih, pemerintah harus bersih. Pemerintah tidak bisa mengizinkan institusinya korupsi,” katanya di Serang, Sabtu (20/12/2025).

Dalam pandangan Prabowo, persoalan penegakan hukum tidak bisa dipisahkan dari integritas lembaga negara. Ia menekankan bahwa pemerintah tidak cukup hanya membuat kebijakan besar tanpa memastikan pelaksana di lapangan bekerja secara jujur dan profesional. Aparat negara menjadi kunci karena mereka adalah wajah negara yang langsung berhadapan dengan masyarakat.

“Saya bertekad berusaha untuk membersihkan aparat, karena aparat adalah yang akan meneruskan memberi pelayanan kepada rakyat. Kalau yang memberi pelayanan tidak baik, tidak jujur, saya kira kekayaan akan terus tidak sampai ke rakyat,” kata Prabowo.

Lebih jauh, Prabowo menyebut bahwa pemerintahan yang bersih adalah prasyarat utama bagi kebangkitan dan kesejahteraan sebuah bangsa. Ia mengingatkan bahwa anggaran negara sebesar apa pun tidak akan bermakna jika bocor di tengah jalan. Tanpa integritas, menurutnya, pembangunan hanya akan menjadi angka di atas kertas.

“Jadi ini pelajaran ke semua negara di dunia. Selama ribuan tahun, pemerintah yang bersih adalah kunci kebangkitan suatu bangsa, kesejahteraan datang manakala pemerintah bersih. Kita boleh anggarkan ratusan triliun, kalau tidak sampai ke rakyat, sangat sedih kita,” ujar Prabowo.

 

(luc/luc)

Sumber

Sedang Hangat

Harus Dipertimbangkan Gaji Besar Kepala Daerah tanpa Tunjangan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Harus Dipertimbangkan...

BP2MI Pulangkan 25 Ribu TKI Bermasalah 2025, 626 di Antaranya Jenazah

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai BP2MI Pulangkan...

Mendikdasmen Data Sekolah Minim Murid, Koordinasi dengan Mendagri

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Mendikdasmen Data...

Mulai Juli 2026 Ini Kita Tidak Impor Solar Lagi! – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Mulai Juli...

Yang Bilang Beras Mahal, Ikut Tanam Padi Sendiri

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Yang Bilang...

Topik Terbaru

Harus Dipertimbangkan Gaji Besar Kepala Daerah tanpa Tunjangan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Harus Dipertimbangkan...

BP2MI Pulangkan 25 Ribu TKI Bermasalah 2025, 626 di Antaranya Jenazah

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai BP2MI Pulangkan...

Mendikdasmen Data Sekolah Minim Murid, Koordinasi dengan Mendagri

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Mendikdasmen Data...

Mulai Juli 2026 Ini Kita Tidak Impor Solar Lagi! – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Mulai Juli...

Yang Bilang Beras Mahal, Ikut Tanam Padi Sendiri

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Yang Bilang...

BI Catat Kinerja Manufaktur RI Masih Ekspansi pada Kuartal II 2026

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai BI Catat...

Ada Coretax, Skema Pemungutan Pajak Diharapkan Bisa Diubah – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Ada Coretax,...

Polisi Enggak Mau di Bawah Menhan Sih

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Polisi Enggak...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories