Friday, October 23, 2026
27.9 C
Indonesia

Bamsoet Dorong APBN Perkuat Daya Beli hingga Buka Lapangan Kerja

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Bamsoet Dorong APBN Perkuat Daya Beli hingga Buka Lapangan Kerja yang sedang hangat diperbincangkan.

Jakarta –

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) harus dimanfaatkan untuk memperkuat daya beli masyarakat dan menciptakan lapangan kerja. Dia menilai belanja negara harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan Bamsoet seusai menghadiri Rapat Pleno III Wantimpres bersama Menteri Keuangan Suahasil Nazara di Kantor Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis (22/10/2026). Bamsoet menilai perekonomian Indonesia masih menunjukkan ketahanan di tengah ketidakpastian global.

“Dari paparan Menteri Keuangan, Kami melihat di tengah situasi global yang sedang tidak baik-baik saja, fondasi ekonomi nasional kita tidak terlalu terganggu. Pertumbuhan tetap terjaga, inflasi terkendali, aktivitas industri tumbuh, dan kepercayaan terhadap Indonesia tetap tinggi. Ini adalah modal besar bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat pembangunan yang manfaatnya dirasakan langsung oleh seluruh rakyat,” ujar Bamsoet.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Waketum Golkar ini mengatakan APBN punya peran strategis dalam menerjemahkan kekuatan ekonomi menjadi perbaikan nyata. Dia menekankan APBN perlu diarahkan untuk menjaga stabilitas harga pangan, meningkatkan pendapatan keluarga, memperluas kesempatan kerja, serta meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan.

Berdasarkan data, pendapatan negara hingga September 2026 mencapai Rp 2.341,7 triliun atau tumbuh 25,5%. Sementara itu, penerimaan pajak tercatat Rp 1.607,6 triliun dan penerimaan negara bukan pajak mencapai Rp 492,3 triliun.

Kemudian belanja negara tercatat Rp 2.660,5 triliun atau meningkat 19 persen. Angka itu, kata dia, mencerminkan kapasitas negara yang semakin kuat dalam membiayai agenda pembangunan.

“Peningkatan penerimaan negara harus terus dipertahankan. Ruang fiskal ini harus dimanfaatkan untuk mempercepat pembangunan yang produktif, memperkuat sektor riil, dan memperluas perlindungan sosial. APBN harus hadir sebagai instrumen yang memberi rasa aman sekaligus membuka peluang kemajuan bagi rakyat,” kata Bamsoet.

Mantan Ketua MPR RI ini mengatakan proyeksi defisit APBN sebesar 2,85 persen terhadap PDB menunjukkan arah pengelolaan fiskal yang terjaga. Menurutnya, APBN bisa terus menjadi instrumen yang kredibel jika dilakukan dengan disiplin anggaran dan belanja yang semakin berkualitas.

“Pemerintah memiliki komitmen kuat menjaga keseimbangan antara keberanian membiayai pembangunan dan kehati-hatian menjaga kesehatan fiskal. Ini penting agar Indonesia mampu terus tumbuh, sekaligus memiliki ketangguhan menghadapi berbagai perubahan global,” jelas Bamsoet.

Ketua Dewan Pembina Perkumpulan Alumni Doktor Ilmu Hukum Universitas Padjadjaran ini juga menyoroti pentingnya menjaga daya beli masyarakat melalui subsidi dan kompensasi energi. Proyeksi subsidi dan kompensasi energi sepanjang 2026 mencapai Rp 525,9 triliun.

Bamsoet meminta pemerintah memperbaiki data penerima subsidi dan mengawasi distribusi bahan bakar minyak (BBM) serta LPG. Hal itu, menurutnya, agar bantuan lebih tepat sasaran.

“Subsidi energi harus benar-benar dinikmati masyarakat yang membutuhkan, terutama kelompok berpenghasilan rendah dan pelaku usaha kecil. Pemerintah perlu memperbaiki data penerima, menutup kebocoran distribusi, serta mempercepat kemandirian energi nasional,” tegas Bamsoet.

Lebih lanjut, dia mengatakan prospek perekonomian nasional juga didukung masuknya aliran modal sebesar Rp 149,3 triliun hingga 16 Oktober 2026. Hal ini, kata Bamsoet, menunjukkan Indonesia tetap dipandang punya fundamental ekonomi yang menarik, pasar domestik yang besar, hingga peluang investasi menjanjikan.

Dia menyinggung konsultasi MSCI mengenai kemungkinan penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia. Dia mengatakan hal itu perlu menjadi momentum untuk meningkatkan transparansi kepemilikan saham dan perlindungan investor.

“Kepercayaan pasar harus terus kita perkuat melalui kepastian hukum, tata kelola yang baik, dan kebijakan yang konsisten. Indonesia memiliki sumber daya alam, pasar domestik, bonus demografi, serta posisi strategis. Dengan pembenahan yang berkelanjutan, Indonesia akan semakin diperhitungkan sebagai kekuatan ekonomi dunia,” ujar Bamsoet.

Waketum Pemuda Pancasila ini mengatakan sinergi antar kementerian lembaga harus terus diperkuat. Bamsoet mengatakan kebijakan fiskal, moneter, investasi, dan industrialisasi perlu berjalan dalam satu arah.

“Arah kebijakan fiskal 2027 harus menjadi pondasi menuju Indonesia yang lebih kuat, mandiri, dan sejahtera. Optimisme kita memiliki dasar yang nyata, yakni ekonomi tumbuh, penerimaan negara meningkat, industri bergerak, investasi tetap datang, dan negara hadir melindungi rakyat. Tugas kita adalah memastikan seluruh kekuatan itu bekerja untuk kemakmuran rakyat Indonesia,” pungkas Bamsoet.

Halaman 2 dari 2

(amw/imk)


Sumber

Sedang Hangat

KPK Geledah Rumah Suami Fadia Arafiq, Sita Mobil Listrik

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai KPK Geledah...

Libur Nataru, AirAsia Tebar Diskon Tiket Pesawat 12 Persen

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Libur Nataru,...

Bukan Dihantam Gempa, Penampakan Kompleks Wisata Miring ke Laut – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Bukan Dihantam...

MenPAN-RB Ungkap Warisan Pemikiran Mochtar Kusumaatmadja bagi Diplomasi RI

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai MenPAN-RB Ungkap...

Komisi I Sebut Revisi UU Peradilan Militer Tak Perlu Tunggu Tenggat MK

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Komisi I...

Topik Terbaru

KPK Geledah Rumah Suami Fadia Arafiq, Sita Mobil Listrik

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai KPK Geledah...

Libur Nataru, AirAsia Tebar Diskon Tiket Pesawat 12 Persen

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Libur Nataru,...

Bukan Dihantam Gempa, Penampakan Kompleks Wisata Miring ke Laut – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Bukan Dihantam...

MenPAN-RB Ungkap Warisan Pemikiran Mochtar Kusumaatmadja bagi Diplomasi RI

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai MenPAN-RB Ungkap...

Komisi I Sebut Revisi UU Peradilan Militer Tak Perlu Tunggu Tenggat MK

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Komisi I...

Pemerintah RI Tutup Tambang Emas Ilegal 275 Hektare, Ini Pemiliknya – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Pemerintah RI...

Pemimpin Ini Kerahkan Jet Militer Setop Karhutla, Janji Tak Terulang

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Pemimpin Ini...

Harga Minyak Mulai Melandai usai Melonjak 4 Persen Gara-gara Houthi

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Harga Minyak...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories