Monday, October 12, 2026
20.7 C
Indonesia

Siswa di Prafi Dilatih Jadi Konselor Sebaya, Belajar Kenali Emosi

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Siswa di Prafi Dilatih Jadi Konselor Sebaya, Belajar Kenali Emosi yang sedang hangat diperbincangkan.


Jakarta –

Remaja di kawasan transmigrasi Prafi, Manokwari, Papua Barat kini punya tempat bercerita saat menghadapi masalah, yaitu teman sekolahnya sendiri. Tim 4 Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga (UNAIR) melatih siswa di tiga sekolah Distrik Prafi untuk menjadi konselor sebaya, yaitu siswa yang dibekali kemampuan mengenali masalah temannya dan menjadi jembatan sebelum masalah itu sampai ke guru atau puskesmas.

Pelatihan ini menyasar remaja karena lingkungan transmigrasi membuat banyak dari mereka mudah kurang percaya diri, padahal ke depan merekalah yang diharapkan jadi penggerak daerahnya sendiri. Manfaat itu dirasakan langsung oleh siswa kelas 9C SMP Negeri 8 Prafi yang kini jadi kader konselor sebaya di sekolahnya Sadiqah Adzana Islami.

“Saya mendapatkan banyak materi dari kakak-kakaknya, tentang mengenali emosi, terus berpikir sebelum bertindak,” ujar Sadiqah, dalam keterangan tertulis, Minggu (11/10/2026).


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sadiqah mengaku sudah merasa siap menjalankan perannya. Ia pun berharap agar teman-teman remaja di Prafi bisa mengendalikan emosi dan berpikir dulu sebelum bertindak.

“Saya akan menyusun program, mungkin bersama teman-teman saya,” ujar Sadiqah.

Guru SMP Negeri 8 Prafi Riyanto menilai pelatihan ini menjawab tantangan pergaulan remaja yang menurutnya sudah melebihi batas wajar.

“Kami bersyukur teman-teman dari Tim Patriot boleh berkunjung ke sekolah kami untuk lebih memfasilitasi, bagaimana proses selanjutnya terkait pergaulan yang dihadapi oleh remaja sekarang,” kata Riyanto.

“Program ini sangat bermanfaat untuk sekolah kami, khususnya bagi siswa-siswa kami, karena sangat membantu untuk hal-hal yang positif, bagaimana kita membina anak-anak ke depan,” tambahnya.

Ketua Tim 4 Ekspedisi Patriot UNAIR Prof Endang Retno Surjaningrum PhD, Psikolog menjelaskan pelatihan ini berangkat dari temuan di lapangan bahwa remaja di kawasan transmigrasi gampang memiliki rasa percaya diri yang rendah.

Siswa diajarkan mengenali tanda-tanda teman yang butuh bantuan, cara mendekati mereka, hingga keterampilan membangun rasa percaya diri dan berpikir kritis.

“Kami harapkan generasi muda ini nanti yang akan mempunyai daya kreatif untuk membangun wilayahnya,” ujar Prof Endang.

Kegiatan dirancang dengan bahasa yang positif, bukan berupa larangan, agar siswa berubah karena sadar sendiri, bukan karena takut dimarahi. Setelah pelatihan, ketiga sekolah kini sudah membentuk organisasi konselor sebaya sendiri, lengkap dengan guru pendamping, dan mulai melatih siswa lain yang belum sempat ikut.

Pekan depan, program berlanjut dengan sosialisasi untuk orang tua agar dukungan di rumah dan di sekolah berjalan beriringan. Langkah ini sejalan dengan perhatian Presiden RI Prabowo Subianto terhadap penguatan karakter dan mental anak-anak Indonesia.

“Yang penting hatimu teguh, hati kita baik. Kalau kita diejek, kita balas dengan sopan santun, semakin dihina, semakin kau teguh, semakin berani, semakin sopan,” kata Prabowo.

Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI (Menko Infra) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan generasi muda adalah kunci pembangunan ke depan.

“Generasi muda terutama, yang diharapkan berada di depan karena Indonesia membutuhkan tenaga dan pemikiran terbaik kita,” kata AHY.

Menteri Transmigrasi (Mentrans) M Iftitah Sulaiman Suryanagara turut berpesan agar latar belakang tidak menghalangi anak muda untuk percaya diri.

“Jangan pernah merasa minder karena berasal dari keluarga sederhana. Yang menentukan adalah kerja keras, karakter, dan kemauan untuk terus belajar,” pungkasnya.

(akn/ega)

Sumber

Sedang Hangat

Trump Klaim Gencatan Energi Rusia-Ukraina, Zelensky Sebut Tak Tahu

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Trump Klaim...

Terancam Karhutla, 8 Orangutan Ditranslokasi ke Hutan Lindung Ketapang

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Terancam Karhutla,...

Dunia Ramai Kutuk Serangan Houthi ke Bandara Riyadh, Ada AS-Malaysia – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Dunia Ramai...

Pertamina MotoGP Mandalika 2026 Jadi Peluang UMKM Lokal Perluas Pasar

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Pertamina MotoGP...

Kapolres Bogor Pimpin Evakuasi ABK Korban Sandera Perompak Somalia – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kapolres Bogor...

Topik Terbaru

Trump Klaim Gencatan Energi Rusia-Ukraina, Zelensky Sebut Tak Tahu

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Trump Klaim...

Terancam Karhutla, 8 Orangutan Ditranslokasi ke Hutan Lindung Ketapang

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Terancam Karhutla,...

Dunia Ramai Kutuk Serangan Houthi ke Bandara Riyadh, Ada AS-Malaysia – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Dunia Ramai...

Pertamina MotoGP Mandalika 2026 Jadi Peluang UMKM Lokal Perluas Pasar

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Pertamina MotoGP...

Kapolres Bogor Pimpin Evakuasi ABK Korban Sandera Perompak Somalia – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kapolres Bogor...

Bupati Serang Harap Anyer-Panarukan Jadi Destinasi yang Terintegrasi

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Bupati Serang...

KSP Sigit Jelaskan Langkah Pemerintah Atasi Karhutla, Pastikan Maksimal

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai KSP Sigit...

Direktur Pembangkitan PLN Pantau Keandalan Listrik MotoGP Mandalika

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Direktur Pembangkitan...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories