Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai BEI Buka Suara soal Haji Isam Gadai Saham ke Bank Mandiri yang sedang hangat diperbincangkan.
Jakarta, —
Bursa Efek Indonesia (BEI) buka suara soal transaksi gadai saham yang dilakukan Andi Syamsudin Arsyad atau Haji Isam melalui dua emiten, yakni PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) ke PT Bank Mandiri (Persero) Tbk pada 30 September lalu.
Corporate Secretary BEI Elsierra Putri Yosita menjelaskan bahwa pihaknya mengirimkan permintaan penjelasan atas transaksi itu sebagaimana diatur dalam Peraturan Bursa nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi kepada kedua Perusahaan Tercatat tersebut.
“Dapat kami sampaikan bahwa Bursa telah mengirimkan permintaan penjelasan sebagaimana diatur dalam Peraturan Bursa nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi kepada kedua Perusahaan Tercatat tersebut,” ujar Elsierra dalam keterangan tertulis, Kamis (8/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Elsierra menegaskan BEI meminta kepada seluruh pihak untuk selalu memperhatikan pengumuman Bursa dan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan.
“Bursa meminta kepada seluruh pihak untuk selalu memperhatikan pengumuman Bursa dan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan,” tegasnya.
Dua emiten milik Andi Syamsudin Arsyad atau Haji Isam menggadaikan saham ke PT Bank Mandiri (Persero) Tbk pada 30 September lalu di tengah rencana pembelian saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) melalui PT Jhonlin Baratama.
Aksi itu diungkapkan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (7/10).
Pertama, Direktur Utama PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) Indra Irawan menerangkan terdapat transaksi gadai saham yang dilakukan pemegang saham pengendalinya, yakni PT Eshan Agro Sentosa sebanyak 7.997.556.204 lembar saham.
Kedua, Direktur PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) Tamlikho menjelaskan terdapat transaksi gadai saham yang dilakukan pemegang saham pengendalinya, yakni PT Araya Agro Lestari, PT Citra Agro Raya, dan PT Baramega Citra Mulia Persada
Secara rinci, dalam perjanjian itu, PT Araya Agro Lestari menggadaikan sebanyak 2.205.667.896 lembar saham, PT Citra Agro Raya menggadaikan 2.194.778.786 lembar saham, sedangkan PT Baramega Citra Mulia Persada menggadaikan 900.000.250 lembar saham.
Dengan demikian, total saham PGUN yang digadaikan tiga entitas afiliasi Haji Isam itu sebanyak 5,29 miliar lembar saham.
“Tujuan Transaksi: Sebagai jaminan atas fasilitas kredit yang diperoleh afiliasi Perseroan,” tulis kedua Manajemen dalam keterbukaan informasi BEI, Rabu (7/10).
Masing-masing manajemen pun menegaskan bahwa aksi gadai saham itu tidak mengakibatkan perubahan pengendalian atas perseroan. Keempat perseroan itu tetap menjadi pengendali yang merupakan Kelompok Yang Terorganisasi Perseroan.
Selain itu, transaksi gadai saham tersebut tidak menyebabkan dilusi kepemilikan saham dan tidak mengubah jumlah modal ditempatkan maupun modal disetor Perseroan.
“Direksi Perseroan memastikan bahwa transaksi tersebut melalui prosedur yang wajar dan sesuai peraturan perundangan yang berlaku,” terang manajemen.
(fln/sfr)




