Saturday, September 19, 2026
21.9 C
Indonesia

Dukung Pengelolaan Sampah Terpadu, Ibas Serahkan Bantuan di Magetan

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Dukung Pengelolaan Sampah Terpadu, Ibas Serahkan Bantuan di Magetan yang sedang hangat diperbincangkan.


Jakarta

Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mendorong penguatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui pengembangan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Kabupaten Magetan, Jawa Timur (Jatim).

Pesan tersebut disampaikan Ibas saat melakukan kunjungan ke TPS3R Manunggal Desa Kartoharjo, Kecamatan Kartoharjo, Magetan, Jumat (18/9/2026), dalam kegiatan ‘Lingkungan Bersih Magetan Sehat: Pilah Sampah, Jaga Kampung, Sejahterakan Warga’.

Dalam kunjungan tersebut, Ibas melihat langsung proses pengumpulan, pemilahan, dan pengolahan sampah rumah tangga yang dilakukan masyarakat. Ibas juga berdialog dengan pemerintah desa dan masyarakat mengenai kondisi serta kebutuhan pengelolaan sampah di wilayah tersebut.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Ibas, keberadaan TPS3R merupakan bagian penting dari upaya membangun tata kelola lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. Persoalan sampah, kata dia, tidak dapat hanya diselesaikan dengan mengandalkan pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat sejak dari rumah tangga.

“Kalau bukan kita yang mengelola sampah rumah tangga, siapa lagi? Karena kita mencintai alam ini,” ujar Ibas, Sabtu (19/9/2026).

“Salah satunya dengan memastikan alam yang kita huni tetap bersih, sehat, dan nyaman,” sambungnya.

Ibas menekankan pentingnya membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya. Menurutnya, sampah organik dan non organik perlu dipisahkan sebelum dikumpulkan, dibawa ke TPS3R agar dapat diolah sesuai jenis dan manfaatnya.

“Caranya sederhana. Kita mulai dari diri kita masing-masing,” kata Ibas.

“Anak-anak kita juga harus mulai diajarkan membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan lingkungan,” sambungnya.

Sampah sebagai Sumber Manfaat

Dalam kunjungannya, Ibas melihat langsung aktivitas para pengelola TPS3R yang menangani sampah masyarakat. TPS3R Manunggal Desa Kartoharjo berdiri sejak 2025 dan telah beroperasi sekitar delapan bulan.

Sampah yang dikelola berasal dari sejumlah sumber di sekitar masyarakat, di antaranya pondok pesantren (ponpes), dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pasar, dan lingkungan permukiman.

Sampah yang terkumpul tidak sekadar dibuang, tetapi dipilah berdasarkan jenisnya. Sampah organik diolah menjadi pupuk dan kompos cair, sementara sampah anorganik dapat dijual kembali atau dimanfaatkan untuk kebutuhan lainnya.

Ibas mengapresiasi kerja para pengelola TPS3R yang menurutnya memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan sekaligus membuka peluang pemanfaatan sampah bagi masyarakat.

“Ini tugas yang mulia. Tidak semua orang mau berhubungan dengan sampah,” ungkap Ibas.

“Tetapi mereka yang bekerja di sini memikirkan kepentingan banyak orang, bukan hanya dirinya sendiri,” sambungnya.

Ibas juga mendorong agar hasil pengolahan sampah dapat terus dikembangkan sehingga memiliki nilai guna dan nilai ekonomi serta kembali memberikan manfaat kepada masyarakat, khususnya sektor pertanian dan perkebunan.

“Ini pola terpadu yang mesti kita kembangkan bersama. Sampah yang sebelumnya dianggap tidak berguna bisa diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat, termasuk pupuk yang kemudian kembali kepada petani,” jelas Ibas.

Saat ini, pupuk yang dihasilkan TPS3R Manunggal belum dipasarkan secara luas. Karena itu, pengembangan kapasitas dan inovasi pengolahan dinilai penting agar hasil pengelolaan sampah dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi lingkungan serta masyarakat.

Dorong TPS3R Diperluas

Ibas menilai model pengelolaan sampah seperti yang dilakukan masyarakat Desa Kartoharjo dapat menjadi contoh yang dikembangkan secara bertahap di wilayah lain.

Menurut Ibas, kebutuhan terhadap fasilitas pengelolaan sampah akan terus meningkat seiring aktivitas masyarakat. Oleh karena itu, pembangunan fasilitas pengelolaan sampah perlu dilakukan secara bertahap dengan melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah (pemda), pemerintah desa, dan masyarakat.

“Ini bentuk kolaborasi antara kementerian dan daerah untuk memastikan ada tempat pengolahan sampah Reduce, Reuse, Recycle. Walaupun alatnya masih sederhana, paling tidak sudah membantu merumuskan bagaimana sampah bisa menjadi kompos, pupuk, dan produk lainnya,” kata Ibas.

Ibas berharap apabila kapasitas fiskal daerah semakin kuat, pengembangan fasilitas serupa dapat diperluas ke lebih banyak desa.

“Idealnya setiap desa memiliki sistem pengelolaan sampah seperti ini. Kita lakukan pelan-pelan, bertahap, tetapi harus berjalan,” ujar Ibas.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pengelolaan sampah di Desa Kartoharjo, Ibas juga menyerahkan sejumlah bantuan sarana penunjang, berupa kendaraan roda tiga untuk mengangkut sampah serta sejumlah alat kebersihan. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung mobilitas pengelola sekaligus memperkuat kegiatan pengelolaan sampah di lingkungan masyarakat.

Persoalan Regulasi Perlu Dicarikan Jalan Keluar

Dalam dialog bersama masyarakat dan pemerintah setempat, Ibas juga menerima aspirasi mengenai kendala pembangunan TPS3R di sejumlah wilayah yang berkaitan dengan status dan tata ruang lahan, termasuk persoalan lahan yang masuk dalam kawasan yang memiliki ketentuan perlindungan lahan pertanian.

Ibas mengatakan persoalan regulasi tersebut perlu dicarikan solusi bersama oleh pemerintah daerah dan kementerian terkait agar kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas pengelolaan sampah tidak terhambat terlalu lama.

“Jangan karena urusan perizinan atau regulasi yang terlalu rumit dan lama, kegiatan seperti ini tertunda. Padahal sampah dihasilkan setiap hari,” ujar Ibas.

Menurut Ibas, penyelesaian persoalan regulasi tetap perlu dilakukan secara paralel dengan mempertimbangkan ketentuan yang berlaku, sehingga fasilitas pengelolaan sampah yang memberikan manfaat bagi masyarakat dapat terus dikembangkan.

Dorong Kesadaran dari Rumah Tangga

Selain penguatan fasilitas, Ibas menilai perubahan perilaku masyarakat merupakan kunci keberhasilan pengelolaan sampah. Ia mengajak masyarakat mulai memilah sampah dari rumah, menjaga saluran air dan lingkungan sekitar, serta tidak membuang sampah sembarangan.

Kebiasaan tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko lingkungan seperti saluran tersumbat, pencemaran, banjir, dan gangguan kesehatan.

“Tidak ada yang lebih baik dan lebih bermanfaat kalau tidak dimulai dari diri sendiri. Mari kita pastikan lingkungan kita benar-benar tertata dan terjaga dengan bersih,” tutur Anggota Dapil Jatim VII tersebut.

Ibas juga mengingatkan bahwa menjaga lingkungan merupakan bentuk tanggung jawab antargenerasi.

“Orang tua kita, anak-anak kita, dan cucu kita kelak harus tetap bisa tinggal di bumi ini dengan keberlanjutan. Karena itu, menjaga kebersihan dan lingkungan bukan hanya untuk hari ini, tetapi juga untuk masa depan,” kata Ibas.

Kawal Aspirasi Masyarakat

Dalam kesempatan tersebut, Ibas juga menegaskan upayanya untuk terus mengawal aspirasi masyarakat Magetan, tidak hanya dalam bidang lingkungan, tetapi juga pendidikan dan perumahan.

Ibas menyampaikan dukungan terhadap keberlanjutan akses pendidikan bagi anak-anak melalui Program Indonesia Pintar (PIP). Selain itu, ia menyebut dukungan terhadap program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) bagi masyarakat yang membutuhkan perbaikan rumah agar menjadi lebih layak huni.

“Yang kita perjuangkan bukan hanya pembangunan fisik, tetapi bagaimana pembangunan tersebut benar-benar meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Demokrat itu.

Ibas juga mengajak seluruh unsur masyarakat, pemda, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), pemerintah desa, komunitas, dan pengelola TPS3R untuk terus memperkuat semangat gotong royong.

“Urusan lingkungan dan persampahan harus menjadi gerakan bersama. Kita boleh berbeda dalam banyak hal, tetapi kalau urusan lingkungan, urusan persampahan, kita harus satu,” tegas Ibas.

Kunjungan Jadi Ruang Silaturahmi

Ibas berharap TPS3R Kartoharjo dapat terus berkembang sebagai contoh pengelolaan sampah yang mandiri, terpadu, dan memberikan manfaat lingkungan sekaligus ekonomi bagi masyarakat.

“Semoga lingkungan kita semakin asri, semakin bersih, semakin hijau, semakin sehat, dan semakin tenteram,” kata Ibas.

Lurah Kartoharjo Mulyono menyambut baik kunjungan Ibas ke TPS3R Manunggal. Menurutnya, kehadiran Ibas tidak hanya menjadi kunjungan lapangan, tetapi juga menjadi momentum untuk bersilaturahmi, berdiskusi, dan menyampaikan secara langsung kondisi serta persoalan pengelolaan sampah di lingkungan masyarakat.

“Kunjungan Pak Ibas bukan sekadar kunjungan, namun menjadi momentum untuk bisa bersilaturahmi dan berdiskusi serta menyampaikan langsung terkait permasalahan dan kondisi sampah di lingkungan kita,” ujar Mulyono.

Kunjungan tersebut turut diisi dengan penyerahan dukungan sarana pengelolaan sampah secara simbolis serta peninjauan fasilitas dan proses pengolahan sampah di TPS3R Desa Kartoharjo.

Sebagai informasi, kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Camat Kartoharjo Setiya Widayaka; Anggota DPRD Magetan Pangajoman, Wahyu Kurniawan, Shoim, dan Amik Yetmiati; serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup (Kadis LH) Magetan Saif Muchlissun.

(akn/ega)

Sumber

Sedang Hangat

Amran Bongkar Modus Jahat 25 Merek Beras Fortifikasi Abal-Abal – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Amran Bongkar...

Diduga Protes soal Pilkades, Ruang Bupati Bekasi Digembok Warga

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Diduga Protes...

Satu KRL INKA Rampung Check Up, 4 Jadwal Line Bogor Ditambah

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Satu KRL...

Cegah Kelainan Bawaan Bayi,Rumah Sakit Gandeng Ahli Luar Negeri – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Cegah Kelainan...

Megathrust-Tsunami Ancam Jakarta-Jawa? Ini Penjelasan BMKG & Pakar

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Megathrust-Tsunami Ancam...

Topik Terbaru

Amran Bongkar Modus Jahat 25 Merek Beras Fortifikasi Abal-Abal – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Amran Bongkar...

Diduga Protes soal Pilkades, Ruang Bupati Bekasi Digembok Warga

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Diduga Protes...

Satu KRL INKA Rampung Check Up, 4 Jadwal Line Bogor Ditambah

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Satu KRL...

Cegah Kelainan Bawaan Bayi,Rumah Sakit Gandeng Ahli Luar Negeri – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Cegah Kelainan...

Megathrust-Tsunami Ancam Jakarta-Jawa? Ini Penjelasan BMKG & Pakar

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Megathrust-Tsunami Ancam...

KSAL Sebut Kapal Induk Garibaldi Akan Jadi KRI Sriwijaya 24 September

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai KSAL Sebut...

Indonesia Bersama Palestina, Kami Tak Sendiri

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Indonesia Bersama...

Bos BGN Siapkan Sistem Penilaian Dapur MBG, Sekolah Bisa Kasih Nilai

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Bos BGN...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories