Jakarta, —
Film Indonesia 2nd Miracle in Cell No. 7 akan dibuat ulang di Filipina. Hal ini menjadi sejarah baru karena untuk pertama kalinya film Indonesia secara resmi diadaptasi ulang untuk pasar perfilman Filipina.
Studio asal Filipina, Viva Communications, telah memperoleh hak untuk membuat ulang film produksi Falcon Pictures tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Versi Filipina dari 2nd Miracle in Cell No. 7 kini dalam proses produksi dan dijadwalkan tayang pada 25 Desember 2026 dalam ajang Metro Manila Film Festival.
“Dengan 2nd Miracle in Cell No. 7, Viva Communications melanjutkan tradisi yang kami banggakan dalam menghadirkan film berkualitas dan menyentuh hati, yang dapat diterima lintas generasi serta menyatukan seluruh keluarga di bioskop,” ujar Vincent Del Rosario, CEO Viva Communications, Inc, seperti diberitakan Variety pada Jumat (4/9).
“Partisipasi kami dalam Metro Manila Film Festival tahun ini menegaskan komitmen kuat Viva terhadap keberhasilan festival yang terus berlanjut serta upaya menghidupkan kembali pengalaman menonton di bioskop,” lanjutnya.
“Kami sangat percaya pada keajaiban pengalaman menonton film bersama-sama bagi penonton Filipina, dan tetap berdedikasi untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan, meningkatkan nilai artistik, serta mendorong perkembangan industri perfilman Filipina di tingkat global.”
Miracle in Cell No. 7 sendiri merupakan film asal Korea Selatan yang pertama kali dirilis pada 2013. Kesuksesan film tersebut kemudian melahirkan berbagai versi remake di sejumlah negara, termasuk Indonesia dan Filipina.
Namun, rumah produksi Falcon Pictures membawa kisah tersebut ke arah yang berbeda melalui 2nd Miracle in Cell No. 7. Film itu menjadi sekuel orisinal yang melanjutkan cerita dari versi Indonesia, melampaui kisah yang sebelumnya dibuat dalam film asal Korea Selatan.
Produser Falcon Pictures, Frederica, mengatakan keputusan Filipina untuk membuat ulang sekuel tersebut menjadi sebuah kehormatan sekaligus pencapaian penting bagi perfilman Indonesia.
“Ketika memutuskan untuk memproduksi 2nd Miracle in Cell No. 7, kami mengambil langkah kreatif yang berani untuk mengembangkan semesta cerita yang telah dicintai banyak orang melalui kisah orisinal dari Indonesia, sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya dengan IP ini,” ujar Frederica, produser Falcon Pictures.
“Melihat sekuel kami kini diterima dan dibuat ulang oleh Filipina merupakan sebuah kehormatan besar. Ini menjadi sejarah baru bagi perfilman Indonesia dan membuktikan bahwa cerita-cerita kami yang penuh emosi dan dibuat secara lokal memiliki daya tarik universal yang dapat menyentuh penonton jauh melampaui batas negara,” kata Frederica.
Kesepakatan ini juga menunjukkan perjalanan unik waralaba Miracle in Cell No. 7. Ekspansi waralaba ini juga disambut baik oleh Next Entertainment World, pemegang hak awal Miracle in Cell No. 7, bersama divisi penjualan internasionalnya, Contents Panda.
“Miracle in Cell No. 7 telah berkembang melampaui sekadar sebuah remake menjadi cerita bersama yang terus berevolusi di Asia Tenggara. Kami bangga melihat cerita versi Indonesia kini menginspirasi Filipina,” ujar Danny Lee, Presiden Contents Panda.
2nd Miracle in Cell No. 7 mengambil latar sekitar dua tahun sejak kepergian Ayah Dodo (Vino G. Bastian). Ayah Dodo dieksekusi setelah dihukum mati karena dipaksa mengakui kesalahan yang tidak pernah dilakukan.
Kartika yang menjadi yatim piatu itu akhirnya diadopsi Hendro Sanusi (Denny Sumargo) yang notabene kepala sipir penjara tempat Dodo dulu mendekam dan istrinya, Linda (Agla Artalidia).
Kehidupan yang semula berjalan damai berubah menjadi rumit. Kepala Dinas Sosial ternyata tidak sepakat bahwa Hendro mengadopsi Kartika karena suatu alasan.
Situasi itu membuat Hendro dan narapidana di sel nomor 7 geram. Mereka tidak mau Kartika mendapatkan ketidakadilan yang sama seperti ayahnya.
Film 2nd Miracle in Cell No. 7 disutradarai Herwin Novianto. Ia dikenal sebagai sutradara Kapan Pindah Rumah (2021), Kembang Api (2023), hingga Kang Mak from Pee Mak (2024).
Sedangkan, skenario film ini dikerjakan Alim Sudio bersama Lee Hwan-kyung. Dalam proyek ini, Lee Hwan-kyung yang notabene penulis skenario versi asli turut terlibat memantau pengembangan 2nd Miracle in Cell No. 7.
Versi Filipina 2nd Miracle in Cell No. 7 akan tayang tepat dua tahun sejak versi orisinal tayang pada 25 Desember 2024.
(van/chri)




