Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Dokter Terbang Hingga Guru Long Distance yang sedang hangat diperbincangkan.
Jakarta, – Presiden Prabowo Subianto mengakui masih ada keterbatasan layanan kesehatan, terutama di wilayah terpencil di Indonesia. Demi memastikan seluruh rakyat memiliki akses ke fasilitas kesehatan, beliau menjanjikan inovasi baru, termasuk penyediaan ambulans udara dan tim dokter terbang.
“Untuk itu kita harus mencari terobosan inovatif, salah satu jalan adalah ambulans udara bahkan nanti juga tim dokter terbang,” kata Prabowo saat menyampaikan pidato dalam Rangka Penyampaian RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan, pada Jumat (14/8).
Fasilitas ambulans udara, sambung dia, dirancang agar bisa mendarat di medan-medan sulit, mulai dari lapangan rumput, area berpasir, hingga tepi sungai. Prabowo mengaku kerap mendapat laporan mengenai ibu hamil dan bayi yang kehilangan nyawa dalam perjalanan menuju rumah sakit akibat jarak fasilitas kesehatan yang terlampau jauh. Ia menegaskan hal tersebut tidak boleh terulang lagi.
“Tidak boleh lagi seorang ibu kehilangan nyawa karena rumah sakit jauh, tidak boleh seorang ayah menjual seluruh harta bendanya hanya karena harus berobat ke kota besar,” tambahnya.
Dalam kesempatannya, Presiden juga menjanjikan bakal merevitalisasi 441 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di 514 kabupaten/kota. Dari jumlah tersebut, sebanyak 66 RSUD di antaranya akan dibangun di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Pengadaan Smart Screen di Sekolah, Guru Terbaik Mengajar Long Distance
Selain sektor kesehatan, Prabowo menekankan alokasi anggaran untuk pengadaan papan pintar (smart screen) di lembaga pendidikan. Jika sebelumnya setiap sekolah hanya menerima 1 unit papan pintar, tahun depan pemerintah menganggarkan tambahan 3 unit smart screen untuk tiap sekolah.
Presiden menegaskan bahwa pemerintah memasang target ambisius dalam anggaran pendidikan. Salah satu targetnya adalah menyediakan panel interaktif (interactive flat panel/IFP) untuk seluruh ruang kelas di sekolah-sekolah penjuru Nusantara.
“Semua ruang kelas akan kita lengkapi dengan layar pintar interaktif atau IFP. Di akhir bulan Desember 2026, kita perjuangkan semua sekolah akan menerima tambahan 3 layar untuk tiap sekolah,” jelasnya.
Prabowo memaparkan bahwa keberadaan IFP di tiap sekolah akan memudahkan guru dalam mengajar dan murid dalam belajar. Selain itu, para siswa dapat mengakses program pembelajaran jarak jauh (long distance) bersama guru-guru terbaik langsung dari studio di Jakarta maupun ibu kota provinsi.
“Semua kelas di seluruh Indonesia akan punya akses kepada pendidikan yang terbaik. Kita harus melakukan lompatan di bidang pendidikan,” tegasnya.
Program pengadaan layar pintar ini merupakan bagian dari pengucuran anggaran pendidikan pemerintah pada 2027. Presiden menambahkan bahwa pemerintah juga mengalokasikan anggaran belanja untuk merenovasi sekolah-sekolah yang rusak serta membebaskan biaya pendidikan (menggratiskan) seluruh sekolah negeri.
(fab/fab)




