Saturday, August 15, 2026
17.9 C
Indonesia

Israel Bocorkan Ancaman Pembunuhan Trump, CIA: Ah yang Bener? – Publik Pos Update

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Israel Bocorkan Ancaman Pembunuhan Trump, CIA: Ah yang Bener? yang sedang hangat diperbincangkan.



Daftar Isi



Jakarta, – Pemerintah Amerika Serikat menerima sejumlah peringatan dari Israel dalam setahun terakhir mengenai dugaan rencana Iran untuk membunuh Presiden Donald Trump. Namun, sejumlah ancaman spesifik yang disampaikan intelijen Israel itu tidak dapat diverifikasi secara independen oleh badan intelijen AS, menurut seorang pejabat AS yang masih aktif dan dua mantan pejabat yang mengetahui persoalan tersebut.

Peringatan yang disampaikan kepada badan-badan intelijen AS, dan dalam beberapa kasus langsung diteruskan oleh pejabat Israel kepada pejabat senior Gedung Putih, mencakup kemungkinan upaya pembunuhan Trump melalui penembak jitu hingga perekrutan seseorang untuk menyerangnya dengan pisau dalam acara publik berskala besar.

Menurut sumber-sumber tersebut, sebagaimana dilansir Reuters, Jumat (14/8/2026), informasi intelijen itu mulai mengalir menjelang perang selama 12 hari pada Juni 2025 dan makin intens sebelum keputusan AS untuk melancarkan perang terhadap Iran pada Februari.

Peringatan paling rinci muncul menjelang KTT NATO di Ankara, Turki, pada Juli lalu. Seorang pejabat AS dan satu sumber lain yang mengetahui persoalan tersebut mengatakan pejabat Israel memberi pengarahan kepada Gedung Putih mengenai intelijen yang menunjukkan Iran mungkin berupaya membunuh Trump ketika ia melakukan perjalanan menggunakan Air Force One menuju KTT tersebut.

Menurut para pejabat itu, ancaman yang disampaikan mencakup kemungkinan penggunaan rudal yang diluncurkan dari bahu atau shoulder-launched missile untuk menyerang pesawat kepresidenan AS.

CIA Tak Bisa Memastikan

Komunitas intelijen AS telah lama menilai Iran memiliki motif untuk membalas dendam atas keputusan Trump yang memerintahkan pembunuhan komandan militer Iran Qassem Soleimani pada 2020.

Namun, para pejabat mengatakan Badan Intelijen Pusat AS (CIA) tidak mampu mengonfirmasi sebagian ancaman spesifik terhadap Trump yang dibagikan intelijen Israel sejak awal tahun lalu.

Dalam kasus ancaman menjelang KTT NATO tersebut, seorang pejabat Turki mengatakan badan intelijen negaranya juga tidak menemukan bukti yang dapat mendukung klaim Israel mengenai ancaman terhadap nyawa Trump.

Penilaian tersebut turut disampaikan pemerintah Turki kepada pihak Amerika.

Meski tidak memiliki verifikasi independen, pejabat Gedung Putih dan Secret Service tetap mengambil langkah pengamanan ekstra sebagai bentuk kehati-hatian.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah operasi pengelabuan luar biasa saat kunjungan ke Turki, yang melibatkan pemindahan Trump dari Air Force One ke pesawat lain untuk penerbangan keluar dari negara tersebut.

Juru bicara Secret Service Anthony Guglielmi juga menolak membahas persoalan intelijen secara spesifik. Namun, ia menegaskan lembaganya tetap fokus menjaga keamanan Trump di tengah sejumlah percobaan pembunuhan dan meningkatnya ancaman terhadap presiden AS.

“Secret Service AS terus menganalisis berbagai informasi untuk memandu operasi perlindungan kami secara real time dan di setiap lokasi yang kami amankan,” kata Guglielmi.

Perbedaan Penilaian AS dan Israel

Awal tahun ini, badan intelijen AS menyimpulkan bahwa Iran tidak secara aktif membangun senjata nuklir. Namun, Israel tetap berpendapat bahwa Teheran menimbulkan ancaman mendesak.

Meskipun laporan intelijen AS menyatakan sebaliknya, Trump tetap melanjutkan serangan terhadap Iran pada Februari.

Reuters sebelumnya melaporkan bahwa Trump juga mempertimbangkan informasi yang dibagikan Israel mengenai dugaan upaya Iran untuk membunuh dirinya sebelum memutuskan melancarkan kampanye militer tersebut.

Menanggapi tuduhan bahwa Israel menggunakan intelijen untuk memengaruhi kebijakan AS terhadap Iran, juru bicara Kedutaan Besar Israel membantahnya.

“Orang-orang yang mengklaim Israel berusaha memengaruhi kebijakan AS melalui dugaan pembagian intelijen akan dengan cepat menuduh Israel menyembunyikan informasi penting jika hal itu menguntungkan agenda mereka sendiri,” kata juru bicara tersebut.

Adapun AS selama bertahun-tahun sangat bergantung pada intelijen Israel terkait isu-isu Timur Tengah, terutama yang berkaitan dengan Iran.

Pejabat aktif dan mantan pejabat AS mengatakan informasi intelijen Israel mengenai Iran biasanya dikirim ke CIA atau Badan Keamanan Nasional AS (NSA) melalui jalur resmi sebelum dianalisis lebih lanjut.

Meski badan intelijen AS sering kali tidak mampu memverifikasi informasi dari Israel, mereka tetap menggunakan berbagai sumber informasi lain untuk menilai keaslian dan akurasi data tersebut.

Dalam beberapa kesempatan selama dua operasi militer AS terhadap Iran, CIA menilai memiliki ingkat keyakinan rendah terhadap informasi intelijen Israel mengenai ancaman yang berasal dari Iran, termasuk dugaan rencana pembunuhan terhadap Trump.

Hal itu disampaikan oleh seorang mantan pejabat AS dan satu sumber lain yang mengetahui persoalan tersebut.

Belum jelas seberapa luas penilaian tersebut didistribusikan di dalam pemerintahan Trump. NSA menolak memberikan komentar.

Israel Langsung Hubungi Gedung Putih

Dua mantan pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa selama setahun terakhir beberapa pejabat senior Israel dan perwakilannya secara langsung menghubungi Gedung Putih, termasuk Situation Room, untuk memberikan pengarahan mengenai ancaman Iran kepada pejabat senior pemerintahan Trump.

Keterlibatan langsung tersebut terjadi di tengah memburuknya mekanisme berbagi intelijen di dalam pemerintahan Trump sendiri.

Menurut para mantan pejabat itu, tahun lalu CIA menghentikan kerja sama penyusunan penilaian bersama dengan National Intelligence Council (NIC) setelah meningkatnya ketegangan dengan Office of the Director of National Intelligence (ODNI).

NIC merupakan kelompok analis elit komunitas intelijen AS yang berada di bawah pengawasan ODNI dan bertugas menghasilkan laporan yang mencerminkan pandangan komunitas intelijen secara keseluruhan. CIA selama ini menjadi kontributor terbesar dalam penilaian tersebut.

Para pejabat dan sumber yang mengetahui persoalan itu juga mengatakan berkurangnya jumlah penilaian terbaru terkait Iran dari NIC sebagian disebabkan oleh gelombang pemutusan hubungan kerja di ODNI dalam beberapa waktu terakhir.

 

(luc/luc)

Sumber

Sedang Hangat

Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Polisi Tetapkan...

Akan Ada Kebijakan Guru PPPK Paruh Waktu Diberi Akses Tes PNS

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Akan Ada...

RI Sepakat Ekspor Beras ke Malaysia 1.000 Ton Pekan Ini

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai RI Sepakat...

Potret Petaka Usai Hujan Dahsyat, Kota Lumpuh-Korban Jiwa Berjatuhan – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Potret Petaka...

Hujan Interupsi Saat Bupati Gowa Bawa Wanita Hamil ke Rapat DPRD

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Hujan Interupsi...

Topik Terbaru

Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Polisi Tetapkan...

Akan Ada Kebijakan Guru PPPK Paruh Waktu Diberi Akses Tes PNS

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Akan Ada...

RI Sepakat Ekspor Beras ke Malaysia 1.000 Ton Pekan Ini

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai RI Sepakat...

Potret Petaka Usai Hujan Dahsyat, Kota Lumpuh-Korban Jiwa Berjatuhan – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Potret Petaka...

Hujan Interupsi Saat Bupati Gowa Bawa Wanita Hamil ke Rapat DPRD

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Hujan Interupsi...

RI Sepakat Ekspor Beras ke Malaysia 200 Ribu Ton Senilai Rp3,39 T

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai RI Sepakat...

Prabowo Paparkan Kinerja Pemerintah Jelang HUT ke-81 RI – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Prabowo Paparkan...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories