Monday, September 28, 2026
30.6 C
Indonesia

Iran Mau Buka Selat Hormuz, Ini Tuntutannya! – Publik Pos Update

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Iran Mau Buka Selat Hormuz, Ini Tuntutannya! yang sedang hangat diperbincangkan.




Jakarta, – Iran menetapkan sejumlah prasyarat untuk pembukaan kembali Selat Hormuz, termasuk kompensasi atas kerusakan akibat perang. Hal ini mempersulit potensi kesepakatan untuk membuka jalur air yang vital bagi ekonomi dunia tersebut.

Adapun, Teheran telah menerapkan blokade efektif terhadap selat itu sejak Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran pada akhir Februari, serta berencana memungut biaya lintas sembari menyerang kapal-kapal yang dituduh berusaha menghindari rute pilihan mereka.

Serangan yang terus berlanjut di selat tersebut-yang sebelumnya bebas dilintasi sebelum perang-menyebabkan gagalnya gencatan senjata bulan April. Sejak saat itu, para mediator mendesak kedua belah pihak untuk kembali mematuhi ketentuan dalam nota kesepahaman bulan Juni.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa diskusi dengan Oman mengenai lalu lintas dan pengelolaan selat tersebut “mendekati tahap akhir”, namun menambahkan bahwa pembukaan kembali Hormuz “bergantung pada syarat-syarat lain dan kompensasi atas pelanggaran” terhadap kesepakatan bulan Juni.

Kepala keamanan Mohammad Bagher Zolghadr pada hari Sabtu memaparkan daftar tuntutan untuk pembukaan kembali selat tersebut, termasuk penghentian perang dan agresi terhadap Iran serta sekutunya di Lebanon, Palestina, Yaman, dan Irak.

Ia juga menuntut pencabutan blokade angkatan laut AS terhadap Iran, penghapusan sanksi, pencairan aset yang dibekukan, serta kompensasi atas kerusakan akibat perang, sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita Tasnim.

Sementara itu, Garda Revolusi Iran menyatakan: “pembukaan kembali Hormuz tidak ada kaitannya dengan negosiasi antara Iran dan Oman”, seraya menambahkan bahwa pihak musuh terpaksa menerima syarat-syarat Iran untuk pembukaan selat tersebut.

Serangan Berulang Kali

Pernyataan-pernyataan tersebut muncul di tengah penurunan signifikan lalu lintas pelayaran melalui Hormuz, di mana Iran menargetkan kapal-kapal yang dituduh menghindari rute pilihan mereka yang melintasi perairan Iran.

Kementerian Luar Negeri Uni Emirat Arab pada hari Sabtu mengecam apa yang disebutnya sebagai “serangan bermusuhan Iran yang menargetkan kapal tanker milik ADNOC (Abu Dhabi National Oil Company) dengan rudal saat melintasi Selat Hormuz, tanpa menimbulkan korban jiwa”.

Kemudian pada hari Sabtu, United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) menyatakan bahwa sebuah kapal terkena proyektil di lepas pantai Oman di Selat Hormuz, yang menyebabkan kebakaran-yang kemudian berhasil dipadamkan-namun tidak menimbulkan korban jiwa. Tidak jelas apakah yang dimaksud adalah kapal yang sama.

Pada hari Jumat, ADNOC mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan bahwa sejak dimulainya perang, 15 kapalnya telah diserang di Hormuz, termasuk tiga kapal pada minggu ini saja”.

Kementerian Luar Negeri Oman pada hari Sabtu mengutuk serangan berulang terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz”, tanpa menyebut nama Iran.

Pihaknya juga menyatakan bahwa negosiasi yang sedang berlangsung mengenai pengaturan navigasi di Selat Hormuz berjalan dalam suasana yang positif dan konstruktif, serta mendesak agar tidak ada tindakan yang dapat membahayakan kemajuan tersebut.

Kesepakatan sebelumnya antara Iran dan AS-yang dimaksudkan sebagai titik awal bagi negosiasi penyelesaian permanen-menyatakan bahwa Iran dan Oman akan merumuskan pengaturan masa depan untuk selat tersebut melalui diskusi dengan negara-negara Teluk lainnya dan sesuai dengan hukum internasional yang berlaku. Hukum internasional pada umumnya melarang pengenaan biaya tol di jalur perairan semacam itu.

(haa/haa)

Sumber

Sedang Hangat

Di DPR, Dirjen PAS Klaim Bir-Wiski di Lapas Cibinong Milik Kasi Kamtib

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Di DPR,...

Resmi! Wilayah di Kepala Burung Papua Ini Diketok Jadi Zona Konservasi – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Resmi! Wilayah...

Komisi XIII DPR Jelaskan Alasan Ombudsman Tak Hadir Rapat Bahas Lapas Cibinong

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Komisi XIII...

Harga Cabai Rawit Makin Pedas, Nyaris Tembus Rp100 Ribu per Kg

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Harga Cabai...

Resmi! RI Calonkan Diri Jadi Aggota Tidak Tetap DK PBB 2029-2030 – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Resmi! RI...

Topik Terbaru

Di DPR, Dirjen PAS Klaim Bir-Wiski di Lapas Cibinong Milik Kasi Kamtib

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Di DPR,...

Resmi! Wilayah di Kepala Burung Papua Ini Diketok Jadi Zona Konservasi – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Resmi! Wilayah...

Komisi XIII DPR Jelaskan Alasan Ombudsman Tak Hadir Rapat Bahas Lapas Cibinong

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Komisi XIII...

Harga Cabai Rawit Makin Pedas, Nyaris Tembus Rp100 Ribu per Kg

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Harga Cabai...

Resmi! RI Calonkan Diri Jadi Aggota Tidak Tetap DK PBB 2029-2030 – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Resmi! RI...

Sindiran Jubir PDIP ke Jokowi usai Pamer KTA PSI: Harusnya Ijazah

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Sindiran Jubir...

Golkar Hormati Kritik soal Wacana Capres Didukung 2 Fraksi

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Golkar Hormati...

Alasan Pemerintah soal Penempatan Manajer Kopdes Tak Sesuai Domisili

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Alasan Pemerintah...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories