Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Muncul Operasi Pembersihan, PM Mau Gulingkan Presiden dan Rombak 47 UU yang sedang hangat diperbincangkan.
Daftar Isi
Jakarta, – Pemerintahan baru Hungaria di bawah Perdana Menteri Peter Magyar langsung menyiapkan langkah politik besar-besaran yang berpotensi mengubah lanskap kekuasaan negara itu. Pada Senin (22/6/2026), Magyar mengumumkan rencana untuk memulai proses pencopotan Presiden Tamas Sulyok melalui amendemen konstitusi, sekaligus meluncurkan reformasi konstitusi menyeluruh serta paket kebijakan antikorupsi yang luas.
Dalam pidatonya di parlemen, Magyar mengatakan pemerintahannya akan menjalankan serangkaian langkah ekonomi, politik, dan hukum guna memberantas korupsi yang menurutnya telah menggerogoti Hungaria selama bertahun-tahun. Program tersebut diberi nama “Operasi Pembersihan.”
Selain reformasi politik, pemerintah juga akan membentuk Kantor Nasional Perlindungan dan Pemulihan Aset yang bertugas menyelidiki dugaan penyalahgunaan dana publik selama dua dekade terakhir.
47 Undang-Undang Akan Diubah
Dilansir Reuters, sebagai bagian dari agenda besar tersebut, pemerintah berencana mengubah sebanyak 47 undang-undang untuk membangun landasan hukum bagi lembaga baru itu.
Kantor Nasional Perlindungan dan Pemulihan Aset nantinya akan memiliki mandat untuk menyelidiki dugaan penyalahgunaan uang negara yang terjadi dalam kurun sekitar 20 tahun terakhir.
Magyar menilai korupsi telah menimbulkan kerugian ekonomi yang sangat besar bagi negara. Ia menyebut praktik korupsi telah menghilangkan sekitar 8% hingga 10% produk domestik bruto (PDB) Hongaria dalam beberapa tahun terakhir.
Pernyataan itu langsung memicu reaksi keras dari kubu pemerintahan sebelumnya. Politikus Partai Fidesz, Gergely Gulyas, menyebut pidato Magyar sebagai sesuatu yang “fitnah dan mengerikan.”
Presiden Terancam Dicopot
Salah satu langkah paling dramatis dalam paket reformasi itu adalah rencana amendemen konstitusi untuk memberhentikan Presiden Tamas Sulyok dari jabatannya.
Magyar menuduh Sulyok turut menopang kekuasaan mantan pemimpin sayap kanan Viktor Orban. Menurutnya, presiden telah memainkan peran yang membantu mempertahankan sistem kekuasaan lama.
Sulyok membantah tuduhan tersebut. Ia sebelumnya mengatakan bahwa dirinya tidak memiliki agenda politik tertentu dan hanya menjalankan fungsi konstitusional sebagai mekanisme pengawasan dan penyeimbang kekuasaan.
Jika proses pencopotan berhasil dilakukan, parlemen akan memilih presiden baru dengan masa jabatan maksimum lima tahun.
Tak hanya berhenti pada pergantian presiden, Magyar juga mengumumkan dimulainya proses peninjauan ulang konstitusi secara menyeluruh pada musim gugur mendatang.
Proses tersebut akan melibatkan konsultasi publik secara luas sebelum rancangan konstitusi baru diajukan kepada rakyat melalui referendum nasional.
Langkah itu menandai upaya pemerintah untuk merombak fondasi hukum dan politik negara setelah bertahun-tahun berada di bawah pengaruh pemerintahan sebelumnya.
Reformasi Lembaga Peradilan
Pemerintah juga menargetkan perubahan signifikan pada sistem peradilan. Salah satu usulan utama adalah menetapkan batas usia maksimal 70 tahun bagi hakim Mahkamah Konstitusi.
Aturan baru itu berpotensi berdampak langsung pada sejumlah tokoh penting di lembaga peradilan, termasuk sekutu dekat Viktor Orban, Peter Polt, yang harus pensiun dari posisinya sebagai hakim kepala apabila aturan tersebut diberlakukan.
Selain itu, reformasi yang diajukan akan memberikan kewenangan kepada dua pertiga hakim untuk menginisiasi proses pemberhentian pimpinan Kuria atau Mahkamah Agung Hongaria maupun pimpinan National Judicial Office.
Namun langkah tersebut tetap harus memperoleh persetujuan dua pertiga anggota parlemen sebelum dapat dilaksanakan.
Masa Jabatan Anggota Parlemen Dibatasi
Dalam upaya memperbarui sistem politik, Magyar juga mengusulkan pembatasan masa jabatan anggota parlemen.
Menurut rencana pemerintah, legislator hanya akan dapat menjabat selama maksimal 12 tahun.
Kebijakan itu diyakini bertujuan mencegah terbentuknya elite politik yang terlalu lama berkuasa sekaligus membuka ruang regenerasi dalam sistem demokrasi Hungaria.
Â
(luc/luc)
Add
as a preferred
source on Google




